CINTA ABADI ZULAIKHA DAN YUSUF AS (7)

Penjara Lebih Aku Sukai, Dari Pada Harus Mengikuti Ajakan Kalian

Bacaan Lainnya

Langit Mesir masih diselimuti awan hitam. Berita Ratu Zulaikha mencoba menggoda hamba sahayanya semakin merebak menjadi buah bibir publik, ditambah banyaknya istri-istri pembesar istana yang ikut tergila-gila pada ketampanan Yusuf as.

Menanggapi fenomena yang terjadi dan semakin tidak terkendali, Raja Qithfir memutuskan agar Yusuf as di penjara. Dia takut kalau dibiarkan dan tidak segera di tangani akan mengancam reputasi dan kedudukan dirinya sebagai raja Mesir.

Maka digiringlah Yusuf as ke penjara, dengan tangan terikat diatas keledai dan diarak mengeliling kota, pasar dan alun-alun. Lalu diumumkan pada halayak ramai.

“Beginilah, akibat orang yang mencoba serong dan mengkhiati Raja”. Koar salah satu pentugas istana pada segenap rakyat yang hadir menyaksikan Yusuf as digiring ke penjara, sembari menakut-nakuti mereka dengan hukuman yang sama bila berani melanggar hukum.

*****

Sebelum kisah ini lanjutkan, ada penggalan cerita yang tercecer asal muasal Yusuf as dipenjara. Yaitu:

Tatkala para wanita bangsawan itu, telah membuktikan pesona ketampanan Yusuf as dengan terpotongnya jari jemari mereka. Sebelum pulang, mereka sempat mengatakan pada Yusuf as:

“Yusuf as! Sekarang, ikutilah apa yang diperintahkan majikanmu. Jangan pernah membangkangnya lagi”.

Yang kemudian diamini Zulaikha dengan nada mengancam: “Aku telah perintahkan kepadanya agar mentaatiku dan akan aku penjarakan bila dia membangkangku lagi, biar (merasakan kepedihan) bersama orang-orang yang hina di penjara”. (QS. Yusuf : 32).

Yusuf as tetap pada pendiriannya, bahkah baginya penjara jauh elok dibanding mengikuti ajakan mereka. Kata-kata ini tertuang dalam doa Yusuf as:

رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

“Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Dan jika tidak Engkau hindarikan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan terjerumus pada kemauan mereka dan aku termasuk orang-orang yang bodoh (yang gemar berbuat dosa)”. (QS. Yusuf 12:33).

Dari doa inilah, Allah ﷻ mengabulkan. Yusuf as akhirnya di penjara.

*****

Kembali pada lanjutan cerita, ketika Yusuf as telah mendekam di penjara, keadaan Zulaikha bukan malah tenteram dan bahagia. Dia, dari hari kehari malah semakin terpuruk dan mengenaskan. Siang dan malam, dia tidak bisa tidur nyenyak, makan dan minum sudah tidak bergairah hingga raganya tinggal kulit dan tulang. Saat seperti itu Zulaikha menghibur diri dengan berfikir dan mengambil kesimpulan tentang dirinya.

“Bila Yusuf as, seorang anak muda takut berbuat durhaka (maksiat) pada Tuhannya dan lebih memilih dipenjara. Aku yang lebih tua ini, malah tidak takut sama sekali dengan kedurhakaan”. Guman Zuliakah setiap kali mengingat kenangan bersama Yusuf as.

Sementara Yusuf as di penjara sedikit terhibur dengan sesama penghuni tahanan. Setiap satu bulan sekali Jibril as datang mengunjungi dan menghibur Yusuf as dengan kabar gembira bahwa dirinya akan menjadi raja.

Pada kesempatan itu Yusuf bertanya pada Jibril as:

“Wahai Jibril as! Saat aku dulu berada dalam di dasar sumur, kau datang mengujungi dan menghiburku setiap hari dengan kata indah yang menenteramkan jiwaku. Tapi kini saat aku di penjara kau hanya datang sebulan sekali. Apa gerangan yang membedakan?”. Tanya dan keluh Yusuf as.

“Aku tidak tahu Yusuf as! Aku hanya menjalankan perintah Tuhanmu, bermunajat dan bertanyalah kau pada-Nya”. Jawab Jibril as

Yusuf as pun akhir bermunajah pada Allah ﷻ:

“Duhai Tuhanku! Aku begitu bahagia, saatku di kegelapan sumur sedangkan dalam penjara (ini) aku meresakan kesedihan dan nestapa”.

Allah ﷻ memberi wahyu pada Yusuf as

“Wahai Yusuf! Kau berada dalam sumur itu atas kehendak-Ku, Sedangkan kau berada dalam penjara atas kehendakmu sendiri. Ingatlah saat kau mengatakan: Penjara lebih aku sukai dari pada mengikuti ajakkan kalian”.

Waalahu A’lamu

Oleh: Abdul Adzim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.