Do’a Semut Minta Hujan di Zaman Nabi Sulaiman Alaihi Salam

🚩Kisah Hikmah |1|

Bacaan Lainnya

Asscholmedia.net – Dalam kitab Tafsîr al-Qur’an al-‘Adhim, Imam Ibnu Katsir mengutip sebuah riwayat dari Imam Ibnu Abu Hatim. Berikut riwayatnya:

وقد قال ابن أبي حاتم: حدثنا أبي، حدثنا محمد بن بشار، حدثنا يزيد بن هارون، أنبأنا مسعر، عن زيد العمي، عن أبي الصديق الناجي قال: خرج سليمان عليه السلام يستسقي، فإذا هو بنملة مستلقية على ظهرها، رافعة قوائمها إلى السماء، وهي تقول: اللهم إنا خلق من خلقك، ولا غنى بنا عن سقياك، وإلا تسقنا تهلكنا. فقال سليمان عليه السلام: ارجعوا فقد سقيتم بدعوة غيركم

Ibnu Abu Hatim berkata, ayahku bercerita kepadaku, Muhammad bin Basysyar bercerita, Yazid bin Harun bercerita, Mis’ar bercerita, dari Zaid al-‘Ama, dari Abu al-Shiddiq al-Naji, ia berkata:

Nabi Sulaiman ‘alaihissalam keluar (dari istananya) untuk meminta hujan. Tiba-tiba ia menjumpai seekor semut yang berbaring dengan punggungnya (terlentang), (dan) semua kakinya diangkat menghadap langit. Semut itu berdoa:

اللَّهُمَّ إنّا خَلْقٌ مِن خَلْقِكَ وَلَا غَنِيَ بِنَا عَنْ سُقْياكَ وَإِلَّا تَسْقِنا أوْ تُهْلِكَنا

“Ya Allah, sesungguhnya kami adalah salah satu dari makhluk-Mu. Kami sangat memerlukan guyuran air (hujan)-Mu. Jika Kau tidak mengguyuri kami (dengan air hujan-Mu), Kau akan membuat kami binasa.”

Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berkata:

ارْجِعُوا فَقَدْ سُقِيتُمْ بِدَعْوَةِ غَيْرِكُمْ

“Pulanglah kalian, sudah ada (makhluk lain) selain kalian yang berdoa meminta hujan.”

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

🚩Referensi:

📖 Imam Ibnu Katsir| Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim| Daru al-Kutub al-Ilmiyaj juz 3, hal 323

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.