DOA-DOA RASULULLAH ﷺ SAAT TURUN HUJAN LEBAT DAN ANGIN KENCANG (1)

Asscholmedia.net – Selain mengumandang Adzan ketika hujan turun lebat dan angin kencang. Rasulullah ﷺ menganjurkan pada umatnya agar perbanyak berdoa. Berikut doa-doa yang ma’tsur dari Nabi beserta keterangan haditsnya:

Bacaan Lainnya

1- Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ: اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Nabi ﷺ ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an”

Artinya: “Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat” (HR. Bukhari no. 1032).

Syaikh Muhammad Abdurrauf al-Manawiy (w 1031 H) dalam Faidhu al-Qadir Syarhi al-Jam’i ash-Shaghir min Ahaditsi al-Basyiri an-Nadzir mengatakan:

وقوله (نافعا) تتميم في غاية الحسن لأن صبيا مظنة للضرر والفساد. قال في الكشاف : الصيب المطر الذي يصوب أي ينزل ويقع وفيه مبالغات من جهة التركيب والبناء، والتكثير دل على أنه نوع من المطر شديد هائل فتممه بقوله نافعا صيانة عن الإضرار الفساد.اهـ

Yang dimaksud Nafi’an (bermanfaat) dalam doa tersebut adalah menyempurnakan hingga puncak kebaikan karena turunnya hujan bisa saja diasumsikan akan ada bahaya dan kerusakan. Pengarang kitab al-Kasysyaf (az-Zammakhsyariy w. 538 H) mengatakan: Arti kata ash-Shaib doa tersebut adalah hujan yang turun dan dalam lafadz “ash-Shaib” ini mengandung arti Muballaghat (sangat) ditujau dari susunan kalimat dan bina’ (kerangka asal lafadz) serta juga mengandung arti Taktsir (banyak) yang menunjukkan bahwa lafadz “ash-Shaib” merupakan jenis curah hujan yang deras dan menakutkan, maka dari itu disempurnakan dengan lafadz Nafi’an agar terhindar dari bahaya dan kerusakan.

Sementara Ibnu Baththol nama lengkapnya Abi al-Hasan Ali bin Khalaf bin Abdil Malik (w. 449 H) dalam Syarah Shahih al-Bukhariy mengatakan:

فيه الدعاء الازدياد من الخير والبركة فيه والنفع به

”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan, keberkahan dan kemanfaatan semakin bertambah.”

Waallahu A’lamu

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

✍️ Syaikh Muhammad Abdurrauf al-Manawiy| Faidhu al-Qadir Syarhi al-Jam’i ash-Shaghir min Ahaditsi al-Basyiri an-Nadzir| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 5 hal 163

✍️ Syaikh Abi al-Hasan Ali bin Khalaf bin Abdil Malik| Syarah Shahih al-Bukhariy| Maktabah ar-Rasyad Riyadh juz 3 hal 22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.