Tips Sholat Khusu’ Dari Syaikh Hatim al-Asham

Tidak ada komentar 207 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Suatu hari ‘Isham bin Yusuf al-Balkhi menghadiri Majlis (pengajian) Syaikh Hatim al-Asham (w. 237 H). Setelah selesai pengajian ‘Isham bin Yusuf al-Balkhi mangajukan pertanyaan pada Syaikh Hatim al-Asham:

“Wahai Aba Abdurrahman (panggilan terhadap Hatim al-Asham)! Bagaimana cara Tuan ketika sholat?”

Mendengar pertanyaan ‘Isham bin Yusuf al-Balkhi, Syaikh Hatim al-‘Asham menoleh kearahnya lalu berkata:

Ψ₯Ψ°Ψ§ Ψ¬Ψ§Ψ‘ ΩˆΩ‚Ψͺ Ψ§Ω„Ψ΅Ω„Ψ§Ψ© Ω‚Ω…Ψͺ فأΨͺوآأ وآواؑ ΨΈΨ§Ω‡Ψ±Ψ§ ووآواؑ Ψ¨Ψ§Ψ·Ω†Ψ§

”Ketika datang waktu sholat, maka aku melakun wudhu’ dengan dua wudhu’. Pertama wudhu’ lahir dan kedua wudhu’ batin.

‘Isham bin Yusuf al-Balkhi bertanya lagi: β€œBagaimana cara melakukan wudhu’ batin?”

Syaikh Hatim al-‘Asham berkata:

”Adapun wudhu lahir adalah membasuh semua anggota wudhu dengan air. Sedangkan wudhu batin adalah taubat, merasa menyesal dari perbuatan dosa, cinta kepada dunia, ingin mendapat pujian dari makhluq, dan ingin dijadikan pemimpin, meninggalkan dengki kemudian aku pergi ke Masjid lalu aku membentangkan semua anggota badanku, menghadap Ka’bah setelah itu aku tegakkan segala harap dan ketakutanku. Pada Allah ο·» aku memandang, surga di sebelah kananku dan neraka di sebelah kiriku. Malaikat berada di belakangku, aku seakan meletakkan kedua telapak kakiku di atas Shiratol Mustaqim dan aku mengangap bahwa sholatku ini adalah sholat yang terakhir. Kemudian aku berniat melakukan shalat dan takbir dengan baik, membaca semua bacaan sholat sembari tafakkur (menghayati artinya). Aku ruku dengan tawaddhu’ (santun) aku sujud dengan tadharru’ (kerendahan diri) aku bertasyahud (dengan penuh harapan) dan aku menutup salam sholatku dengan ikhlas (ketulusan). Ini adalah sholatku yang aku lakukan selama 30 tahun”

Lantas ‘Isham bin Yusuf al-Balkhi berkata Syaikh Hatim al-Asham:

Ω‡Ψ°Ψ§ شيؑ Ω„Ψ§ΩŠΩ‚Ψ―Ψ± ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΨΊΩŠΨ±Ωƒ

“Shalat dengan caramu ini, tidak akan ada orang lain yang bisa melaksanakannya”. Kemudian ‘Isham bin Yusuf al-Balkhi menangis sejadi-jadinya.

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Ahmad Syihafuddin bin Salamah al-Mishriy al-Qulyubiy asy-Syafi’iy| An-Nawadzir| Daru al-Kutub al-Ilmiyah hal 15.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas