Menu Terong Penyet

Asscholmedia.net – Terong selalu menjadi idola dan makanan spesial bagi semua orang, khususnya bagi yang butuh biaya irit. Lebih-lebih kalau dibakar, selain rasa yang enak dan bergisi tinggi, harganya pun murah meriah.

Emm, ternyata terong sejak zaman dulu sudah menjadi makan vaforit bagi semua bangsa hingga demi memuaskan selera mereka, para penggemar terong tidak segan-segan memalsukan hadits. Di antaranya:

الْبَاذِنْجَانُ لِمَا أُكِلَ لَهُ

“Terong sesuai keinginan ketika memakannya”

Al-Imam as-Suyuthi dalam kitab Mishbahu az-Zujajah ala Sunan Ibnu Majah (Darul al-Kutub-Bairut Lebanon 2/182) mengatakan hadist ini maudhu’ dan palsu yang di edit dari hadist shahih hasan:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya.” (HR. Ibnu Majah)

Sementara al-Imam as-Sakhawi dalam al-Maqosid al-Hasanah (Daru al-Kutub al-‘Arabiy-Lebanon hal 147) mengatakan hadits ini bathil, tidak mempunyai asal pijakan yang jelas dan pernah mendengar dari sebagian pakar hadits mengatakan: “Hadits ini dibuat-buat oleh golongan az-Zanadiqah (baca: az-Zanadiqah) dan al-Imam az-Zarkasiy menambahkan: “Banyak dari kalangan awam yang tertipu dan percaya dengan hadits palsu tersebut hingga tersiar di antara mereka mengatakan: “Hadits ini lebih shahih dari hadist Rasulullah ﷺ:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air zam-zam sesuai keinginan ketika meminumnya.” (HR. Ibnu Majah). Ini adalah pernyataan yang tidak baik dan keliru.

Al-Imam Ibnu al-Qayyim al-Juziyah dalam kitab al-Minar al-Munif (Daru al-‘Ashimah-ar-Riyadh hal 39) mengatakan: “Hadits ini bahaya kalau sampai diucapakan oleh pelaku medis (dukun) yang tidak bertanggung jawab. Demi untuk menarik animo masyarakat agar mau berobat, mereka akan berkata:

“Terong sangat baik untuk mengobati penyakit panas, Melancholia dan lainnya”, “Terong dapat membuat orang menjadi kaya”, Terong dapat membuat orang menjadi cerdas dan pintar”.

Dan dapat dipastikan seandainya mereka memakan terong dengan niat mengobati sakit panas dan penyakit as-Sauda’ (Melancholia) akut serta penyakit lainnya tentu akan tambah parah penyakitnya. Orang fakir yang memakannya dengan niat agar bisa kaya, tentu tidak akan pernah kaya begitu juga orang bodoh memakannya dengan niat agar menjadi cerdas dan pintar, tentu tidak akan pernah cerdas dan pintar.

Selain hadits di atas, juga ditemukan beberapa hadits paslu yang lebih ektrim dalam mempromosikan kuliner terong, di antaranya:

عن أنس بن مالك مرفوعاً: كلوا الباذنجان وأكثروا منه فإنها أول شجرة آمنت بالله عز وجل.

وعن أبي هريرة مرفوعاً: كلوا الباذنجان فإنها شجرة رأيتها في جنة المأوى شهدت لله بالحق ولي بالنبوة ولعلي بالولاية فمن أكلها على أنها داء ،كانت داءً، ومن أكلها على أنها دواء كانت دواء.

وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال : ” كنا في وليمة رجل من الأنصار، فأُتيَ بطعام فيه باذنجان، فقال رجل من القوم: يا رسول الله ، إن الباذنجان يُهَيِّجُ المِرار، فأكل رسول الله صلى الله عليه وسلم باذنجانة في لقمة، وقال:” إنَّما الباذِنجان شفاءٌ من كل داء، ولا داءَ فيه” .

Oleh: Abdul Adzim

Waallahu A’lamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.