Penolakan Hadiah dan Jawaban Teka-Teki Ratu Bilqis

banner 160x600
banner 468x60


Pernikahan Abadi |4|

Asscholmedia.net – Di istana, Nabi Sulaiman as sedang berkumpul bersama para penggawa dan segenap panglima-panglima besarnya menunggu kabar Hud hud dari negeri Saba’.

Tak lama kemudian Hud hud datang membawa segala berita penting. Ia mencerita semua apa yang dilihat, disaksikan dan yang didengarnya.

Mendengar pemaparan Hud hud, Nabi Sulaiman berkata dan memerintahkan pada golongan Jin:

“Wahai golongan Jin! Buatlah bata-bata dari emas, lalu buatlah tanah lapangan tanpa bangunan semacam alun-alun kota seluas 9 Farsakh (1 farsakh = 3 mil = 5541 m x 9 = 49,869 km) dan hamparlah bata-bata emas itu diatasnya. Kemudian bangunlah tembok dari emas dan perak disekelilingnya”.

Setelah itu Nabi Sulaiman as memerintahkan pada para penggawanya: “Carikan hewan didarat dan dilautan yang paling indah dan unik”.

“Ya Nabiyullah! Di lautan ini (nama lautan tertentu) ada makhluk laut yang beraneka macam bentuk dan warnanya. Mempunyai sayap, jengger dan jambul”. Tutur salah satu penggawa Nabi Sulaiman yang siap berangkat mencari hewan-hewan itu.

Lalu Nabi Sulaiman as, menyuruh meletakan hewan-hewan itu di sebelah kanan dan kiri lapangan (alun-alun) di sertai sangkar emas dan kolam ikan yang indah. Kemudian anak-anak Jin memerintahkan, agar berbaris didekatnya.

Sementara Nabi Sulaiman as duduk di singgasananya yang kelilingi 400 ribu kursi. Satu Farsakh (3 mil = 5541 m) ditempati penggawa pilihan dari golongan syetan, satu farsakh lagi ditempati penggawa pilihan dari manusia dana satu farsakh lain ditempati binatang-binatang buas, liar dan segala macam unggas.

*****

Tatkala utusan Ratu Bilqis sudah mendekat ke lapangan (alun-alun) dan menyaksikan kemegahan singgasana Nabi Sulaiman as serta aneka hewan yang bermacam jenis, bentuk dan warna yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Mereka tidak terasa keluar air kencing, pucat pasi dan ciut nyalinya karena ta’jub. Lalu mereka letakan begitu saja semua hadiyah yang mereka bawa dilantai.

Kemudia saat mereka disuruh menghadap Nabi Sulaiman as, mereka menundukkan kepala tanda pasrah. Kala mereka ditanya tujuan kedatangannya, tidak satu pun yang mau menjawab hanya pemimpin mereka yang maju memberikan surat kerajaan yang berisi permohonan pada Nabi Sulaiman as (baca: jebakan) berikut daftar hadiyah yang dibawa mereka.

Setelah Nabi Sulaiman as membaca semua isi surat yang diserahkan, Nabi Sulaiman as bertanya: “Mana keranjang itu? Bawa kesini”. Perintah Sulaiman as.

Lalu, didatangkanlah keranjang itu dihadapan Nabi Sulaiman as. Sejenak Nabi Sulaiman as mengamati keranjang yang dihadapannya,tertutup rapat oleh kain sutra Dibaj. Lalu sesuai permohonan yang tertulis dalam surat, Nabi Sulaiman as berusaha menebak isi didalam keranjang dengan cara mengubah-ngubahnya namun tidak lama Jibril as datang memberi tahu jawaban dari teka-teki dan jebakan Ratu Bilqus berikut apa isi yang ada dalam keranjang.

Lantas Nabi Sulaiman as berkata pada mereka: “Isi dalam keranjang ini adalah mutiara yang berharga, yang belum dilubangi dan manik-manik mutiara yang telah dilubangi”.

