CINTA ABADI ZULAIKHA DAN YUSUF AS (6)

Pembuktian Zulaikha: ” Kenapa Aku Sangat Mencintai Yusuf As?”

Bacaan Lainnya

Sepandai-pandainya bangkai ditutupi, pasti akan tercium juga. Begitulah kata pepatah. Meski peristiwa persilingkuhan Zulaikha dan Yusuf as telah disimpan rapat oleh pihak istana namun beritanya tetap saja menyebar ke seluruh penjuru Mesir. Wanita-wanita kota di Mesir ramai menggunjing perbuatan Zulaikha:

“Istri Aziz (Raja Qithfir) menggoda pemuda yang menjadi hamba sahayanya agar tunduk menuruti kemauannya, cintanya kepada pemuda itu sangat mendalam. Sungguh Kami melihat dia dalam kesesatan yang nyata”. (Yusuf:30)

*****

Tatkala Zulaikha mendengar wanita-wanita di kota Mesir santer mengujingkan dirinya, Zulaikha berencana mengundang mereka ke istana untuk membungkam ejekan mereka karena telah jatuh hati pada Yusuf as, hamba sahayanya.

Maka hadirlah dari kalangan mereka, para istri pejabat dan aparatur pemirintah memenuhi undangan Zulaikha. Mereka dipersilahkan duduk ditempat yang terhormat dan istimiwa kemudian satu persatu dari mereka diberi buah Urtujah (semacam mangga) menurut versi lain apel, pisau dan piring yang dituangkan madu. Lalu dikatakan pada mereka:

“Nanti ketika Yusuf as pemuda Ibrani, hamba sahayaku keluar. Kalian semua satu persatu harus menyuapkan padanya hidangan ini”. Perintah Zulaikha pada mereka.

“Baik Ratu! Akan kami laksanakan sesuai perintah”. Jawab mereka dengan serentak.

Ditempat terpisah, Zulaikha meminta pada Yusuf as agar mau mematuhi perintahnya:

“Wahai Yusuf as! Ketahuilah, selama ini kau tidak pernah mematuhi semua apa yang aku perintahkan kepadamu. Apakah begini sikap seorang hamba sahaya pada majikannya? Sekarang, jangan kau menolaknya. Aku ingin meriasmu dengan seindah-indahnya riasan, lalu keluarlah temui para wanita bangsawan itu.

“Baiklah! Kali ini, lakukan apa yang kau inginkan”. Jawab Yusuf as, mengiyakan perintah Zulaikha.

Tampa keluh dan penolakan Yusuf as, dirias dengan tampannya. Baju sutera termahal yang dipadu dengan mutiara-mutiara langka di zamannya serta makhota emas yang bertabur berlian menghias di kepala Yusuf as.

“Sekarang keluarlah! Temui mereka para wanita bangsawan itu”. Perintah Zulaikha pada Yusuf as setelah dirias dengan begitu indahnya.

Lalu keluarlah Yusuf as menemui mereka, dengan sejuta pesona bertabur cahaya kenabian mengalahkan ketampan para malaikat dan pemuda pelayan-pelayan surga loka.

Maka tatkala wanita-wanita itu melihat Yusuf as, mereka terpesona, hilang ingatan bak terhipnotis hingga jari jemari mereka terpotong tidak terasa dan mereka berkata:

حَاشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

“Maha Suci Allah, ini bukanlah manusia melainkan dia malaikat yang mulia”. (QS. Yusuf as:31).

Mereka tidak sadar memotong jari-jemarinya sendiri yang dikira buah Urtujah (semacam mangga) atau apel menurut versi lain.

Menyaksikan kejadian itu, Zulaikha hanya tersenyum dan mengatakan pada mereka: “Itulah dia orangnya! Yang kalian mengejek dan menggunjingkan aku, karena aku mencintainya”. (QS. Yusuf:32).

*****

Ketika para wanita bangsawan itu pulang ke rumah masing-masing, mereka seperti orang hilang akal. Seluruh fikirannya terkenang wajah Yusuf as, mereka tidak sanggup bila disuruh menunggu sedetik saja tampa memandangnya. Mereka seperti orang mabuk, mengigau tidak karuan. Setiap kata yang keluar dari bibir mereka hanyalah lafadz Yusuf, Yusuf dan Yusuf. Mereka sudah tidak bisa merasakan sakitnya dicambuk oleh suami mereka karena cermburu pada Yusuf as

Wahba bin Munabbih mengatakan: “Para istri bangsawan yang menghadiri undangan Zulaikha kurang lebih berjumlah empat puluh wanita. Tujuh orang meninggal dunia karena tidak sanggup menahan getaran cinta yang timbul dari pesona Yusuf as.

Waallahu A’lamu

Oleh: Abdul Adzim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.