CINTA ABADI ZULAIKHA DAN YUSUF AS (10 selesai)

banner 160x600
banner 468x60

Wafat dan Makam Nabi Yusuf As

Rupanya musibah musim paceklek (kurang pangan) bukan hanya dirasakan rakyat Mesir tapi juga berimbas pada negeri-negeri sekitarnya seperti Kan’an tempat kelahiran Nabi Yusuf as, ayah (Nabi Ya’kub as) dan saudaranya tinggal. Hingga apa yang diskenariokan Allah ï·» tentang mimpi Yusuf as, yang mengakibat saudara-saudaranya iri dan membuangnya, hikmah dipenjaranya Yusuf as akibat menolak ajakan Sang Majikan, Zulaikha. Kemudian terbebasnya Yusuf dari penjara, diangkat menjadi perdana mentri, penyatuan cintanya dengan Zulaikha dan pertemuan kembali dengan Ayah dan saudara kandungnya, Binyamin serta saudara-saudaranya yang lain yang dinantikan 70 tahun lamanya, benar-benar terjadi sebagaimana terekam lengap dalam Surat Yusuf dan terangkum dalam Ayat:

وَرَفَعَ اَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوْا لَهٗ سُجَّدًا ۚ وَقَالَ يٰٓاَبَتِ هٰذَا تَأْوِيْلُ رُءْيَايَ مِنْ قَبْلُ ۖقَدْ جَعَلَهَا رَبِّيْ حَقًّا ۗ وَقَدْ اَحْسَنَ بِيْٓ اِذْ اَخْرَجَنِيْ مِنَ السِّجْنِ وَجَاۤءَ بِكُمْ مِّنَ الْبَدْوِ مِنْۢ بَعْدِ اَنْ نَّزَغَ الشَّيْطٰنُ بَيْنِيْ وَبَيْنَ اِخْوَتِيْ ۗ اِنَّ رَبِّيْ لَطِيْفٌ لِّمَا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمٌ

“Dan dia menaikkan kedua orang tuanya (ayah dan saudara ibu atau bibinya) ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud (sujud pengharmatan) kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata, “Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana”. (QS. Yusuf : 100)

Kemudian diakhiri doa Nabi Yusuf as:

رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian takbir mimpi. (Ya Tuhan). Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS. Yusuf : 101).

*****

Waktu telah berlari menjemput masa, menuturkan selaksa kisah dan mencatat segala pristiwa sejarah.

Setelah Allah ï·» mengereatui pernikahan Nabi Yusuf as dan Zulaikha yang disaksikan para malaikat dan semua bidadari surga. Allah ï·» menugrahkan pada Nabi Yusuf as dan Zulaikha dua momongan anak, buah dari pernikahan mereka yang diarungi selama 40 tahun dan diberi nama Afratsim dan Maisyah.

Syaikah al-‘Aziziy dan Syaikh as-Sudayu (745 M) mengatakan: Pasca wafatnya Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf as menyusul Sang Ayah pulang keharibaan Allah ï·» dengan selisih 23 tahun. Sebelum meninggal dunia Nabi Yusuf as berpasan pada saudara-saudaranya:

“Wahai saudara-saudaraku! Kelak setelah aku meninggalkan dunia, kalian pergilah dari tanah Mesir, jangan ada yang menetap disini karena negeri ini akan dikuasai bangsa Fir’uan yang kejam dan dikdator”.

Nabi Yusuf meninggal pada usia 120 tahun, dimakam ditengah dasar sungai Nil.