Mendengar jawab Nabi Sulaiman, kepala utusan itu berkata: “Anda benar! Lalu Anda dimohon lubangi mutiara itu sehingga bisa diuntai dengan benang tapi tidak boleh dilakukan oleh golongan Manusia atau Jin”. Sahut sang kepala utusan.

Nabi Sulamain as bertanya pada segenap punggawanya yang ada disitu. Manusia, Jin dan syaitan namun hanya golongan syaitan menjawab: “Panggilah rayap wahai Nabiyullah! Ia pasti bisa melubangi mutiara itu”.

Lalu datanglah sang rayap, menggerogoti dan melubangi mutiara itu sembari munguntai dengan sehelai rambut di mulutnya.

Nabi Sulaiman as kemudian bertanya pada sang rayap: Apa keinginannmu wahai rayap?”.

“Hamba ingin rezeki hamba ada di kayu”. Jawab sang rayap.

“Baik akan aku doakan keinginanmu, Allah ﷻ akan menjadikan rezekimu ada pada kayu”. Doa dan restu Nabi Sulaiman pada sang rayap.

“Lalu siapa yang bisa lubangi dan menguntai manik-manik ini?”. Tanya Nabi Sulaiman as pada para penggawanya.

Kemudian datanglah ulat yang nyatakan sanggup .

“Hamba sanggup melubangi dan menguntai manik-manik itu wahai Nabiyullah!”.

Nabi Sulaiman as kemudian bertanya pada sang ulat: “Apa keinginannmu wahai ulat?”.

“Hamba ingin rezeki hamba ada di buah”. Jawab sang ulat.

“Baik akan aku doakan keinginanmu, Allah ﷻ akan menjadikan rezekimu ada pada buah”. Restu Nabi Sulaiman as pada sang ulat.

Setelah itu sang kepala utusan mengatakan: Sekarang bedakan dari pelayan-pelayan itu mana yang laki-laki dan mana yang perempuan?

“Baiklah! Sekarang, perintahkan pelayan-pelayan itu agar membasuh wajahnya dengan menggunakan tangan mereka”. Perintah Nabi Sulaiman as.

Setelah pelayan-pelayan itu membasuh wajahnya masing-masing dengan tangan mereka. Maka air basuhan dari pelayan perempuan jatuh mengenai lengan bagian dalam dan air basuhan dari pelayan laki-laki jatuh mengenai lengan bagaian luar. Dari peristiwa inilah, jenis kelamin para pelayan yang sengaja dikaburkan dapat terbongkar.

Dan berkatalah (Nabi Sulaiman) pada mereka:

أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَا آتَانِ اللَّهُ خَيْرٌ مِمَّا آتَاكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ، ارْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُم بِجُنُودٍ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُم مِّنْهَا أَذِلَّةً وَهُمْ صَاغِرُونَ

“Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah ﷻ berikan kepadaku ( berupa kenabian dan kerajaan) lebih baik daripada apa yang Allah ﷻ berikan kepada kalian (berupa kedunian); tetapi kamu merasa bangga dengan hadiah kalian. (QS. an-Naml : 36)

فَلَمَّا جَاءَ سُلَيْمَانَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَا آتَانِيَ اللَّهُ خَيْرٌ مِّمَّا آتَاكُم بَلْ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ

Nabi Sulaiman as kemudian memerintahkan para utusan tersebut untuk kembali. Tidak hanya itu, Nabi Sulaiman meminta Ratu (Bilqis) mereka untuk mendatangi Nabi Sulaiman. Bahkan Nabi Sulaiman as mengancam akan mengusir mereka dari negeri mereka (negeri Saba’) jika Ratu Bilqis tidak mau datang sebagaimana yang terekam dalam firman Allah ﷻ:

ارْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُم بِجُنُودٍ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُم مِّنْهَا أَذِلَّةً وَهُمْ صَاغِرُونَ

“Kembalilah kepada mereka (dengan hadiah yang kamu bawa itu) sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”. (QS. an-Naml : 37).

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas