CINTA ABADI ZULAIKHA DAN YUSUF AS (3)

Tidak ada komentar 534 views
banner 160x600
banner 468x60

Pertemuan Cinta Zulaikha dan Yusuf As

Negara Mesir yang indah dengan iklim subtropisnya, kejernihan sungai Nil yang membentang luas seantero Negeri serta bangunan-bangunan kunonya yang menakjubkan tidak serta merta membuat Zulaikha betah tinggal di dalamnya. Baginya keindahan sejati adalah bisa bersama dengan Yusuf As, Kekasih hati yang selalu dirindukan kehadirannya.
*****

Al-Ghozali lalu melanjutkan kisahnya: Saat peristiwa Yusuf As dijual oleh seorang musafir, yang kemudian dibeli oleh Raja Qithfir suami Zulaikha (Lihat al-Qur’an Surat Yusuf:19-21). Raja Qithfir mengantarkan Zulaikha pada Yusuf As, agar bisa melihat budak yang baru dibelinya.

Semula Zulaikha tidak mengetahui bahwa budak tersebut adalah Yusuf As, pemuda yang selama ini dicari dan selalu dirindukannya. Namun setelah dia mengamati dan memandangnya dengan seksama. Zulaikha terkejut, batinnya tergonjang lalu menjerit karena ternyata budak tersebut adalah Yusuf As hingga Zulaikha nyaris menghempaskan tubuhnya untuk memeluk Yusuf As seandainya tidak ada dayang miliknya yang menghentikan.

“Sabarlah Ratu!” Cegah Sang Dayang.

Seketika itu Zulaikha tak sadarkan diri karena beratnya dendam rindu yang harus dia tanggung. Ketika Zulaikha mulai siuman, dayang miliknya bertanya: “Apa yang membuat Tuan Ratu hingga begini?”.

“Dia ternyata adalah suamiku, yang dipilihkan Tuhan Semista Alam untukku”. Jawab Zulaikha

“Kalau begitu, Tuan Ratu harus menutup mulut dan tenanglah agar Baginda Raja tidak mengetahuinya. Aku takut Baginda Raja akan memisahkan Tuan Ratu dengan dia”. Saran Sang Dayang meyakinkan Zulaikha.

“Hampirilah dia dan bisikan kata ditelinganya: Jangan pernah memilih wanita lain selain diriku. Aku telah banyak mengorbankan kesedihanku karenanya. Sungguh aku sering melihatnya dalam mimpi-mimpiku”. Pinta Zulaikha pada dayangnya.

Tanpa dinyana sebelumnya Yusuf As membalas ucapan Zulaikha melalui dayangnya:

“Aku pun juga sering memimpikannya dalam tidurku. Katakan padanya: Dia adalah milikku dan aku adalah miliknya, tetapi takdir belum berkenan mempertemukanku dengannya kecuali setalah kita melewati penderitaan dan prahara yang menyesakkan ini”.
____________________________
____________________________
Mengenai kisah ini, al-Imam a-Ghazali, memberi sedikit catatan hikmah yang perlu direnungkan.

واعجباه فمن لايصل إلى مخلوق الا بأنواع البلآء والجهد العظيم، فكيف يصل إلى خالق بغير البلآء

“Aku heran pada orang-orang yang tidak bisa wushul (berjumpa) pada makluk yang diinginkan kecuali melalui cobaan dan usaha yang berat. Bagaimana mereka bisa wushul (berjumpa) pada Sang Khaliq (Dzat Pencipta) tanpa ujian dan cobaan?”. Bersambung..

Oleh: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas