Mahar dan Pernikahan Nabi Adam AS

Tidak ada komentar 111 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Setelah Nabi Adam as turun dari mimbar, Dia duduk dan ngobrol bersama para malaikat. Bagi Nabi Adam as hanya para malaikatlah teman, sahabat sekaligus saudara yang selalu setia mendampinginya dan melayani segala keperluannya di surga. Ketika sendiri Nabi Adam as selalu berfikir dan merindukan makhluk yang sejenis dengan dirinya untuk bisa mengungkap segala keluh kesah atau sekedar membagi kebahagian.

Waktu itu Nabi Adam as telihat letih sekali, hingga tidak terasa dia dilanda kantuk dan tertidur. Di alam tidurnya Nabi Adam as bermimpi melihat bayangan Ibu Hawa yang melintas dengan segala pesona dan kecantikannya yang membuat hatinya mabuk kepayang dan ingin kembali bisa menatap Ibu Hawa.

Allah ﷻ maha tahu apa yang diinginkan makhuk-Nya, bersamaan dengan mimpi itu Allah ﷻ memerintahkan malaikat Jibril as agar mengambil tulang rusuk Nabi Adam as sebelah kiri dan menciptakan ibu Hawa dari tulang rusuk itu.

Segala keanggunan, keelokan dan kecantikan rupa sampai hari kiamat, Allah ﷻ tuangkan dalam pencintaan wajah ibu Hawa, segenap senyum keindahan, manis dan tawa kebahagiaan sampai hari kiamat, Allah ﷻ bubuhkan pada lukisan bibir ibu Hawa. Semua perhiasan, keharuman dan kemewahan semesta alam hingga selaksa kecantikan bidadari, Allah ﷻ letakkan pada raga ibu Hawa. Maka terciptalah ibu Hawa sebagai wanita yang tercantik dan tidak akan tersaingi sampai akhir masa.

Allah ﷻ ciptakan postur ibu Hawa, berat dan tingginya seperti Nabi Adam as dan Allah ﷻ pakaikan baju-baju surga dan segala perhiasannya nan indah pada ibu Hawa hingga tampak mengalahkan pesona Lazuardi di ufuk. Allah ﷻ kemudian mendudukkan ibu Hawa di atas singgasana yang terbuat dari emas dan mengahadapkannya di dekat Adam as yang masih tertidur.

Di samping itu, Allah ﷻ menuangkan segala detak kerinduan, gemuruh cinta dan kasih sayang di hati Adam as dan ibu Hawa sehingga tidak ada seantero bumi dan langit yang lebih cantik dan lebih dicintai Nabi Adam as selain ibu Hawa, begitu juga dengan ibu Hawa pada Nabi Adam as.

Lalu terbangunlah Nabi Adam as dan mendapati ibu Hawa tidak jauh darinya. Melihat ibu Hawa, Nabi Adam as terkejut sekaligus heran menyaksikan wanita dalam mimpinya hadir dalam kenyataan.

Untuk menghilangkan rasa penasaran dan takjubnya, Nabi Adam as bertanya pada ibu Hawa: “Siapakah engkau? dan untuk siapa engakau tercipta?”

“Aku adalah Hawa, Allah ﷻ menciptakanku hanya untukmu”. Jawab ibu Hawa sedikit tersipu malu.

Nabi Adam as semakin takjub dan mencoba memanggil ibu Hawa: “Wahai Hawa! Datanglah kemari, duduklah bersamaku”.

“Tidak, kamulah yang harus kemari!” sahut ibu Hawa yang tidak mau beranjak dari tempatnya, Dia malu bila seorang wanita harus datang terlebih dahulu pada tempat seorang pria yang baru dikenalnya.

Nabi Adam as menghampiri Ibu Hawa. Layaknya manusia biasa, saat dua insan berbeda jenis duduk berdua. Nabi Adam as pun dilanda cinta dan keinginan untuk sekedar menyentuh pasangannya namun belum sempat tangan mulia Nabi Adam as menyentuh Ibu Hawa, terdengar suara mengahardik Nabi Adam as:

“Wahai Adam! Jangan sekali-kali kau sentuh dia, sebelum kau memberinya mahar dan menikahinya”.

Nabi Adam as bertanya: “Wahai Tuhanku! Apa gerangan mahar yang harus aku berikan padanya?”.

Allah ﷻ berfirman pada Nabi Adam as: “Aku telah melarangmu, agar tidak makan buah gandum (khuldi) dan itulah maharnya”. Ibnu Iyas al-Hanafiy dalam Badi’u az-Zuhur mengatakan: Dalam riwayat yang lain Allah ﷻ berfirman: “Mahar yang harus kau berikan pada Hawa adalah bersholawat pada Nabi-Ku dan Kekasih-Ku Muhammad ﷺ”.

Nabi Adam as bertanya lagi: “Wahai Tuhan-Ku! Siapa sebenarnya Muhammad ﷺ itu?”.

Dia adalah di antara anak cucumu dan dia adalah Nabi pamungkas dari semua para Nabi, seandainya bukan karena dia Aku tidak akan menciptakan makhluk yang lain”. Firman Allah ﷻ menjawab pertanyaan Nabi Adam as.

*****

Dalam kitab as-Sabi’at fi Mawa’idzi al-Bariyyat, Syaikh Abu Nash al-Hamdaniy memaparkan kisah ini dengan sedikit berbeda: Setelah Allah ﷻ menegur Nabi Adam as agar jangan menyentuh Ibu Hawa sebelum dia membayar mahar dan menikahi Ibu Hawa, Allah ﷻ memerintahkan pada penduduk surga agar segera menghiasi, memperindah dan menyiapkan segala hidangan terlezat untuk pernikah Nabi Adam as dan Hawa. Kemudian Allah ﷻ memerintahkan pada semua malaikat langit agar berkumpul di bawah pohon Thuba (keberuntungan).

Setelah para malaikat berkumpul semua, Allah ﷻ memuji Dzat-Nya sendiri. Kemudian menikahkan Hawa dengan Nabi Adam as. Lalu Allah ﷻ berfirman:

الحمد ثنائي والعظمة ازاري والكبرياء ردائي والخلق كلهم عبيدي وأمائي أشهد ملائكتي وسكان سمواني زوجت حواء بآدم بديع فطرتي على صداق ويسبحني ويهللني

Kemudian para bocah-bocah surga dan para malaikat menaburkan mutiara, batu yaqut dan memasrahkan Ibu Hawa pada Nabi Adam as. Setelah itu Ibu Hawa meminta mahar pada Nabi Adam as.

“Wahai Tuhanku! Apa yang harus aku berikan pada Hawa? Emas atau perak yang harus aku berikannya?” Tanya Nabi Adam as pada Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman: “Bukan!”.

“Apakah aku harus berpuasa, sholat, membaca tasbih pada-Mu wahai Tuhan-ku?”. Tanya Nabi Adam as.

Allah ﷻ berfirman: “Bukan!”.

“Lalu apa yang harus aku berikan kepadanya wahai Tuhanku?” Tanya Nabi Adam as lagi.

Allah ﷻ berfirman : Maharmu untuk Hawa adalah membaca 10 kali sholawat pada nabi dan kekasih-Ku Muhammad ﷺ, tuannya para utusan dan nabi pamungkas dari semua para nabi.

اللهم صلي على سيدنا محمد وآل سيدنا محمد

Waallahu A’lamu

Penulis: 𝑨𝒃𝒅𝒖𝒍 𝑨𝒅𝒛𝒊𝒎

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas