CINTA ABADI ZULAIKHA DAN YUSUF AS (5)

Perngkap Cinta Zulaikha Menggoda Yusuf As

Bacaan Lainnya

Setelah semua pintu rumah Zulaikha terkunci, dan tinggal mereka berdua. Zulaikha mengajak Yusuf as seraya berkata: “Marilah ke sini”.

Yusuf as menjawab: “Aku berlindung kepada Allah dari perbuatan itu. Sesungguhnya suamimu adalah majikanku yang telah memperlakukan aku dengan baik, aku tidak akan mengkhianatinya dengan berlaku tidak baik terhadap istrinya…”. (QS. Yusuf:23).

Rupanya syetan telah memasang perangkapnya, Yusuf as nyaris tergoda oleh ajak Zuluikha. Andaikata Yusuf as tiada melihat tanda (dari) Tuhannya…”. (QS.Yusuf: 24).

*****
Menurut Ibnu Abbas ra, pada saat yang genting itu tiba-tiba Nabi Yakub as. Ayah Yusuf as tampak di hadapannya, lalu memukul dadanya sehingga keluarlah nafsu syahwat yang telah membara itu dari semua ujung-ujung jari Yusuf as. Menurut versi yang lain, Yusuf as melihat Jibril as yang menjegahnya agar tidak mengikuti ajakaan Zulaikha.

“Wahai Yusuf as! Bila kau melakukan perbuatan ini, maka aku akan menghapusmu dari daftar para nabi”. Ancam Jibril as.

Mendengar ancaman Jibril as, Yusuf as lari menuju arah pintu keluar, namun semua pintu telah terkunci rapat tidak ada celah pintu pun untuk bisa keluar.

Sementara Zulaikha, tidak putus asa mengajak Yusuf as kedua kalinya untuk mengikuti kemaunnya. Yusuf pun nyaris terpedaya oleh ajakan Zulaikha, namun Allah ﷻ mewahyukan pada Jibril as agar melindungi hambanya Yusuf as.

“Wahai Yusuf as! Apakah kau hendak berbuat dengan perbuat orang-orang yang berkhianat? Namamu telah tertulis didaftar orang-orang yang bertakwa”. Ancam Jibril pada Yusuf as untuk kedua kalinya.

Mendengar ancaman Jibril as, Yusuf as pun bangkit dan berlari mencari pintu keluar, namun usahanya tetap sia-sia kerena semua pintu telah terkunci. Kejadian ini terulang hingga ketiga kalinya sebelum Allah ﷻ akhirnya menyalamatkan Yusuf as dari tipu daya Zulaikha sebagaimana firman-Nya:

كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

“Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih”. (QS.Yusuf: 24).

*****

Tatkala Yusuf as lari mencari pintu keluar untuk ketiga kalinya, Zulaikha mengejar Yusuf as hingga di depan pintu sembari menarik baju dari belakang hingga sobek. Saat seperti itu, Raja Qithfir datang membuka pintu dan mendapati Zulaikha berdiri di depan pintu bersama Yusuf as di sampingnya. Melihat kejadian yang kurang mengenakan Raja Qithfir murka namun Zulaikha buru-buru mengalihkan perhatian karena takut bila Raja Qithfir akan membunuh Yusuf as dengan ucapan:

“Tiadalah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu,selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksaan yang pedih?”. (QS. Yusuf:25).

Sementara Yusuf as tidak terima dengan pengaduan Zulaikha dan untuk membela diri, Yusuf as berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya). (QS. Yusuf:26) Aku telah berusaha lari menghindar, namun dia tetap mengejarkan hingga bajuku sobek”.

Mendengar dua pernyataan yang tidak sama Raja Qithfir bingung untuk memutuskan.
Pandangannya mengarah pada Zulaikha yang harap cemas, lalu berganti melihat Yusuf as sambil berfikir mencari jawaban kebenaran dari masalah yang dia hadapi.

Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil berasal dari sosok bayi laki-laki dalam ayunan yang berada di rumah itu:

“Wahai Raja Yang Agung! Saya punya solusi dari masalah ini. Maka lihatlah! Jika baju Yusuf as sobek pada bagian depan, maka wanita itu benar dan Yusuf as termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju sobek pada bagian di belakang, maka wanita itulah yang dusta dan Yusuf as termasuk orang-orang yang benar”. (QS. Yusuf:26-27).

Menurut salah satu riwayat bayi itu masih berusia tujuh hari dan merupakan putra dari sepupu Zulaikha yang sejak kejadian ada di rumah itu.

*****

Maka tak kala Raja Qithfir melihat, ternyata baju Yusuf as sobek dari belakang dan dia berkata:

“Sebenarnya kejadian ini adalah di antara tipu daya kalian, wahai kaum wanita! Sesungguhnya tipu daya kalian adalah besar”.(QS. Yusuf : 28)

Lalu suami Zulaikha, Raja Qithfir menoleh pada Yusuf as dan berkata:

Wahai Yusuf as! Berpalinglah dari peristiwa ini, (lupakanlah supaya jangan tersiar beritanya keluar istana) dan kamu wahai Zulaikha! memohon ampunlah! Atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah”.(QS. Yusuf:29). [1]

Waallahu A’lamu
___________________________
[1] Sambungan kisah ini banyak saya sadur dari kitab Badi’i az-Zuhur fi Waqai’i ad-Duhur, karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas al-Hanafiy dan sebagian dari Tafsir al-Jalalain karya Syaikh Jalalu ad-Din al-Mahalliy.

Oleh: Abdul Adzim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.