Pindahnya Istana Ratu Bilqis Dengan Sekejap Mata

banner 160x600
banner 468x60


Pernikahan Abadi |5|

Asscholmedia.net – Malam-malam Ratu Bilqis di negeri Saba’ tidak tenang dan gelisah, tidur tiada lena. Sejenak tertidur lalu terhentak bangun mengira para utusannya telah datang membawa kabar Nabi Sulaiman as dan kerajaannya.

Selang beberapa hari, akhirnya para utusan kembali ke negeri Saba’ beserta hadiyah yang dibawanya. Mereka meceritakan pada Ratu Bilqis semua apa yang mereka lihat dan mereka saksikan di istana Nabi Sulaiman as. Tentang kemegahan, keagungan dan keajaiban yang tidak yang pernah mareka lihat sebelumnya.

“Aku sudah menyangka hal itu, Dia pasti seorang nabi sekaligus seorang maha raja yang memiliki kerajaan yang luar biasa dan kita tidak akan sanggup melawannya dengan peperangan”. Ucap Ratu Bilqis pada segenap punggawanya.

Ibnu Abbas ra, mengisahkan: Setelah mendengar cerita dari para utusannya, ia bergegas mengirimkan jubir pada Nabi Sulaiman as, dengan membawa pernyataan: “Aku akan datang ke istanammu dengan membawa semua raja yang ada di bawah kekuasaanku. Aku ingin tahu apa yang akan kau perintahkan dan apa yang akan kau sampaikan dari agamamu?”.

Kemudian Ratu Bilqis memerintahkan semua pintu-pintu istananya dikunci, menyisakan para penjaga dan beberapa prajurit lalu bersiap diri untuk menyonsong ke istana Nabi Sulaiman as.

Kala itu Nabi Sulaiman as sudah berada di Baiti al-Maqdis. Jarak yang akan ditempuh dari Saba’ menuju ke Baitil Maqdis tidak kurang 2 bulan perjalanan kaki dan sekitar 12 ribu lebih raja-raja bawahannya ikut serta mendampingi perjalanan Ratu Bilqis.

*****

Nabi Sulaiman as baru saja keluar dari ruang pembaringannnya dan duduk di atas singgasana, terdengar derap-derap debu di kejauhan (mukjizat). Lalu bertanya pada salah satu punggawanya: “Suara apa ini? Tanya Nabi Sulaiman as. “Itu Suara langkah Ratu Bilqis dan Pengikutnya yang sudah berada di tempat ini (menyebut salah satu tempat) kira-kira perjalanan 1 Farsakh dari sini wahai Nabiyullah! “.

Berkatalah Nabi Sulaiman as di hadapan para punggawanya. Jin, Syetan dan Manusia berada di sana.

“Wahai para pembesar! Siapakah di antara kalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri (tunduk dan beriman ada agama Allah ο·»)?” (QS. an-Naml : 38).

β€œAkulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya”. (QS. an-Naml : 39). Kata β€˜Ifrit dari golongan Jin. Syaikh an-Nawawi al-Bantaniy dalam tafsirnya mengatakan: Konon, dia bernama Dzakwan, riwayat lain mengatakan dia bernama Shakhrun dan Kauzan. Fisiknya seperti gunung.

“Adakah yang bisa lebih cepat dari itu?” Tantang Nabi Sulaiman as pada punggawa lainnya.

“Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” (QS. an-Naml : 40). Ucap seorang yang mempunyai ilmu dari kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman. Ibnu Iyas al-Handafiy dalam karya mengatakan: Menurut Syaikh Muqatil, orang itu adalah Jibril as. Sedang menurut Syaikh as-Sadayu, dia adalah Abu al-‘Abbas al-Khadhir as. Riwayat lain mengatakan, dia Nabi Sulaiman as sendiri. Sementara menurut mayoritas ahli ulama di antaranya Ibnu Abbas ra, Qatadah as dan Mujahid. Dia bernama Ashif bin Barkhiya seketaris Nabi Sulaiman as yang mengetahui rahasia asma al-A’dzam dan barang siapa yang berdoa dengan asma al-A’dzam ini pasti dikabulkan.

“Lihatlah wahai Nabiyullah ke arah kananmu!” pinta Ashif bin Barkhiya.

Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata:

Ω‡Ω°Ψ°ΩŽΨ§ مِنْ ΩΩŽΨΆΩ’Ω„Ω Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩΩŠΩ’ Ϋ— Ω„ΩΩŠΩŽΨ¨Ω’Ω„ΩΩˆΩŽΩ†ΩΩŠΩ’Ω“ Ψ‘ΩŽΨ§ΩŽΨ΄Ω’ΩƒΩΨ±Ω Ψ§ΩŽΩ…Ω’ Ψ§ΩŽΩƒΩ’ΩΩΨ±Ω Ϋ— ΩˆΩŽΩ…ΩŽΩ†Ω’ Ψ΄ΩŽΩƒΩŽΨ±ΩŽ ΩΩŽΨ§ΩΩ†Ω‘ΩŽΩ…ΩŽΨ§ ΩŠΩŽΨ΄Ω’ΩƒΩΨ±Ω Ω„ΩΩ†ΩŽΩΩ’Ψ³ΩΩ‡Ω– ۚ ΩˆΩŽΩ…ΩŽΩ†Ω’ ΩƒΩŽΩΩŽΨ±ΩŽ ΩΩŽΨ§ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ±ΩŽΨ¨Ω‘ΩΩŠΩ’ ΨΊΩŽΩ†ΩΩŠΩ‘ΩŒ ΩƒΩŽΨ±ΩΩŠΩ’Ω…ΩŒ

β€œIni termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.” (QS. an-Naml : 40).

*****
Terdapat keterangan menarik yang disampaikan oleh para mufassirin dari persitiwa kepindahan istana Ratu Bilqis yang dilakukan Ashif bin Barkhiya.

Menurut Ibnu Abbas ra, Ashif bin Barkhiya sebelum melakukan itu dia telah berdoa. Konon, yang dibacanya adalah يَا ذَا Ψ§Ω„Ω’Ψ¬ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ω„Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ₯ΩΩƒΩ’Ψ±ΩŽΨ§Ω…Ω riwayat lain mengatakan: يَا Ψ­ΩŽΩŠΩ‘Ω يَا Ω‚ΩŽΩŠΩ‘ΩΩˆΩ’Ω…Ω dan sebagian ulama mengatakan:

يَاΨ₯ΩΩ„Ω°Ω‡ΩŽΩ†ΩŽΨ§ وَΨ₯ΩΩ„ΩŽΩ‡ΩŽ ΩƒΩΩ„Ω‘ΩŽ Ψ΄ΩŽΩ’ΩŠΩ’Ψ‘Ω Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‡Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΨ§Ψ­ΩΨ―Ω‹Ψ§ Ω„ΩŽΨ§ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‡ΩŽ Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ Ψ£ΩŽΩ†Ω’Ψͺَ Ψ§Ψ¦Ω’ΨͺΩΩ†ΩΩŠΩ’ Ψ¨ΩΨΉΩŽΨ±Ω’Ψ΄ΩΩ‡ΩŽΨ§

Setelah berdoa, Allah ο·» memerintahkan malaikat agar membawakan istana Ratu Bilqis melalui dasar bumi kemudian muncul di hadapan Nabi Sulaiman as.

Syaikh Nawawi al-Bantaniy menambahkan dalam tafsirnya: Nabi Sulaiman as meminta Ashif bin Barkhaya melakukan semua itu bukan Nabi Sulaiman as tidak mampu melakukan sendiri, tapi untuk menampakan karomah umatnya agar semua tahu bahwa dalam setiap umat para nabi ada Ahli Karomah yang tidak boleh diingkari.

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas