CINTA ABADI ZULAIKHA DAN YUSUF AS (4)

Rumah Idaman Zulaikha Untuk Yusuf As

Bacaan Lainnya

Menurut suatu riwayat: Setelah Zulaikha dapat bertemu dengan Yusuf As di alam nyata, cinta dan kerinduan Zulaikha bukannya padam dan mati tapi malah menjadi kubangan api cinta dan rindu baru yang siap membakar raga, pikiran dan jiwanya.

Konon setelah pertemuan itu Zulaikha lupa segalanya. Dia tidak mau mendengar sesuatu kecuali kata Yusuf As, tidak mau mengerti sesuatu kecuali makna kata Yusuf As, tidak mau memandang sesuatu kecuali wajah Yusuf As. Malam-malamnya tidak bisa lagi tidur nyenyak kecuali sekejap, makan pun terasa hambar dan tidak berselera. Setiap desah nafasnya hanya bertasbih menyebut nama Yusuf As dan semua beda yang dilihatnya disebut Yusuf As. Saat dia melakukan bekam, kemudian darahnya menetes ke bumi. Dia berkata: Yusuf, Yusuf dan Yusuf. Saat dia menengadahkan wajahnya ke langit. Dia melihat bintang gemintang bertulis nama Yusuf As. Dia telah gila dalam cinta Yusuf As, kemanapun selalu terkenang wajah Yusuf As. Dia telah mabuk rindu dan hilang akal kerena cinta.

*****

Ibnu Abbas ra mengisahkan: Setelah Yusuf As dibeli oleh Raja Quthaifur mengatakan pada Zulaikha:

أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَىٰ أَن يَنفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا

“Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak.” (QS. Yusuf: 21). [1]

“Kalau begitu aku akan membangunkan sebuah rumah untuknya. Rumah yang indah, yang tidak ada seorangapun bisa membuat bangunan sepertinya”. Kata Zulaikha

Sahdan, lalu Zulaikha mengumpulkan semua pakar bangunan dan arsitektur yang terhebat di Mesir guna menciptakan bagunan yang inginkannya.

“Aku ingin kalian bisa menciptakan bangunan rumah yang tidak pernah ada di muka bumi ini. Rumah yang spektakuler nan canggih, yang dapat melihat Yusuf As dari segala arah. Bila dia di timur, maka aku bisa melihatnya di barat. Bila dia barat, maka aku bisa melihatnya di timur. Bila dia atas, maka aku bisa melihatnya di bawah. Bila dia bawah, maka aku bisa melihatnya di atas dan Yusuf As harus bisa melihatku saat aku memandangnya”. Papar Zulaikha pada mereka.

“Kalau seperti, maka bangun rumah itu harus terbuat dari bayak unsur kaca murni”. Jawab dari satu dari mereka.

*****

Tak selang beberap hari, maka dibangunlah sebuah rumah yang megah nan spektakuler di zamannya, berbetuk persegi empat dengan empat tiang utama yang terbuat dari kaca kristal, zamrud, fairuz dan batu akik yang bertaburan aneka intan permata. Lalu dipasang empat tiang penyangga yang terbuat dari emas yang dibawahnya dihiasi patung sapi yang terbuat perak dan patung kuda yang terbuat dari emas yang disematkan intan berlian serta kedua matanya terbuat dari batu ruby merah.

Dibagian dalam rumah terdapat segala macam interior dan lukisan hewan, mulai dari lukisan burung, hewan ternak hingga binatang buas yang terbuat dari emas dan perak. Kemudian dibagian bawah rumah dipasang replika pepohonan yang dibuat dari emas dan perak yang ditanam di atas taburan intan permata.

Atapnya terbuat dari kayu jati yang dirangkai dengan lempengan emas. Di tengah-tengah rumah nan luas dipasang meja-meja yang dihiasi dengan seindah-indahnya hiasan serta jalinan kursi-kursi yang terbuat dari kayu jati terbaik di dekatnya untuk menambah keelokan panurama ruangan. Ada juga piring-piring, beberapa gelas dan ceret yang cantik serta tentera-lentera kecil dan tempat dupa yang anggun terbuat dari emas diletakan beriringan di atas meja.

Di setiap sudut-sudut rumah terdapat patung rusa yang dibuat dari perak putih. Pintu-pintunya terbuat dari kayu cendana yang dihiasi dengan bunga-bunga yang terbuat dari gading gajah. Di setiap pintu dipasang patung-patung merak yang terbuat dari emas. Kakinya terbuat dari perak. Kepalanya dari zamrud, paruhnya terbuat dari batu akik. Telinga dan bulu-bulu indahnya terbuat dari batu fairuz serta perutnya diisi penuh minyak kasturi yang termahal.

Kemudian ditengah rumah itu dibangun sebuah kamar yang terbuat dari kaca kristal murni atap dan lantainya dengan dikelilingi dinding terbuat dari kaca transparan.

*****

“Wahai dayang-dayangku! Kalian semua sudah tahu bahwa hatiku telah terbakar lama oleh cinta pada budak Ibrani ini”. Koar Zulaikha pada dayang-dayangnya.

“Ya siap, Wahai Tuan Ratu! Kami akan merias Yusuf As dengan seindah-indahnya riasan, setelah itu akan kami panggil untuk menghadap Tuan Ratu”. Jawab dayang-dayang Zulaikha dengan sigap.

*****

Waktu yang direncanakan telah tiba. Yusuf As datang pada siang hari setelah matahari tergelincir untuk memenuhi panggilan Zulaikha majikannya.

Saat memandang Zulaikha, Yusuf As gemetar meneteskan keringat dingin dan memohon perlindungan pada Allah ﷻ:

الهي لاينجو منها إلا المعصوم فاعصمني بعصمتك ياأرحم الراحمين

“Duhai Tuhanku! Tidak akan ada orang yang bisa selamat dari (Zulaikha)nya kecuali orang-orang yang telah Kau dilidungi. Maka lindungilah aku dengan lindungan-Mu Duhai Dzat Yang Maha Berbelas Kasihan pada orang-orang yang Kua kasihani”.

Melihat orang yang dicintai dan rindukan datang hati Zulaikha berbunga-bunga dan mengatakan:

“Wahai Kekasih Hatiku, Penyejuk Kalbuku, Pelibur Sanubariku! Lihatlah rumah ini aku buat untukmu. Tersenyumlah! “. Sanjung Zulaikha menyambut ke datangan Yusuf As.

Yusuf As hanya diam tanpa ekspresi mendengar sanjungan Zulaikha dan menjawab dengan santun:

“Wahai Zulaikhai! Kau tidak perlu membuatku rumah semegah ini, Allah ﷻ telah membuatku rumah di surga-Nya yang lebih indah dan megah dari pada rumah ini. Rumah keabadian yang tidak akan pernah rusak selamanya”.

“Wahai Yusuf As! Tugasmu hanya mentaati apa yang saya perintahkan”. Balas Zulaikha sedikit kesal dengan jawaban Yusuf As.

Yusuf As menjawab: “Aku hanya takut bila Allah ﷻ menenggelamku dan rumahmu ini ke dasar bumi”.

Zulaikha tetap tidak menggubrisi apa yang ucapan Yusuf As, dia hanya ingin Yusuf As mengikuti perintahnya sembari berusaha memalingkang setiap kata yang terucap dari lisan Yusuf As dengan rayuan-rayuan yang menyayat kalbu orang yang mendengarnya.

“Wahai Yusuf As! Betapa harum aroma yang tercium dari tubuhmu?”. Rayu Zulaikaha berusaha memalingkan pembicaraan.

“Wahai Zulaikaha! Seandainya kau bisa melihat tubuhku setelah tiga hari kematianku kelak, tentu kau akan berpaling menjauh dariku”. Jawab Yusuf As dengan tegas.

“Wahai Yusuf As! Betapa indah kedua matamu.” Rayu Zulaikha lagi.

Yusuf As menjawab: “Kedua mataku ini, akan terlepas membusuk setelah tiga hari kematianku kelak”.

“Wahai Yusuf As! Betapa indah rambutmu.” Rayu Zulaikha tidak mau menyerah”

“Wahai Zulaikaha! Rambut ini yang pertama kali akan rontok dari kepalaku kelak di alam kuburku”. Jawab Yusuf As

“Wahai Yusuf As! Betapa tampan raut wajahmu.” Rayu Zulaikha tidak mau berhenti”.

Yusuf As menjawab: “Wahai Zulaikaha! Allah ﷻ lah yang melukis ketampan wajahku”

“Wahai Yusuf As! Betapa ideal fostur tubuhmu.” Rayu Zulaikha kembali”.

“Wahai Zulaikha! Allah ﷻ lah yang menciptakan tubuhku”. Jawab Yusuf as.

*****

Melihat tidak ada tanda-tanda Yusuf as terbujuk rayuannya, Zulaikha geram dan bertanya: “Yusuf As! Karena apa kau menentang perintahku”.

Yusuf As menjawab: Karena aku hanya ingin kerelaan Tuhanku ﷻ”.

“Kalau begitu! Biar aku tukar kehambaan dan kesahayaanmu pada-Nya dengan semua kekayaan yang aku miliki, agar Dia merelakanmu untukku”. Sahut Zulaikha dengan nada menyombongkan diri.

“Tuhanku ﷻ! Tidak pernah menerima suap sepeser pun”. Jawab Yusuf As

Zulaikha terus menerus mencerca Yusuf As dengan berbagai pertanyaan, agar Yusuf As mau tunduk dan mengikuti kemaunnya.

“Aku mendengar Tuhanmu, menerima dan membalas setiap kebaikan walau sekecil atom atau semut pudak?”. Tanya Zulaikha mensudutkan Yusuf as.

Yusuf menjawab: Allah ﷻ Tuhanku, hanya menerima kebaikan orang-orang yang takut pada-Nya”.

Akhirnya Zulaikha pasrah dan berputus asa membujuk Yusuf As sehingga dia rela menukar agamanya sekalipun demi mendapatkan simpati Yusuf As.

“Wahai Yusuf As! Bagaimana kalau kau perintahkan aku memeluk agamamu? Dan aku akan berpindah agama mengikuti agamamu”. Cara terakhir Zulaaikha membujuk rayu Yusuf As.

Setelah itu Zulahikaha menutup dan mengunci semua pintu rumahnya.
___________________________
[1] Dalam kitab Badi’i az-Zuhur fi Waqai’i ad-Duhur. Hal 95, karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas al-Hanafiy menjelaskan: Wahba Ibnu Munabbih, bahwa Yusuf as berada di rumah Qithfir (Qathaifur) raja Mesir selama tujuh tahun hingga dia menjadi laki-laki dewasa sebelum akhirnya membuat Zulaikha begitu mencintainnya. Menurut as-Sadayu, suami Zulaikha raja Qithfir adalah laki-laki yang empoten yang tidak pernah menyentuh istri-istrinya termasuk Zulaikha.

Waallahu A’lamu

Oleh: Abdul Adzim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.