DOA-DOA RASULULLAH ﷺ SAAT TURUN HUJAN LEBAT DAN ANGIN KENCANG (4)

4- Dalam kitab al-Majmu’ Syarhu al-Muhaddab karya Imam an-Nawawiy (w.676 H) mengatakan: “Ketika datang angin kencang Rasulullah ﷺ berdo’a supaya angin tersebut membawa rahmat dan kebaikan, bukan angin yang membawa kerusakan sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Al-Syafi’i dalam kitabnya al-Umm dari sanad Ibnu Abbas ra:

Bacaan Lainnya

عن ابن عباس رضى الله عنهما «ﻣﺎ ﻫﺒﺖ ﺭﻳﺢ ﺇﻻ ﺟﺜﺎ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺭﻛﺒﺘﻴﻪ ﻭﻗﺎﻝ: اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلآتَجْعَلْهَا عَذَابًا، اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلآتَجْعَلْهَا رِيْحًا»

Dari Ibnu Abbas ra bahwa jika ada angin kencang maka Nabi ﷺ bersimpuh di atas kedua lututnya dan berdoa: “Ya Allah ﷻ, jadikanlah angin ini sebagai rahmat dan jangan jadikan adzab. Jadikanlah angin yang berhembus dan jangan jadikan angin yang menghancurkan.” (HR. Asy-Syafi’i dan ath-Tabraniy).

Ditemukan juga dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawiy beberapa hadits yang menjelaskan hal yang sama di antaranya hadits yang riwayatkan Abu Daud dan Ibnu Majah dalam kitab Sunannya dengan sanad yang Hasan:

عن أبي هريرة قال: رسوالله صلى الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالى تأتي الرحمة وتأتي العذاب، فإذا رأيتموها فلا تسبوها وسلواالله خير ها واستعينوا با لله من شرها.

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Angin adalah nikmat dari Allah ﷻ yang kadang mendatangkan rahmat dan kadang mendatangkan siksa. Karena itu apabila kalian menyaksikannya, maka jangan dicaci maki, tapi perbanyaklah meminta kepada Allah ﷻ kebaikan dengan adanya angin dan memohon perlindungan kepada-Nya dari angin yang tidak baik.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Di halaman berikutnya Imam an-Nawawiy mencantumkan hadits yang riwayatkan at-Tirmidzi dan lainnya dari Ubay bin Ka’ab ra:

عن أبي بن كعب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لا تسبوا الريح، فإذا رأيتم ما تكرهون فقولوا: « اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيحِ وَخَيْرِ مَا فِيهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيحِ وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ»

“Dari Ubay bin Ka’ab ra, ia berkata: Bersabda Rasulullah ﷺ, “Janganlah kalian mencaci-maki angin, maka apabila kalian melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, maka ucapkan kalianlah: “Ya Allah ﷻ, sesungguhnya kami mohon kepada-Mu dari kebaikan angin ini dan kebaikan yang yang dibawanya dan kebaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukannya yang dibawanya dan keburukan yang diperintahkan kepadanya. (HR. At-Tirmidzi).

Kemudian dalam kitab milik Ibnu Sunniy dari Salimah bin al-Akwa’ ra dengan sanad yang Shahih dan dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkarnya beliau berkata: Nabi ﷺ apabila angin bertiup kencang, beliau ﷺ berdoa:

اللّهُمَّ لَقْحًا لاَ عَقِيْمًا

“Ya Allah, datangkanlah angin ini dengan membawa air, bukan membawa kegersangan”. (HR. Ibnu Sunni dari Salimah bin al-Akwa’ ra)

Terakhir terdapat hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah dari Rasulullah ﷺ:

عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ” إذا وقعت كبيرة، أو هاجت ريح عظيمة، فعليكم بالتكبير، فإنه يجلو العجاج الأسود.

Dari Rasulullah ﷺ, Beliau ﷺ bersabda: “Jika terjadi peristiwa besar atau angin kencang bertiup, maka bertakbirlah; karena sesungguhnya ia akan menghilangkan petaka yang mencekam.”

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

🗞️ Syaikh Muhyiddin Abi Zakariya Hahya bin Syaraf an-Nawawiy| Al-Majmu’ Syarhu al-Muhaddab| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 6 hal 121-122

🗞️ Syaikh Muhyiddin Abi Zakariya Hahya bin Syaraf an-Nawawiy| Al-Adzkar min Kalami Sayyyidi al-Abrar| Maktabah Nizar Mushthafa al-Baz juz 1 hal 203-204

🗞️ Syaikh Muhammad Shadiq Hasan Khan al-Qannawjiy al-Bukhariy| Nuzul al-Abrar bi al-Ilmi al-Ma’tsur al-Ad’iya wa al-Adzkar| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 2 hal 121-122

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.