Tentang Berdo’a

TENTANG BERDOA:

Bacaan Lainnya

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى.

Dari Sayyidah ‘Aisyah ra, beliau berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Rasulullah ﷺ menjawab; “Berdo’alah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi no. 3513).

Al-Habib Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakar Bafadhal al-Hadhramiy (w. 918 H) dalam karya al-Muqaddimatu al-Hadramiyah fi al-Fiqhati al-Syafi’i mengatakan:

ويستحب في رمضان التوسعة على العيال والإحسان إلى الأرحام والجيران وإكثار الصدقة والتلاوة والمدارسة للقرآن والاعتكاف لا سيما العشر الأواخر وفيها ليلة القدر ويقول فيها اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني ويكتمها ويحييها ويحيي يومها كليلتها

Artinya: Disunnahkan pada bulan Ramadhan menebarkan kebahagian pada keluarga, berbuat baik pada sanak famili dan tetangga, memperbanyak sedekah, membaca dan Tadarrus al-Qur’an, melakukan I’tikaf (di Masjid) lebih-lebih ketika tanggal 10 akhir dari bulan Ramadhan yang di dalam terdapat Lailatul Qadar, memperbanyak membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku”.

Menyimpan rahasia kedatangan Lailatul Qadar (bila telah melihatnya), menghidupkan malam-malamnya dan menghidupkan hari (siang) kedatangan Lailatul Qadar sebagaimana menghidupkan malamnya”.

Syaikh Abu Ishaq Ibrahim bin Ali al-Syirazi (w. 476 H) dalam kitabnya At-Tanbih menjelaskan:

ويطلب ليلة القدر في جميع شهر رمضان وفي العشر الأخير أكثر وفي ليالي الوتر أكثر وأرجاها ليلة الحادي والعشرين والثالث والعشرين ويستحب أن يكون دعاؤه فيها اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني

Artinya, “Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Syihabuddin Abi Abbas Ahmad bin Muhammad bin Ibnu Hajar al-Haitamiy| Al-Minhaju al-Qawim al-Muqaddimatu al-Hadramiyah fi al-Fiqhati al-Syafi’i| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 255.

✍️ Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdiy al-Madaniy| Al-Hawasyi al-Madaniyah ala Syarhi al-Muqaddimatu al-Hadramiyah fi al-Fiqhati al-Syafi’i| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 355.

✍️ Al-Habib Said Ba’asyin Busyra ad-Du’iniy al-Hadramiy| Busyra al-Karim Syarhi Masaili at-Ta’lim ala Syarhi al-Muqaddimatu al-Hadramiyah fi al-Fiqhati al-Syafi’i| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 597.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.