Pembuktian Allah Pada Para Malaikat Tentang Kualitas Nabi Adam AS

banner 160x600
banner 468x60

 

Asscholmedia.net – Pasca Ruh Nabi Adam as menyebar dan memenuhi sekujur tubuhnya hingga bisa melihat, mendengar, berbicara dan berjalan.Allah ﷻ kemudian memakaikan baju hijau yang terbuat dari sutra Sundus ( sutra halus), memakaikan mahkota yang terbuat dari emas yang dihiasi intan permata. Konon, makhkota itu bertahtakan empat mutiara yang bersinar mengalahkan sinar matahari. Setelah itu Allah ﷻ mengnyetempel pundak Nabi Adam as dengan stempel kemulian, memakaikannya sabuk dengan sabuk keridhoan, mengkenakan sirwal (celana panjang) terbuat sutra Sundus hijau. Lalu terpancar di dahi Nabi Adam as nur Nabi Muhammad ﷺ yang bersinar terang bak sorot cahaya matahari.

Setelah itu Allah ﷻ memerintahkan pada malaikat agar membawa Nabi Adam as di atas bahunya mengitari seantero langit tujuh selama 100 tahun hingga Nabi Adam as banyak menyaksikan keajaiban-keajaiban langit yang tiada tara. Lalu memerintahkan pada para malaikat agar membuat mimbar dari emas dan Allah ﷻ mengajarkan pada Nabi Adam as semua nama-nama benda yang ada di langit dan di bumi sebagaimana firman Allah ﷻ:

ﻭَﻋَﻠَّﻢَ ﺁﺩَﻡَ ﺍﻟْﺄَﺳْﻤَﺎﺀَ ﻛُﻠَّﻬَﺎ

Dan Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya…”
(QS al-Baqarah : 31).

Al-Hafidz Ismail as-Sudayu, menambahkan: kala itu bertepatan dengan tergelincirnya matahari di hari jum’at, Allah ﷻ memerintahkan segenap malaikat agar berkumpul di depan mimbar Adam as. Setelah iti Nabi Adam as menaiki mimbar yang telah tersedia. Di tangannya tergenggam tongkat yang terbuat dari cahaya. Dia bediri tegak sembari mengucapkan salam:

السلام عليكم يا ملائكة ربي وحمة الله وبركاته

“Semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan Allah ﷻ terlimpahkan pada kalian para malaikat Allah Tuhanku!”

Dan para malaikat serentak menjawab salam Nabi Adam as:

السلام ياصفوة الله وحمة الله وبركاته

“Semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan Allah ﷻ terlimpahkan padamu wahai makhluq pilihan Allah ﷻ!”.

Setalah salam, Allah ﷻ berfirman pada Nabi Adam as: “Wahai Adam! Salam dan penghormatan ini untukmu dan untuk anak keturunanmu hingga hari qiyamat kelak”.

Maka tatkala Nabi Adam as memulai khatbah (pidato)nya dengan ucapan Alhamdulillah, terciptalah sunnah (tradisi) khatbah dan manusia yang pertama kali membacakan khatbah di hari Jum’at di atas mimbar adalah Nabi Adam as.

Baca juga: https://asscholmedia.net/2021/03/21/keluh-ruh-pasca-nabi-adam-as-tercipta/

*****

Para malaikat masih belum mau beranjak dari tempatnya setelah mendengarkan khatbah Nabi Adam as, Allah ﷻ memperlihatkan nama-nama yang pernah diajarkan pada Nabi Adam as pada para malaikat dengan firmannya:

أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!”. (QS 2-Al Baqarah : 31).

Lalu para malaikat berkata:

سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

“Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana”. (QS. al-Baqarah : 32).

قَالَ يٰٓاٰدَمُ اَنْۢبِئْهُمْ بِاَسْمَاۤئهِمْ ۚ فَلَمَّآ اَنْۢبَاَهُمْ بِاَسْمَاۤئهِمْ ۙ قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكُمْ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۙ وَاَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُوْن

Allah ﷻ berfirman : “Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!”.

Setelah Adam as menyebutkan nama-namanya. Allah ﷻ berfirman: “Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?” (QS. al-Baqarah : 33).

Setelah Nabi Adam as menyebutkan semua nama-namanya dan para malaikat tidak satu pun yang tahu nama-nama itu, Allah ﷻ memerintahkan pada para malaikat agar bersujud pada Adam as. Namun para malaikat masih bertanya pada Allah ﷻ: “Duhai Tuhanku! Apakah Engkau menciptakan makhluq yang lebih mulia dari kam?”.

“Iya! Aku yang menciptakannya dengan tangan-Ku sendiri dan Aku katakan padanya Kun (jadilah) maka dia jadi (ada). Maka bersujudlah kalian dengan sujud penghormatan”. Jawab Allah ﷻ pada para malaikat-Nya.

Maka bersujudlah semua para malaikat yang di mulai dari Jibril as, Milail as, Israfil as, Izrail as kemudian para malaikat Muqarrabin as. Terakhir Allah ﷻ memerintahkan pada Iblis agar bersujud Nabi Adam as namun Iblis tidak mau dan menolaknya.

Allah berfirman pada Iblis :

يٰٓاِبْلِيْسُ مَا مَنَعَكَ اَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ ۗ اَسْتَكْبَرْتَ اَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِيْنَ

“Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi? (QS. shad : 75).

Iblis malah membantah:

اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ

“Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah” (QS. shad : 75). Aku menyembah-Muu bertahun-tahun sebelum Engkau menciptakan dia (Adam).

Mendengar bantahan Iblis, Allah ﷻ berfirman: “Sungguh sejak dahulu Ilmu-Ku telah mengetahui akan kedurhakaanmu, maka tidak ada manfaatnya ibadah yang selama ini kau lakukan. Keluarlah kau dari rahmat-Ku dengan keadaan terhina dan tercela dan akan Aku penuhi neraka Jahannam denganmu dan orang mengikutimu”.

Iblis berkata:

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Wahai Tuhanku! beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan. (QS. Shod : 79).

Kemudian Allah ﷻ berfirman:

فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ

“Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. Sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)”. (QS. Shod : 80-81).

فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shod : 82-83).

Wahba bin Munabbih mengatakan: “Sejak saat itu, bentuk fisik Iblis berubah menjadi syaitan yang terkutuk. Nama asli Iblis sebelum dilaknat Allah ﷻ adalah Azazil yang merupakan pembesar para malaikat. Tidak ada sejengkal dari langit dan bumi yang disinggahi Iblis kecuali ditempat itu Iblis shalat satu rakat dan sujud pada Allah ﷻ. Sayang kedurhakaannya pada Allah ﷻ membuat semua amal ibadahnya tidak manfaat. Di sebut Iblis, karena dia telah memutus rahmat Allah ﷻ.

Waallahu A’lamu

Penulis: 𝑨𝒃𝒅𝒖𝒍 𝑨𝒅𝒛𝒊𝒎

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas