Umar bin Abi Rabi’ah Sang Perindu Yang Ulung Merayu

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Umar bin Abi Rabi’ah al-Makhzumi (lahir di Mekah November 644 M/ 23 H, wafat 711 M/93 H, Mekah). Seorang penyair Arab. Ia dilahirkan dalam keluarga kaya suku Quraish di Makkah, ayahnya adalah bernama Abdullah dan ibunya Asma binti Mukharriba. Tidak penyair yang paling terkenal dalam suku Quraish yang lebih masyhur darinya. Ia penulis syair-syair cinta dan cerpen yang handal. Ia dijuluki al-‘Asyiq (sang perindu), Aba al-Khattab, Abu Hafs, Abu Bashar dan Abu al-Mughirah meski dalam beberapa syairnya sedikit fulgar dan kontroversi. Konon ia seorang yang ulung dalam merayu wanita dengan syair-syair indahnya.

Berikut di antara syair-syairnya:

ุงูŽุดูŽุงุฑูŽุชู’ ุจูุทูŽุฑู’ูู ุงู„ู’ุนูŽูŠู’ู†ู ุฎููŠู’ููŽุฉูŽ ุงูŽู‡ู’ู„ูู‡ุงูŽ โ€ขโ€ขโ€ข ุงูุดูŽุงุฑูŽุฉูŽ ู…ูŽุญู’ู€ุฒููˆู’ู†ู ูˆูŽ ู„ูŽู€ู…ู’ ุชูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู

โ€œ(saat) Dia memberi isyarat dengan kedipan mata karena takut kepada keluarganya // seperti kedipan mata seorang yang dilanda kesedihan dan tidak bisa berkata-kata.

ููŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽู†ู’ุชู ุงูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุทูŽู‘ุฑู’ููŽ ู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุฑู’ุญูŽุจุงู‹ โ€ขโ€ขโ€ข ูˆูŽ ุงูŽู‡ู’ู„ุงูŽ ูˆูŽ ุณูŽู‡ู’ู„ุงู‹ ุจูุงู„ู’ุญูŽุจููŠู’ุจู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูŠูŽู‘ู…ู

Tapi aku yakin kalau matanya mengucapkan kata:, โ€œSelamat datang // wahai kekasih yang aku damba.

โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข

Dalam catatan lain ia pernah bersendung sayhdu:

ูˆุฌู„ุชู’ ุนุดูŠุฉ ูŽ ุจุทู†ู ู…ูƒุฉ ุฅุฐ ุจุฏุช โ€ขโ€ขโ€ข ูˆูŽุฌู’ู‡ุงู‹ ูŠูุถูŠุกู ุจูŽูŠูŽุงุถูู‡ู ุงู„ุฃูŽุณู’ุชูŽุงุฑุง

Kehidupan di lembah Makkah terlihat terang benderang // saat kau tampakan putih wajahmu yang menyibak kegegelapan.

ฺฉู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุชูุนู’ุฌูุจู ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ูˆูŠุฒูŠู†ูู‡ุง โ€ขโ€ขโ€ข ุญุณุจูŒ ุฃุบุฑู‘ูุŒ ุฅุฐุง ุชุฑูŠุฏู ูุฎุงุฑุง

Bak Matahari yang menakjubkan orang yang memandang dan menghiasinya // Cukuplah aku terpesona jika kau ingin membanggakan (kecantikanmu)

ุณู‚ูŠุชู’ ุจูˆุฌู‡ูƒู ูƒู„ู‘ู ุฃุฑุถู ุฌุฆุชู‡ุง โ€ขโ€ขโ€ข ูˆุจู…ุซู„ู ูˆุฌู‡ูƒู ู†ุณุชู‚ูŠ ุงู„ุงู…ุทุงุฑุง

(Kecantikan) wajahmu mampu nyirami setiap bumi yang datang // dan dengan laksana wajahmu kami meneguk rinai-rinai hujan

ู„ูŽูˆ ูŠูุจู’ุตูุฑู ุงู„ุซู‘ูŽู‚ู’ูู ุงู„ุจูŽุตููŠุฑู ุฌุจูŠู†ูŽู‡ุง โ€ขโ€ขโ€ข ูˆูŽุตูŽููŽุงุกูŽ ุฎูŽุฏู‘ูŽูŠู‡ุง ุงู„ุนูŽุชูŠู‚ูŽ ู„ูŽุญูŽุงุฑูŽุง

Seandainya keningnya bisa dilihat orang-orang yang memandang // dan lesung bening pipinya yang indah tentu mereka akan terbakar

ูˆุฃุฑู‰ ุฌู…ุงู„ูƒู ููˆู‚ูŽ ูƒู„ู‘ ุฌู…ูŠู„ุฉ โ€ขโ€ขโ€ข ูˆุฌู…ุงู„ู ูˆุฌู‡ูƒู ูŠุฎุทูู ุงู„ุฃุจุตุงุฑุง

Aku melihat kecantikan wajahmu di atas segala kecantikan wanita // dan kecantikan wajahmu mampu merampas setiap mata yang memandang.

Penulis: Abdul Adzim

Referensi:

Abbas Mahmud al-‘Aqqad| Syair al-Ghazal Umar bin Abi Rabi’ah

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas