AYAT TAHAJJUD VERSI IBNU KATSIR (2)

Tidak ada komentar 136 views
banner 160x600
banner 468x60


#Kajian_Tafsir

Asscholmedia.net – Masih seputar tafsir Ayat sholat Tahajjud, di edisi kali ini al-Hafidz Ibnu Katsir akan menjelaskan secara khusus maksud dari kata “مقاما محمودا” menurut prospektif para ulama.

Ada beberapa komentar yang sempat dihimpun al-Hafidz Ibnu Katsir Tafsirnya di antaranya: Imam Ibnu Jarir ath-Thabari mengatakan: “Mayoritas Ahli Ta’wil berpendapat: Maksud dari “مقاما محمودا” adalah maqom (tempat) yang akan ditempati Rasulullah ﷺ di hari Kiamat untuk memberikan syafa’ah (pertolongan) kepada manusia agar mekera bisa istirahat dengan tenang dari dahyat prahara di hari itu sebagaimana hadits yang pernah disampaikan oleh Ibnu Bisyar, Abdurrahman, dan Sufyan dari Abi Ishaq dari sholah bin Zifar dari Hudaifah ra berkata:

يجمع الناس في صعيد واحد، فيسمعهم الداعي، وينفذهم البصر، حفاة عراة كما خُلقوا، قياما لا تكلَّم نفس إلا بإذنه، ينادى: يا محمد، فيقول: لبيك وسعديك والخير في يديك، والشرّ ليس إليك، والمهديّ من هَدَيت، عبدك بين يديك، وبك وإليك، لا ملجأ ولا منجا منك إلا إليك، تبارك وتعاليت، سبحانك ربّ هذا البيت ؛ فهذا المقام المحمود الذي ذكره الله تعالى.
“Allah ﷻ akan mengumpulkan semua manusia dalam suatu tanah lapang, mereka akan mendengar seruan penyeru dan dilihat dalam keadaan tanpa alas kaki dan telanjang sebagaimana awal mereka diciptakan, mereka diam berdiri tidak bercakap kecuali dengan idzin-Nya. Kemudian Allah ﷻ menyeru: Wahai Muhammad!. Maka baginda Nabi ﷺ menjawab: “Aku penuhi panggil-Mu, kebahagiaan di atas kebahagiaan untuk-Mu, (sumber) kebaikan di tangan-Mu, kejelekan tidak berasal dari-Mu, orang mendapat petunju berasal dari hidayah (petunjuk)-Mu, hamba-Mu berada hadapan-Mu, dengan-Mu, kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tidak ada yang bisa menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan kepada-Mu, bertambah keberkahan-Mu dan bertambah keluhuran-Mu, Maha Suc Engkan Tuhan rumah (Ka’bah) ini’, inilah dia al-Maqam al-Mahmud yang dinyatakan Allah Taala”. [Juga bisa dibaca dalam: Tafsir al-Tabari, 17/526]. Kemudian ada pula riwayat dari Bindar dari Ghundar dari Syu’bah dari Abi Ishaq juga ada riwayat dari Abdurrazaq dari Mu’ammar dan ats-Tsauriy dari Abi Ishaq.

Semantara menurut Ibnu Abbas ra yang maksud dari “مقاما محمودا” adalah maqom (derajat) syafa’at (pertolongan) pendapat ini juga sampaikan oleh Ibnu Abi Najih dari riwayat Mujahid. Al-Hasan al-Bishriy dan Qatadah mengatakan:

هو أول من تنشق عنه الأرض ، وأول شافع ، وكان أهل العلم يرون أنه المقام المحمود الذي قاله الله تعالى : (عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا)

Beliau (Rasulullah ﷺ) adalah orang pertama yang bangkit dari bumi (kubur dihari pembangkitan) dan orang pertama yang membari syafaat (pertolongan). Para ahli ilmu berpendapat bahwa inilah yang dimaksud dari “مقاما محمودا” yang firmankan Allah ﷻ:

عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا

“Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79).

Setelah itu al-Hafidz Ibnu Katsir menambahkan:

لرسول الله صلى الله عليه وسلم تسليما تشريفات [ يوم القيامة ] لا يشركه فيها أحد ، وتشريفات لا يساويه فيها أحد ؛ فهو أول من تنشق عنه الأرض ويبعث راكبا إلى المحشر ، وله اللواء الذي آدم فمن دونه تحت لوائه ، وله الحوض الذي ليس في الموقف أكثر واردا منه ، وله الشفاعة العظمى عند الله ليأتي لفصل القضاء بين الخلائق ، وذلك بعدما يسأل الناس آدم ثم نوحا ثم إبراهيم ثم موسى ثم عيسى ، فكل يقول : ” لست لها ” حتى يأتوا إلى محمد صلى الله عليه وسلم فيقول : ” أنا لها ، أنا لها ” كما سنذكر ذلك مفصلا في هذا الموضع ، إن شاء الله تعالى.

“Rasullullah ﷺ memiliki beberapa kemulian kelak di hari Kiamat yang tidak ada seorang pun menyamai dan menandingi kemuliannya. Beliau (Rasulullah ﷺ) adalah orang pertama yang bangkit dari tanah (kubur) dan dibangkitkan dengan menunggangi kendaraan menuju padang Mahsyar. Beliau memilik bendera, dimana Nabi Adam as dan lainnya berada dibawah benderanya. Beliau memiliki telaga di tempat pemberhentian (mawqif) yang tidak satu pun telaga yang paling banyak didatangi kecuali telaganya. Beliau memiliki Sya’faatu al-‘Udzma (pertolongan yang paling agung) yang saya jelaskan secara detail di fasal al-Qadha baina al-Khalaiq (keputusan bagi para makhluk). Sya’faatu al-Udzma (pertolongan yang paling agung) itu terjadi setelah semua manusia meminta pertolongan pada Nabi Adam as, Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as dan kemudian Nabi Isa as namun mereka semua (para Nabi) menyatakan: “Saya tidak bisa memberi pertolongan (pertolongan) pada kalian” hingga kemudian semua manusia mendatangi Nabi Muhammad ﷺ dan Nabi ﷺ berkata: “Akulah yang mempunyai syafaat (pertolongan) itu” Akulah yang mempunyai syafaat (pertolongan) itu” yang akan saya terangkan kemudian di fasal ini. Isyaallah..

ومن ذلك أنه يشفع في أقوام قد أمر بهم إلى النار ، فيردون عنها . وهو أول الأنبياء يقضى بين أمته ، وأولهم إجازة على الصراط بأمته . وهو أول شفيع في الجنة ، كما ثبت في صحيح مسلم . وفي حديث الصور : إن المؤمنين كلهم لا يدخلون الجنة إلا بشفاعته وهو أول داخل إليها وأمته قبل الأمم كلهم . ويشفع في رفع درجات أقوام لا تبلغها أعمالهم . وهو صاحب الوسيلة التي هي أعلى منزلة في الجنة ، لا تليق إلا له . وإذا أذن الله تعالى في الشفاعة للعصاة شفع الملائكة والنبيون والمؤمنون ، فيشفع هو في خلائق لا يعلم عدتهم إلا الله ، ولا يشفع أحد مثله ولا يساويه في ذلك . وقد بسطت ذلك مستقصى في آخر كتاب ” السيرة ” في باب الخصائص ، ولله الحمد والمنة .

Dari (sebab) itu Rasulullah ﷺ bisa memberikan syafaat (pertolongan) kelak di hari Kiamat suatu kaum (bangsa) yang sudah difonis (perintahkan) masuk neraka. Beliau Rasulullah ﷺ orang pertama kali dari kalangan para Nabi yang memutuskan perkara umatnya di hari Kiamat. Orang yang pertama kali melintas di atas Shirathol Mustaqim bersama umatnya. Orang yang pertama kali meberikan syafa’at di surga sebagaimana penjelas Imam Muslim dalam haditsnya. Dan dalam gambaran hadits terdapat keteranga yang menyatakan: Bahwa semua orang Mukmin kelak akan masuk surga dengan sebab Syafaat Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ Orang yang pertama kali masuk surga bersama umatnya sebelum semua umat Nabi lain memasukinya. Beliau ﷺ bisa memberi syafa’at pada beberapa kaum (bangsa) yang amalnya tidak bisa mencapai derajat yang tinggi. Beliau ﷺ adalah Shahibu al-Washilah (pemilik pelantara) yang mempunyai kedudukan paling tinggi di surga, yang tidak pantas bagi lainnya kecuali Beliau ﷺ. Ketika Allah ﷻ telah memberi idzin syafa’at (pertolongan) pada orang yang bermaksiat, maka para malaikat, para Nabi dan orang mukmin bisa memberikan syafa’atnya. Maka Beliau ﷺ bisa memberikan syafaat pada semua makhluk yang tidak diketahui hitungan jumlahnya kecuali Allah ﷻ dan tidak ada seorang pun yang bisa menanding atau menyamai Rasulullah ﷺ dalam hak pemberian syafa’at. Untuk lebih detailnya mengenai keterangan pemberian syafaat Rasulullah ﷺ bisa dilahat di akhir kitab “as-Sirah an-Bawiyah” dalam bab “al-Khashaish”. Segala puji dan keanugerah bagi Allah ﷻ.

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

📌Al-Hafidz ‘Imaduddin Abu al-Fida bin Umar Ismail bin Katsir ad-Damsyiqi| Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim| Darul Kutub al-Ilmiyah juz 3 hal 50-51

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas