Memupuk Jiwa Pendidikan dan Enterpreuner Dalam Animal Husbandry

Asscholmedia.net – Dalam pendidikan jurusan peternakan sangat kurang diminati oleh teman-teman lulusan putih abu-abu (SMA/SMK/MA) yang ingin melanjutkan pendidikan ke universitas jurusan peternakan, yang mana mereka masuk kuliah hanya mengikuti jurusan yang tren dikalangan temannya dan circle mereka, kalo boleh meminjam kata Najwa Shihab, bukankah melelahkan jika selalu ikut tren agar hanya dianggap keren.

Bacaan Lainnya

Peternakan merupakan bidang ilmu yang mempelajari ilmu hewan-hewan ternak yang bisa diolah dalam skala industri. Mulai dari cara produksi ternak yang baik, perkembangbiakan hewan ternak, pemeliharaan dan penanganan penyakit pada ternak.

Baca jugahttps://asscholmedia.net/2021/02/27/mengubah-stigma-peternakan-di-era-4-0-dalam-membangun-ekonomi/

Sangat banyak keuntungan yang diperoleh dari seorang lulusan jurusan peternakan. Lulusan peternakan dibutuhkan kontribusinya untuk mencegah terjadinya “darurat pangan hewani”. Selama kuliah mempelajari berbagai bidang ilmu fakultas lain misalnya ekonomi, kesehatan hewan, pertanian, tentu ini menjadi nilai plus bagi lulusan peternakan masuk dalam dunia kerja.

Setelah lulus apabila ada keinginan untuk menjadi abdi negara tentu ada wadahnya yaitu Kementrian Pertanian atau lebih dikenal dengan KEMENTAN. Masuk dalam kementrian pertanian, kalian akan menjumpai berbagai bidang yang bisa dimasuki untuk jurusan peternakan diantaranya pengawas mutu pakan, pengawas bibit ternak, peneliti dan lain sebagainya.

Berbekal ilmu peternakan dibangku kuliah tentu bisa membuka usaha peternakan atau usaha pengolahan hasil ternak, yaa hitung-hitung bisa membuka lapangan pekerjaan kan?

Perusahaan-perusahaan industri pengolahan makan juga mencari dan membutuhkan lulusan peternakan untuk memperkuat Divisi research and Development atau sebagai Quality Control dan Quality Assuarance.

Baca jugahttps://asscholmedia.net/2021/02/19/generasi-milenial-dan-dunia-peternakan/

Berbicara entrepreuner peternakan, Indonesia sebagai negara agraris menyimpan berjuta potensi, tapi sampai saat ini masih belum optimal dikembangkan. Oleh karena itu, perlu kepekaan terhadap potensi peternakan dilingkungan sekitar kita. Banyak hal dalam peternakan yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan diantaranya feses (kotoran) untuk dijadikan pupuk atau bahkan biogas, sampai saat ini peternak masih kurang memahami hal tersebut.

Teknologi hasil ternak atau yang lebih dikenal dikalangan mahasiswa ialah THT, dalam belajar tentang THT bakal ditempu ilmu keterampilan membuat Sosis, Yoguhrt, Gelatin, Kulit samak dan lain lainnya. Selain itu, juga belajar teknologi packaging dan ilmu gizi manusia.

Melihat usaha ruminansia (ternak potong) saat ini potensi produksi daging sapi dan kerbau dalam negri di bulan januari sebanyak 28,79 ribu ton. Sedangkan kebutuhan konsumsi kurang lebih 56,72. Kondisi defisit ini tentu kesempatan emas bagi para pelaku usaha peternakan khususnya di bidang ruminansia.

Mengingat kondisi sekarang dimana teknologi sudah sangat maju dan arus infromasi semakin cepat. Untuk mengurangi daging impor pemerintahan, para pelaku usaha tentu ada jalan alternatif dalam mengembangkan dan memelihara ternak dengan menggunakan kawin suntik atau kawin alam. Selain hal tersebut, tentu tidak lepas dengan strategi manajemen dan marketing pemasaran untuk memajukan usaha.

Saat ini, kita terlalu bergantung impor daging untuk memenuhi kekurangan daging dalam negri tentu Australia jadi pemasok daging terbesar di tanah air sedangkan ketika Australia menahan komoditas daging akibat regenerasi populasi maka dampaknya tentu pada negeri kita.

Untuk mengurangi angka impor, Kementan (Kementrian Pertanian) mengajak pelaku usaha yang bergerak di sektor peternakan melalui Ditjen PKH (Direktorat jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan) untuk menggencarkan pelaksanaan kemitraan dan untuk meningkatkan skala efisiensi usaha peternakan dan akses pasar.

Oleh: Muhammad Faisal Wisani (Alumni Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan dan Mahasiswa Universitas Islam Malang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.