Mengenai makam Nabi Yusuf as, Syeikh Thabarsi (w 548 H) dalam kitab tafsirnya menjelaskan, “Ketika Nabi Yusuf as wafat (meninggal dunia), jenazahnya dimasukkan dalam sebuah peti yang terbuat dari batu marmer dan dimakamkan di tengah Sungai Nil. Alasannya adalah karena ketika beliau meninggal dunia, rakyat Mesir saling berebut untuk membawa jenazah manusia mulia ini ke wilayah mereka agar mereka dapat tetap mendapatkan berkah. Akhirnya karena kemaslahatan, jenazah Nabi Yusuf as dimakamkan ditengah Sungai Nil dan mengingat aliran Sungai Nil tersebut melintasi ke berbagai tempat, maka berkahnya dapat dirasakan oleh seluruh kaum secara merata.
Kondisi ini berlanjut hingga masa Nabi Musa as dengan selisih 300 tahun. Dan ketika kepemimpinan Nabi Musa as, beliau mengangkat makam Nabi Yusuf as dan memindahkannya ke Palestina.”

Syaikh as-Sudayu (745 M) menceritakan :Penemuan jenazah nabi Yusuf as diawali oleh wahyu yang diterima Nabi Musa as saat beliau keluar dari Mesir bersama orang-orang Bani Israil.

Allah ï·» bersabda: “Wahai Musa! Bawalah Jenazah Yusuf bersama kalian”.

“Duhai Tuhanku! Hamba tidak tahu di mana Jenazah Nabi Yusuf as semayamkan”. Jawab Nabi Musa as.

Kemudian Allah ï·» kembali memberi wahyu pada Nabi Musa as: “Wahai Musa! Di Mesir ada seorang perempuan tua yang tuli nan buta. Dia bernama Sariha putri Aasyirin bin Ya’qub. Carilah dia! Dia yang tahu dimana Jenazah Nabi Yusuf disemayamkan?”.

Tanpa menunggu waktu Nabi Musa as mencari wanita tersebut. Setelah bertemu Nabi Musa bertanya: “Apakah kau tahu di mana makam Nabi Yusuf?”.

“Iya, Akulah yang tahu! Namun aku tidak akan memberitahumu dimana makam Nabi Yusuf as berada, sebelum kau membawaku bersamamu dan mendoakan aku agar Allah ï·» sudi menyembuhkan ketulian dan kebutaanku”. Jawab wanita tua itu dengan penuh harap.

Seketika itu Nabi Musa as mendoakan perempuan tua itu dan dengan idzin Allah ï·» akhirnya wanita tua itu bisa kembali mendenger dan melihat. Lalu menunjukkan jenazah Nabi Yusuf as disemayamkan di tengah dasar sungai Nil.

Dengan gembira Nabi Musa membawa jenazah Nabi Yusuf as yang diletakan dalam peti kayu beserta wanita tua tadi menuju Baiti al-Maqdis yang disemayamkan bersama Nabiyullah Ibrahim al-Khalil as.

Syaikh as-Sudayu mebambahkan, setalah Jenazeh Nabi Yusuf as dipindahkan dari daerah al-Fayyoum Mesir ke Baiti al-Maqdis, maka berkuranglah keberkahan bumi Mesir baik dari segi pertanian, pesona dan hasil ternaknya.

Konon, jenazah Nabi Yusuf bersemayam didalam dasar sungai Nil selama 333 tahun namun al-Kasa’i mengatakan, selisih kelahiran Nabi Yusuf as dan Nabi Musa as adalah 500 tahun dimana Nabi Yusuf lahir di Kan’an dan Nabi Musa di Mesir.

Waallah A’llamu

Oleh: Abdul Adzim
________________________________________________________________________________________________

Allahamdulillah selasai sudah kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha dengan segala intrik, tragedi, dendam, kesabaran dan kemesraan. Maka tak salah bila dikatakan bahwa kisah Nabi Yusuf as adalah kisah yang terindah yang pernah diceritakan dalam al-Qur’an dan lainnya sebagaimana Allah ï·» berfirman di awal surat Yusuf:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (QS. Yusuf: 3).

Dan di akhir surat ini Allah ï·» kembali berfirman bawah dalam kisah Nabi Yusuf as ada pembelajaran bagi orang-orang yang berakal dan sebagai pentunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ.

“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur’an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

#Semoga_Manfaat

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas