Hadiah Ratu Bilqis Untuk Nabi Sulaiman

Tidak ada komentar 81 views
banner 160x600
banner 468x60


Pernikahan Abadi |3|

Asscholmedia.net – Setelah Ratu Bilqis membaca surat Nabi Sulaiman as, Dia terkesima dan tergun seperti ada getar-getar rasa menggelayut dalam jiwanya bercampur rasa takut dan tunduk pada keagungan Nabi Sulaiman as.

Sementara di kejahuan Hud hud terus memantau gerak-gerik Ratu Bilqis, seolah-olah pandangannya tidak mau lepas dari semua apa yang lakukan dan ucapkan Ratu Bilqis sampai pada Ratu Bilqis duduk di atas singgasananya yang kemudian mengumpulkan semua pembesar dan orang-orang berpengaruh di negeri Saba’. Konon, jumlah mereka tidak kurang dari 312 orang dan setiap pembesar memiliki 10 ribu pengikut.

“Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku).” (QS. an-Naml : 32). Perintah dan harapan Ratu Bilqis pada para pembesar kerajaannya, setelah dia menceritakan isi surat dan ajak Nabi Sulaiman kepadanya.

Mereka menjawab: “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.” (QS. an-Naml : 33).

Mendengar jawaban para pembesar istana, Ratu Bilqis berkata:

“Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat. Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu”. (QS. an-Naml : 34-35). Kalau dia seorang raja pasti akan menerima semua hadiah yang akan aku kirimkan dan kalau di seorang nabi pasti dia akan menolaknya.

Dikirimlah 500 pelayan laki-laki dan 500 pelayan perempuan. Menurut Syaikh as-Shawiy dan sebagian para Mufassir, dalam pengiriman hadiah Ratu Bilqis membuat satu rekayasa atau teka-teki untuk menguji sejauh mana kehebatan dan kepribadian Nabi Sulaiman as.

Maka semua pelayan perempuan yang diikut sertakan bersama hadiah, dikenakan pakaian dan aksesoris laki-laki dan sebaliknya pelayan laki-laki di kenakan pakaian dan aksesoris perempuan. Pelayan perempuan dikenakan semacam topi dan sabuk besar di pinggangnya dan pelayan laki-laki dikenakan kalung-kalung emas dileher dan anting-anting emas ditelinganya yang dipadu dengan beberapa intan permata.

Lalu, semua pelayan perempuan dinaikan di atas kuda-kuda terbaik nan gagah. Sementara pelayan laki-laki dinaikan di atas kuda-kuda pengangkut beban yang dihiasi lampion-lampion terbuat dari emas yang disematkan permata indah dan tutupi dengan kain sutra Dibaj termahal. Juga tidak ketinggalan lempengan-lempengan emas murni dan mahkota yang elok bertahtakan permata, yaqut dan ruby sebagai hadiah utama. Di samping itu masih ada keranjang-keranjang berisi penuh butiran mutiara termahal dan manik-manik beserta benang penguntainya, juga beberapa wewangian seperti kasturi, ambar dan gaharu sebagai hadiah tambahan.

Kemudian Ratu Bilqis memanggil kepala pembesar istana yang bernama Mundzir bin Amr dan semua cendikiawan yang berpengaruh di Saba’ guna mengarahkan mereka.

“Ketika kalian nanti sampai dan bertemu dengan Sulaiman, maka katakan padanya: Kalau kamu benar-benar Raja Agung, maka sebutkan dan bedakan apa yang kami bawa serta tebaklah apa isi yang ada dalam keranjang-keranjang itu sebelum kami buka. Lalu mintalah pada Sulaiman agar mutiara-mutiara itu dilubangi dengan bentuk lubang yang sama kemudian untailah manik-manik mutiara itu dengan benang yang telah tersedia tanpa disetuh tangan manusia atau jin”. Perintah Ratu Bilqis pada mereka sebelum berangkat menuju istana Nabi Sulaiman as.

Setelah itu Ratu Bilqis memerintahkan kepada semua pelayan laki-laki dan perempuan yang telah disiapkan.

“Ketika Sulaiman nanti mengajak bicara atau bartanya pada kalian, maka bagi pelayan laki-laki harus berbicara dan menjawab dengan suara kemayu layaknya orang perempuan dan bagi pelayan perempuan harus berbicara dan menjawab dengan suara tegas dan jantan layaknya orang laki-laki”.

Kemudian Ratu Bilqis menghimbau kepada semua utusan: “Wahai para utusan! Perhatikan dan lihat dengan seksama apa reaksi Sulaiman saat kalian masuk membawa hadiah dan bertemu Sulaiman. Bila dia nanti memandang kalian dengan padangan amarah dan sombong, berarti dia seorang raja. Kalian jangan takut pada padangannya, kita semua lebih mulia dan lebih kuat dari mereka. Dan bila dia memandang kalian dengan wajah teduh dan menyenangkan, berati dia seorang nabi. Maka fahami semua ucapnya dan jawablah dengan santun ketika ditanya.

Setelah Hud hud menyaksikan dan mendengar semua rencana Ratu Bilqis. Hud hud segera pergi, terbang melesat bak anak panah menghadap Nabi Sulaiman as dan menceritakan semua rencana yang akan diusung Ratu Bilqis.

Waallahu ‘Alamu.

Penulis Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas