SYAIR SYAICHONA KH. ABDULLAH SCHAL

Tidak ada komentar 638 views
banner 160x600
banner 468x60

 

Asscholmedia.net – KH. Abdullah Schal bin Ny. Romlah binti KH. Imron bin KH. M. Kholil Bangkalan bin KH. Abdul Latief. Beliau dikenal sebagai salah satu ulama yang doanya cepat diijabah (mandih pangocep; bahasa Madura) dan sakti mandara guna di Bangkalan pada masanya hingga oleh sebagian masyarakat Bangkalan dijuluki pencipta amal-amalan (wirid).

Menurut riwayat yang penulis dapat dari KH. Mas Abdul Adzim Kholili Kepang, bahwa KH. Abdullah Schal nyaris setiap hari kedatangan tamu yang meminta ijazah amalan atau sekedar doa dan tak satu pun dari para tamu-tamu itu yang pulang dengan tangan hampa karena keinginannya di tolak.

Pada satu kesempatan KH. Mas Abdul Adzim pernah mengungkapkan kekagumannya pada KH. Abdullah Schal dengan bahasa Madura:

“Keyaeh! Panjenangan bedah orang nyu’on panekah e parengen, nyu’on panekah e parengen, sobung se etolak.”

Artinya: “Kyai! Setiap ada orang minta (amalan atau doa) ini pada Anda, Anda langsung memberikannya, minta ini langsung Anda diberi. Tidak ada satu pun yang Anda tolak”. Tanya KH. Mas Abdul Adzim.

KH. Abdullah Schal menjawab: “Enggi Mas! Manabih bedeh kyaeh, Coman bisa morok ben mimpin tahlil. Panekah benni Kyaeh, Ustadz…”

Artinya: “Iya Mas! (panggilan akrab KH. Mas Abdul Adzim) kalau ada kyai cuma bisa mengajar santrinya dan memimpin Tahlilan itu bukan Kyai tapi seorang Ustadz…” Sembari tertawa tanda beliau bercanda.

Semoga kita semua mendapatkan siraman barokahnya. Amin..

Gambar tulisan di atas adalah salah satu warisan doa peninggalan KH. Abdullah Schal yang berbentuk syair dan dibaca setiap sore hari oleh para santri Ponpes Syaichona Moh Cholil Demangan Barat Bangkalan.

Penulis: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas