Surat Nabi Sulaiman AS Pada Ratu Bilqis

2 comments 307 views
banner 160x600
banner 468x60

Pernikahan Abadi |1|

Asscholmedia.net – Siang itu, Hud hud raib dari tempat biasanya. Hal itu diketahui setelah wajah Nabi Sulaiman as terkena sorot matahari siang dari celah-celah lubang yang biasa dihuni Hud hud.

“Kemana Hud hud? Aku tidak melihatnya”. Tanya Nabi Sulaiman as pada burung Rajawali yang menjadi pimpinan semua unggas.

Rajawali kebingungan menjawabnya. Ia seketika terbang mencari Hud hud ke segala arah, namun usahanya tidak menemukan hasil. Ia langsung kembali menghadap Nabi Sulaiman as.

“Hamba tidak menemukan Hud hud Baginda! Sepertinya Hud hud raib entah kemana?”. Jawab Rajawali.

Mendengar laporan Rajawali, Nabi Sulaiman berkata: “Kalau begitu! Pasti akan aku hukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas”. (QS. an-Naml : 21).

Sebagian ulama menjelaskan tentang hukuman berat yang akan diterima Hud hud. Pendapat pertama mengatakan: Bulu-bulu Hud hud akan dicabuti dan akan menjadi santapan semut di di beduk siang. Pendapat kedua mengatakan: Akan diasingkan dan akan dikumpulkan dengan burung yang bukan jenisnya atau kalau tidak, akan sembelih.

Tatkala Hud hud datang, ia berjumpa dengan burung Rajawali yang menceritakan bahwa Nabi Sulaiman as telah mencarinya dan menghukumnya bila tidak bisa memberikan alasan yang tepat.

Tampak banyak bertanya, Hud hud pergi menghadap Nabi Sulaiman as, ia datang bersimpuh dihadapan Nabi Sulaiman as dengan menurunkan kedua sayapnya.

Melihat Hud hud telah datang Nabi Sulaiman as, menyambutnya dengan ramah dan tidak langsung menyalahkan Hud hud sebelum ia dimintai alasan kenapa ia raib dari istana?.

“Dari mana saja, kau seharian wahai Hud hud? Tanya Nabi Sulaiman ramah.

“Maafkan Hamba Baginda! Hamba datang terlambat kerana hamba masih memantau sebuah kawasan yang luput dari pengamatan Baginda. Di bumi Yaman ada seorang ratu yang berkuasa. Kemegahan istananya begitu indah yang tidak pernah aku temukan bandingannya. Dia bernama Ratu Bilqis. Kekuasaannya begitu luas dan besar namun sayang dia dan rakyatnya penyembah matahari”. Tutur Hud hud dengan detail saat di tanya Nabi Sulaiman as.

Ath-Thabariy mengatakan: Nama asli Bilqis adalah Bulqimah, dia adalah putri Hudad putra dari Sarahbil. Ash-Shawiy dalam tafsirnya menambahkan: Dia masih keturunan Arab bin Qahthan. Ayahnya seorang Raja Agung yang mempunyai kekuasaan besar dan luas. Bilqis adalah anak bungsu dari 40 saudaranya.

*****

Saat Nabi Sulaiman as, mendengar kisah Ratu Bilqis dan rakyatnya yang menyembah matahari. Nabi Sulaiman as tergerak ingin mengajak Ratu Bilqis memeluk agama Islam. Maka ditulislah sepucuk surat untuk Ratu Bilqis:

Ω…Ω† ΨΉΨ¨Ψ― Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ³Ω„ΩŠΩ…Ψ§Ω† Ψ¨Ω† داود Ψ₯Ω„Ω‰ Ψ¨Ω„Ω‚ΩŠΨ³ Ω…Ω„ΩƒΨ© Ψ³Ψ¨Ψ§Ψ‘ Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… Ψ§Ω„Ψ³Ω„Ψ§Ω… ΨΉΩ„Ω‰ Ω…Ω† Ψ§ΨͺΨ¨ΨΉ Ψ§Ω„Ω‡Ψ―Ω‰ Ψ£Ω…Ψ§ Ψ¨ΨΉΨ― فلا ΨͺΨΉΩ„ΩˆΨ§ ΨΉΩ„Ω‰ وائΨͺΩˆΩ†ΩŠ Ω…Ψ³Ω„Ω…ΩŠΩ†

“Dari hamba Allah, Sulaiman bin Daud kepada Bilqis Ratu Saba’:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Keselamatan Allah bagi orang yang mengikuti jalan petunjuk.

Setelah itu, Maka janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Surat itu ditulis oleh Nabi Sulaiman as dengan jiwa ketulusan yang dimulai dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kemudian setelah selesai ditulis, surat dilipat dan cetak dengan Kasturi temahal dan distepel dengan cap kerajaaannya.

Maka berkatalah Nabi Sulaiman as pada Hud hud: bawalah surat ini, β€œAkan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.” (QS. an-Naml : 27-28).

Mendapat titah itu Hud hud terbang membelah angkasa, menuju bumi Saba’ tempat Ratu Bilqis tinggal, yang didampingi oleh burung-burung lain dengan makhota yang disematkan Nabi Sulaiman di kepala Hud hud.

Sampailah, Hud hud di istana Ratu Bilqis pada siang hari, saat itu Ratu Bilqis sedang tidur lelap di pembaringannya. Konon, jendela istana Ratu Bilqis berjumlah 360 dan sinar matahari masuk melalui jendela-jendala itu setiap hari dan sepanjang tahun juga terdapat 7 tujuh pintu yang terletak dari segala arah.

Hud hud masuk melalui salah satu jendela yang berhadapan langsung dengan tempat pembaringan Ratu Bilqis. Kemudian Hud hud meletakkan surat itu di atas dada Ratu Bilqis agar dia mudah menemukan surat itu. Versi lain mengatakan, bahwa surat itu dilempar Hud hud melalui atap kaca kamar Ratu Bilqis. Konon atap kaca itu berfungsi sebagai pemantau matahari. Saat matahari tampak dari atap kaca itu, Ratu Bilqis langsung bersujud.
Setelah itu Hud hud bertengger di bibir jendela tempat ia masuk agar bisa menyaksikan langsung apa yang dikerjakan Ratu Bilqis saat dia terbangun dari tidurnya.

Lama sekali Hud hud menunggu Ratu Bilqis hingga akhirnya Ratu Bilqis terbagun dan menemukan surat itu.

Dengan perlahan Ratu Bilqis, membuka sampul surat, membacanya perlahan lalu dikecupnya surat itu dan kemudian diletakan di atas keningnya sembari terbaring menghayati isi pesan yang tersirat didalamnya.

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas