CINTA ABADI ZULAIKHA DAN YUSUF AS (8)

Tidak ada komentar 139 views
banner 160x600
banner 468x60

Yusuf As, Perdana Menteri Terhebat Yang Pernah Ada

Waktu terus melaju, Zaman pun berubah dengan cerita dan peristiwa yang baru. Tidak terasa sudah enam tahun Yusuf as berada di penjara.

Wahba Ibnu Munabbih mengatakan: Hitungan enam tahun itu sesuai dengan kata اذكرني dalam firman Allah ﷻ :

وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِّنْهُمَا اذْكُرْنِي عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) di alam penjara beberapa tahun lamanya. (QS. Yusuf:42).

Rasulullah ﷺ bersabda:

“رَحِمَ اللهُ أَخِيْ يُوْسُفَ لَوْلَا أَنَّهُ قَالَ الْكَلِمَة الَّتِي قَالَ مَا لَبِثَ فِي السِّجْن بضعَ سِنِيْنَ”

“Allah telah merahmati saudarku Yusuf.Seandainya Yusuf tidak mengatakan kalimat yang diucapkan (Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu), maka dia tidak akan tinggal di penjara beberapa tahun lamanya (enam tahun).
Menurut at-Thabariy dalam tafsirnya, setelah Yusuf as mengatakan kalimat itu, terdengar suara: “Wahai Yusuf! Kau telah berpasrah pada Tuhan selain Aku? Sungguh akan Aku perlama kau dipenjara”. Mendengar peringitan dari Allah۠ ۢﷻ, Yusuf as menangis dan berkata: “Wahai Tuhanku! Hatiku telah lalai, banyak bencana menimpa”.

Saat dalam kesedihan itu, Jibril as datang menjenguk Yusuf as dengan membawa kabar gembira dan butiran-butiran intan dari surga.

“Wahai Yusuf as! Sungguh kabar gembira dari Allah ﷻۢ kian dekat. Kau akan segera terbebas dari penjara ini, yaitu ketika Raja Rayyan yang berkuasa saat ini bermimpi dan tidak ada seorangpun yang bisa menakwil mimpinya. Maka telanlah butiran-butiran intan ini. Kau akan mengetahui semua takbir mimpi”. Perintah dan ucap Jibril as pada Yusuf as dengan penuh perhatian.

*****

Selang beberapa hari Raja Rayyan bermimpi, melihat air sungai Nil surut dan kering kerontang, lalu tampak tujuh ekor sapi yang gemuk. Lalu lama kemudian tampak tujuh sapi yang kurus yang kemudian memakan tujuh sapi yang gemuk. Setelah itu tampak tujuh tangakai padi yang hijau dan disusul tujuh tangai padi yang menguning yang merusak tujuh tangkai padi yang hijau.

Karena takut Raja Rayyan mengumpulkan semua tukang tafsir mimpi yang di Mesir, namun tidak satupun dari mereka yang bisa menafsiri mimpi Sang Raja. Mereka hanya berkata:

“Ini hanya bunga tidur, wahai Baginda”.

Hingga pada akhirnya Yusuf as dibebas dari penjara sebagai imbalannya bila dia bisa menafsiri mimpi Sang Raja.

“Wahai Yusuf as! Apa gerangan arti dari mimpiku ini?”. Pinta Raja Rayyan pada Yusuf as dengan penuh santun.

“Baik wahai Baginda Raja! Arti dari tujuh ekor sapi yang gemuk. Lalu tujuh sapi yang kurus yang kemudian memakan tujuh sapi yang gemuk adalah, bahwa akan datang selama tujuh tahun musim-musim subur, melimpah ruah hasil pertanian. Lalu akan datang tujuh tahun musim-musim paceklik (tahun kurang pangan) dan kemarau panjang”.

Raja Rayyan bertanya pada Yusuf as: “Apa yang harus kami lakukan dan kami persiapkan wahai Yusuf as?”.

“Menanam padilah kalian sebanyak-banyaknya di saat musim subur, kemudian panenlah dan tinggalkan hasil panen kalian melekat beserta tangkai dan jeraminya dalam lumbung besar yang kalian buat karena jerami-jerami itu akan bermanfaat untuk makanan ternak dan padinya untuk persedian pangan rakyat di musim pajeklik nanti”. Perintah Yusuf as pada mereka.

“Lalu siapa yang akan menangani semua ini?”. Tanya Raja Rayyan lagi.

“Jadikan aku perdana mentri kerajaan, Insyaallah aku akan menjaga dan mengatur semuanya dengan baik”? Jawab Yusuf as.

*****
Setelah Yusuf as diangkat menjadi perdana mentri kerajaan, hari-harinya disibukan dengan mengatur persiapan mengadapi tahun-tahun pajeklik. Yusuf as mempersiapkanya dengan teliti dan akurat. Banyak ide-ide berlian yang dimunculkan, salah satunya membangun lumbung raksasa yang diberi nama Ihram untuk persiapan pangan negara selama tujuh tahun mendatang.

Tahun pertama dilewati Yusuf as dan segenap rakyat mesir dengan mulus tanpa masalah dan keluhan, begitu juga di tahun kedua dan ketiga hingga di penghujung tahun ketujuh saat semua persediaan pangan sudah mulai habis dan lumbung raksasa sudah kosong. Mereka para rakyat Mesir berduyun-duyun mendatangi Yusuf untuk meminta pertanggung jawaban namun belum sampai mereka menghujjat Yusuf as karena habisnya persedian pangan. Dengan idzin Allah ﷻ, perut mereka bisa kenyang hanya dengan memandang ketampan wajah Yusuf as. Kemudian esokan hari dan seterusnya saat perut mereka lapar, mereka cukup memandang wajah Yusuf as dengan niat makan pagi dan sore hingga pangan mereka tercukupi sampai tiba masa datangnya tahun kesuburan dan bercocok tanam.

Waallahu A’lamu

Oleh: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas