Keluh Ruh Pasca Nabi Adam as Tercipta

Pernikahan Abadi (1)

asscholmedia.net – Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu mengatakan: Tatkala Allah ﷻ hendak meniupkan ruh pada Nabi Adam as, Allah ﷻ memerintahkan pada ruh agar masuk melalui kepala Nabi Adam as. Namun ruh menolak dan berkata pada Allah ﷻ:

“Duhai Tuhanku! Bagaimana aku bisa masuk pada tempat yang gelap seperti ini?”. Keluh ruh pada Allah ﷻ.

Bacaan Lainnya

Satu kali, dua kali ruh menolak perintah Allah ﷻ hingga ketiga kalinya ruh dengan terpaksa masuk pada tubuh Nabi as melalui kepala.

Saat itu Allah ﷻ berfirman pada ruh: “Wahai ruh! Seandainya kau masuk pada tubuh Adam dengan tunduk dan taat pada perintah-Ku, maka kelak kau akan tunduk saat keluar dari tubuh manusia, namun ilmu-Ku dari zaman azali telah mendahului takdirmu. Bahwa kau akan masuk dalam tubuh Adam dengan terpaksa dan kau keluar dengan terpaksa”.

Maka ketika ruh masuk pada tubuh Nabi Adam as melalui otak Nabi Adam as, ruh berputar dalam otak Nabi Adam as selama 100 tahun, kemudian ruh turun pada kedua mata Nabi Adam as dan membuat Nabi Adam as bisa melihat tubuhnya yang masih berupa tanah lempung yang kering seperti tebingkar. Setelah itu ruh turun ke janur hidung Nabi Adam as dan membuat Nabi Adam as bisa menghirup segarnya hembusan udara untuk bernafas yang menyebabkan Nabi Adam as bersin untuk pertama kalinya. Lalu ruh turun ke mulut dan lisan Nabi Adam as yang kemudian mengucapkan kalimat “Alhamdulillahi Rabbal ‘Alamina” dengan ilham Allah ﷻ. Setelah itu Allah ﷻ berfirman pada Nabi Adam as : “Tuhanmu, telah memberi rahmatnya. Kalimat “Alhamdulillahi Rabbal ‘Alamina” itu khusus diberikan padamu dan untuk semua keturunanmu”. Ibnu Iyas al-Hanafiy mengatakan: “Karena alasan inilah, orang yang bersin disunnahkan mengucapakan Hamdalah”.

Dalam riwayat lain ditambahkan: Ketika Nabi Adam as sudah mampu mengucapkan “Alhamdulillahi Rabbal ‘Alamina”, Allah ﷻ berfirman: “Wahai Adam! Karena kalimat ini, Aku menciptakanmu”.

Ruh kemudian turun pada dada, tulang iga dan perut Nabi Adam as, berpindah ke anggota tubuh menjadi daging, tulang dan darah dan saat ruh sudah sampai pada kedua lutut Nabi Adam as, Nabi Adam as bernafsu untuk segera berdiri tegak namun dia tidak bisa. Maka Allah ﷻ berfirman: ”

خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۗ ﴿الأنبياء : ۳۷﴾

“Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa”. (QS. al-Anbiya : 37).

Setelah ruh merata dan menyebar ke seluruh tubuh Nabi Adam as, Nabi Adam as pun bisa berdiri tegak, bergerak, merunduk dan memiringkan badan. Maka telah sempurna penciptaan Nabi Adam as dengan izin Dzat Yang Telah Menghidupkan tulang-belulang yang hancur.

Al-hafidz Ismail as-Sudayu mengatakan: Aku pernah membaca di kitab Injil tentang beberapa cerita hikmah di antaranya: Bahwa anak Adam (manusia) dalam sehari semalam (24 jam) bernafas sebanyak 30 ribu kali. Di setiap 1 jam sekali manusia bernafas sebanyak 1250 kali.

Waallahu A’lamu

Penulis: 𝑨𝒃𝒅𝒖𝒍 𝑨𝒅𝒛𝒊𝒎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

1 Komentar