Terkuaknya Misteri Pernikahan Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis

banner 160x600
banner 468x60


Pernikahan Abadi |6-Selesai|

Asscholmedia.net- Setelah istana Ratu Bilqis berada hidapan Nabi Sulaiman as dan Ratu Bilqis masih berada diperjalan. Beredar isu yang kurang mengenakan, yang sengaja dihembuskan oleh kalangan Jin bahwa kaki Ratu Bilqis cacat sebelah. Yang lain mengatakan, kaki Ratu Bilqis seperti kaki Himar yang penuh bulu. Maka demi membuktikan kebeneran isu tersebut, Nabi Sulaiman as memerintahkan pada segenap punggawanya agar merenovasi halaman depan istana Ratu Bilqis dengan menambah kolam yang diisi aneka ikan hias dan segala jenis hewan air tawar yang indah kemudian di atasnya dipasang kaca kristal tembus pandang yang berfungsi sebagai jembatan.

Wahba bin Munabbih dan Muhammad bin Ka’ab mengatakan: Isu tersebut sengaja diciptakan oleh kalangan Jin, agar Nabi Sulaiman as tidak jadi menikahi Ratu Bilqis karena salah satu dari mereka ada mencintai Ratu Bilqis dan hendak dibawanya ke pelaminan. Konon diceritakan, bahwa ibu kandung Ratu Bilqis memang berasal dari bangsa Jin. Mereka takut kalau Nabi Sulaiman as benar-benar menikahi Ratu Bilqis, maka semua rahasia bangsa Jin akan terbongkar dan mereka juga takut akan keturunan yang lahir dari pasangan Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis, kelak memperbudak mereka selamanya. Sebagaimana yang kutip Syaikh Nawawi dalam Marahi Labibnya.
*****

Tamu yang dinanti akhirnya tiba, Ratu Bilqis dan pengikutnya sampai di Baiti al-Maqdis. Nabi Sulaiman as dan semua rakyatnya begitu gembira menyambut kedatangan Ratu Bilqis.

Baca juga:

Berjalanlah Ratu Bilqis dan semua pengikutnya melewati gerbang istana. sebelum memasuki istana Nabi Sulaiman as sengaja bertanya: “Serupa inikah singgasanamu?”

Ratu Bilqis menjawab: “Seakan-akan itulah dia”.

Jawaban Ratu Bilqis ini begitu bijak dan cerdas, menurut Syaikh Nawawi al-Bantaniy yang dikutip dari sahabat Ikrimah ra dalam tafsirnya yang juga diikuti para mufassirin lainnya. Dia tidak menjawab: “Iya”, karena dia takut dibohongi dan tidak menjawab “tidak” karena dia takut dianggap pembohong. Dari jawab ini, Nabi Sulaiman as tahu bahwa Ratu Bilqis adalah wanita yang jenius.

Nabi Sulaiman as pun mempersilahkan Ratu Bilqis memasuki istana melalui jembatan kaca transparan yang dibuatnya.

“Silahkan Masuk Ratu!”

Ratu Bilqis masih belum percaya dengan apa yang diperintahkan Nabi Sulaiman as dan genangan air yang berisi aneka ikan dihadapannya.

“Apakah harus menyelam dulu untuk bisa sampai ke istananya atau ini memang adat istiadat yang biasa dilakukan di negeri ini? Guman Ratu Bilqis dalam hatinya karena malu bila harus bertanya pada Nabi Sulaiman as.

Tanpa bertanya, Ratu Bilqis melangkah dengan menjinjing bajunya hingga tampak warna kaki dan betisnya layaknya orang yanv akan melewati genangan air telaga atau kolam ikan.

Nabi Sulaiman as tersenyum melihat tingkah Ratu Bilqis dan berkata: “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.”

Ratu Bilqis seketika bersimpuh, mendengar ucapan Nabi Sulaiman as dan berkata: “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat dzalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. an-Naml : 44).

Tidak terasa air mata Ratu Bilqis berlinangan, tanda pasrah dan penyesalan diri sekaligus kebahagiaan dan kekaguman pada Kekuasaan Allah ﷻ yang ditampakan memelalui mu’jizat Sulaiman as.

Peristiwa ini, merupakan akhir dari segala kisah keajaiban dan keagungan Nabi Sulaiman as dan sebagai jawaban bahwa apa yang selama ini diisukan tentang Ratu Bilqis tidaklah benar dan hanya bualan belaka.

Kemudian Nabi Sulaiman as menikahi Ratu Bilqis. Mencintai dan menyayanginya hingga akhir hayatnya namun Ratu Bilqis memohon agar tetap diperbolehkan tinggal di negeri Saba’-Yaman untuk melanjutakan warisan kerajaan Ayahnya.

Nabi Sulaiman as pun merestui, bahkan dia memerintahkan pada segenap bangsa Jin agar membuatkan tiga istana yang super megah dan indah yang belum pernah dilihat manusia di zamannya sebagai lambang cinta Nabi Sulaiman pada Ratu Bilqis. Konon menurut sebagain mufassirin, Nabi Sulaiman as menyambangi Ratu Bilqis setiap tiga bulan sekali dan berada disana selama tiga hari dan kerajaan Ratu Bilqis diperkirakan musnah berakhir bersamaan dengan wafatnya Nabi Sulaiman as. Maha Suci Dzat Yang Kerajaan-Nya Tidak Pernah Sirnah dan Tetap Abdi.

*****

Dalam versi lain Syaikh as-Shawiy dalam Hasyiayahnya mencertitakan: Takkala Ratu Bilqis menyatakan ke Islamanya, tunduk pada agama Allah. Nabi Sulaiman as berkata pada Ratu Bilqis: “Sekarang pulanglah! Carilah laki-laki dari kaummu sebagai pendamping hidupmu, agar kau hidup tenang dan bahagia”.

“Wahai Nabiyullah! Wanita sepertiku, kau perintahkan agar menikahi laki-laki dari kaumnya? Aku adalah Ratu dari mereka”. Jawab Ratu Bilqis sedikit kurang percaya diri bila harus menikah dengan laki-laki dari kaumnya.

“Begitulah ajaran Islam, seorang wanita dewasa diajurkan menikah. Janganlah kamu mengharamkan suatu yang telah di halalkan Allah”. Fatwa Nabi Sulaiman pada Ratu Bilqis”.

“Kalau karena hal itu, aku tidak boleh tidak harus menikah dengan seorang laki-laki. Maka carikan aku seorang laki-laki shaleh yang mempunyai agama Islam yang kuat agar aku bisa berlajar dan bahagia dalam naungan rumah tangga Islami”.

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim
____________________________________
Semua kisah Nabi Sulaiman as dan Ratu Bilqis dari awal sampai akhir, saya sadur dari kitab para ulama diantaranya: Hasyiyah al-‘Allamah as-Shawiy al-Makkiy, Marohi Labib Syaikh Nawawiy al-Bantaniy, Sab’yati fi Mawa’idzu al-Bariyat Syaikh Abu Nashir al-Hamdaniy dan Badi’u az-Zuhur fi Waqai’u ad-Dzuhur.

#Semoga_Manfaat

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas