Tentang Doa di Bulan Rajab

Tidak ada komentar 203 views
banner 160x600
banner 468x60

๐ŸŒฟุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฑูŽุฌูŽุจูŽ ูˆูŽุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุจูŽู„ู‘ูุบู’ู†ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ๐ŸŒฟ

“Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami kepada Ramadhan.”

Doa ini adalah doa yang paling masyhur dibaca pada bulan Rajab. Syaikh Abi Ismail al-Anshoriy al-Harawiy (381 H – 481 H) mengatakan: Tidak ada hadist yang shahih, yang menjelas keutamaan bulan Rajab selain hadist ini dan hadist ini menjadi dalil disunahkannya berdoa mohon ditetapkan hidup (panjang umur) hingga pada masa (tahun, bulan dan hari) berikutnya yang memiliki banyak keutamaan agar bisa menambah kebajikan-kebajikan di dalamnya. Sesungguhnya orang mukmin tidak akan bertambah usia kecuali dengan kebaikan dan paling baiknya manusia adalah orang pajang umur dan berbuat kebaikan. Para ulama salaf sangat mendambakan meninggal dunia dalam keadaan melakukan amal yang shaleh seperti saat berpuasa di bulan Ramadhan atau saat melaksanakan ibadah haji hingga dikatakan “Barang siapa yang mati dalam keadaan begini (bulan atau hari tertentu) dosa-dosanya akan diampuni”.

Diceritakan, ada sebagian shalafu as-Shalihin sedang sakit keras sebelum datangnya bulan Rajab. Dia lalu berkata: Aku berdoa kepada Allah ๏ทป semoga aku masih diberi hidup hingga datang bulan Rajab karena aku pernah mendengar bahwa Allah ๏ทป memberi pembebasan dari (dosa-dosa) di bulan itu”. Allah ๏ทป akhirnya menangguhkan kematian shalafu as-Shalihin tersebut hingga bisa menyicipi berkah indah bulan Rajab.

Waalahu Alamu

Sumber:

๐ŸŒฟ|al-Imam al-Hafidz Zainuddin Abi al-Faraj Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hanbali ad-Damsyiqi |Lathaifu al-Ma’rif fi Ma li al-Wasmi al-Ami min al-Wadhaif| Daru Ibnu Katsir, hal 234|
__________________________________

Teks Hadits di atas tertulis dalam musnad Imam Ahmad (1/259), no. 2346;

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุนูŽู†ู’ ุฒูŽุงุฆูุฏูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุงู„ุฑู‘ูู‚ูŽุงุฏู ุนูŽู†ู’ ุฒููŠูŽุงุฏู ุงู„ู†ู‘ูู…ูŽูŠู’ุฑููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฑูŽุฌูŽุจูŽ ูˆูŽุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุจูŽู„ู‘ูุบู’ู†ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุบูŽุฑู‘ูŽุงุกู ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูู‡ูŽุง ุฃูŽุฒู’ู‡ูŽุฑู

โ€œAbdullah menyampaikan kepada kami, Ubaidullah bin Umar menyampaikan kepada kami, dari Zaa-idah bin Abi al-Raqqad, dari Ziyad al-Numairi, dari Anas bin Malik berkata: Apabila masuk bulan Rajab, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฑูŽุฌูŽุจูŽ ูˆูŽุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุจูŽู„ู‘ูุบู’ู†ูŽุง ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

“Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami kepada Ramadhan.” Kemudian beliau berkata, โ€œPada malam jumatnya ada kemuliaan, dan siangnya ada keagungan”.”

Hadits ini juga diriwayatkan Al-Thabrani dalam al-Ausath (4/189), Ibnu Sunni dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah (659), Al-Baihaqi menyebutkan dalam Suโ€™ab al-Iman (3/375), Abu Nuโ€™aim dalam Al-Hilyah (6/269), Al-Bazzar dalam Musnadnya (Mukhtasar Zawaidul Bazar li al-Hafidz: 1/285, 402), dari berbagai jalan periwayatan dari Zaidah bin Abu Raqqad, ia berkata, โ€œTelah menceritakan kepadaku Ziyad an Numairi, dari Anas secara marfuโ€™.โ€

Penulis: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas