Burung Hud-Hud Telik Sandi dan Jubir Nabi Sulaiman yang Cerdas


Pernikahan Abadi |2|

Asscholmedia.net – Menganal burung kecil ini dengan sebutan Hud hud Sulaiman, ia memiliki ciri fisik yang sangat mencolok. Memiliki paruh dan jambul yang juga panjang. Dari kepala leher dada dan punggung berwarna coklat dengan ujung jambul hitam. Sayap dan ekornya kombinasi antara warna hitam dan putih berselang-seling.

Bacaan Lainnya

Ukuran 30 cm, agak lebih besar dari burung merpati. Ia akan menggerakkan kepalanya dengan mengangguk-angguk saat bersuara, “hup-hup-hup” begitulah kira-kira suaranya. Ketika akan hinggap di pohon atau ketika merasa ada bahaya yang mendekatinya, ia akan mengangkat jambulnya sebagai tanda waspada. Predator Hud hud umumnya adalah burung pemangsa seperti elang dan alap-alap.

Burung ini aktif beraktifitas di lahan terbuka yang lembab. Dia akan menusuk-nusukkan paruhnya yang panjang di tanah untuk mencari makanan berupa serangga. Sarangnya adalah lubang-lubang di pohon maupun tebing yang melindunginya dari terik matahari dan hujan.

Burung Hud hud ternyata juga dapat dijumpai di Indonesia, namun terbatas di Sumatera dan Kalimantan saja. Mereka kadang mendatangi Indonesia untuk bermigrasi saat daerah asalnya mengalami musim dingin.

Hud-hud merupakan nama yang disebutkan dalam Al Quran, sedangkan nama lokalnya sendiri adalah hupo tunggal. Dalam bahasa inggris dia disebut dengan sebutan eurasian hoopoe dan memiliki nama ilmiah Upupa epops.

*****

Ada sebuah kisah versi lain dibalik raibnya Hud hud yang dirangkum oleh al-Allammah Syaikh as-Showiy dan al-Allammah Syaikh Nawawiy al-Bantaniy dalam tafsir beliau berdua. Simak kisahnya:

Setelah Nabi Sulaiman as merampungkan pembangunan Baiti al-Maqdis, beliau punya keinginan berziarah ke Baitullah, Makkatu al-Mukarramah.

Maka, segala persiapan telah dilakukan. Tidak ketinggalan sebagian bala tentara Nabi Sulaiman as yang terdiri dari manusia, jin, burung dan bintang buas ikut serta dibawa. Angin sebagai kendaraan khusus yang digunakan Nabi Sulaiman as membawa mereka ke tanah Haram.

Sesampainya ditanah Haram Nabi Sulaiman dan rombongannya tidak bisa melakukan ibadah seperti sholat di samping Baitullah karena banyak berhala yang dipasang disana serta tidak ada perintah dari Allah untuk dihancurkannya. Nabi Sulaiman as hanya bisa melakun qurban setiap hari selama Beliau tinggal. Konon, setiap hari Nabi Sulaiman menyembeleh 5 ribu unta, 5 ribu sapi dan 2 ribu kambing.

Saat subuh berkumandang Nabi Sulaiman as keluar dari makkah, melewati Yaman kemudian singgah di Shana’a pada waktu zawal (tergelincirnya matahari) setelah melakukan perjalanan selama sebulan. Di Shana’a Nabi Sulaiman terpesona dengan pemandangan yang indah, pohon-pohon tumbuh nan hijau dan bunga-bunga bermekaran harum semerbak menyapa setiap pengujungnya. Karena itu Nabi Sulaiman memutuskan untuk singgah di Shana’a untuk sekedar melakukan sholat dan makan siang.

*****

Tidak ada masjid bumi pun jadi tempat bersujud bagi hamba-hamba Allah menjaga ketakwaannya. Tatkala Nabi Sulaiman as hendak melakukan sholat, dia tidak menjumpai air untuk bersesuci. Dan disaat yang bersamaan Hud hud tanpa dikomando langsung terbang mengangkasa, mencari sumber mata air untuk Nabi Sulaiman as.

Dikatakan, Hud hud dengan pandangan dan penciumannya yang tajam mampu mendeteksi keberadaan semua sumber mata air yang ada didasar bumi seperti melihat dibalik kaca.

Saat di udara setelah menoleh ke kanan dan ke kiri, ia melihat taman di istana Ratu Bilqis. Karena penasaran, Hud hud turun menuju taman istana Bilqis. Disana Hud hud bertemu burung Hud hud yang lain yang bernama ‘Afiir sedangakan Hud hud Sulaiman bernama Ya’fuur. Dua burung itu asyik ngobrol dan saling memperkenalkan diri satu dengan yang lain.

‘Afiir bertanya pada Ya’fur Hud hud Sulaiman: “Dari mana asalmu?”.

“Aku datang dari Negara Syam, sahabat karib Sulaiman bin Daud as”. Jawab Ya’fuur

‘Afiir bertanya lagi “Siapa Sulaiman itu”?

“Dia seorang maha raja bagi manusia, jin dan syetan, burung, binatang buas dan angin” Ya’fuur. Lalu kemudian balik bertanya:

“Kamu sendiri berasal dari mana?”

“Saya, dari negara ini”. Jawab ‘Afiir tenang.

“Lalu siapa yang menjadi raja di negeri ini?” Sambung Ya’fuur.

“Dia seorang wanita, yang bernama Ratu Bilqis. Sahabatmu meski memiliki kerajaan dan kekuasaan yang agung namun dia belum dikatakan sempurna bila tidak menguasi kerajaan (Ratu Bilqis) ini. Ratu Bilqis menjadi Ratu di negara Yaman ini, dia memiliki 400 ratus raja bawahan yang berada dalam genggaman kekuasaannya. Setiap raja bawahannya mememilki istana tersendiri dan memiliki 400 prajurit serta memiliki 300 mentri dan pejabat negara yang mengatur kerajaannya. Dia memiliki 12 panglima dan setiap panglima memimpin 12 ribu prajurit. Apakah kau mau ikut denganku, hingga kau bisa menyaksikan semua kerajaan Ratu Bilqis? Ajak ‘Afiir pada Ya’fuur mengakhiri percakapannya.

“Tidak, Aku takut Nabi Sulaiman as mencariku di saat waktu sholat, ketika dia membutuhkan air.” Tolak Ya’fuur.

“Ayolah! Ikut denganku sebentar saja, barang kali apa yang kau lakukan ini bisa membantu sahabatmu untuk mempermudah berbuat kebaikan pada kerajaan ini kelak”. Bujuk ‘Afiir pada Ya’fuur Hud hud Sulaiman meyakinkan.

Akhir kedua burung Hud hud itu berangkat bersama, menyaksikan dari dekat kerajaan megah Ratu Bilqis.

*****

Sementar Nabi Sulaiman as di Shana’a kebingungan mencari air sambil mencari tahu keberadaan Hud hud. Jin dan manusia yang ada bersamanya juga tidak bisa membantu banyak Nabi Sulaiman as menemukan air. Dalam riwayat lain di tafsir al-Jalain diceritakan Nabi Sulaiman akhirnya meminta bantuan syetan untuk menemukan air dengan menguliti bumi seperti menguliti kambing.

Inilah awal mulanya kisah Hud hud menghilang yang menyebabkan murka Nabi Sulaiman.

Waalahu Allamu

Penulis: Abdul Adzim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.