Kebesaran Allah SWT Pada Seekor Nyamuk

Tidak ada komentar 199 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Saat kita berada ditepian pantai, belaiyan angin nan lembut menyapa, riak-riak ombak bercanda riang seakan menyambut kedatangan kita. Langit biru nan indah bak hamparan kanopi-kanopi yang sengaja dipasang menambah panorama. Kita akan berkata: Subhanallah, Maha Suci Allah Yang Menciptakan segala keindahan ini.

Saat sore hari, tatkala mentari hendak pulang keperaduannya. Kita disuguhkan lukisan senja dengan sinar mentari yang membetuk siluet-siluet jingga di teras ufuk menyambut kedatangan bidadari malam dengan segala kecantikannya. Maka kita seperti terbangun dari kealpaan dan berguman: Dibalik semua ini ada kekuasaan, kebesaran dan keagungan Allah SWT.

Ketika malam membentangkan sayap-sayapnya, bulan purnama bersolek menghias alam semesta. Bintang-bintang tersenyum bak miliaran lampu-lampu yang digantung di angkasa. Kita akan berucap: Allahu Akbar, Maha Besar Allah yang menghias semua ini.

Namun kadang kita terlena dan terbuai oleh segelintir keindahan yang diciptakan Allah SWT dan lupa pada ciptaan Allah SWT lainnya. Padahal segala keindahan yang tampak hanya setitik dari sekian banyak keajaiban yang diciptakan Allah SWT? Bahkan pada seekor nyamuk yang kecil pun kita bisa menemukan banyak kebesaran dan kuasaan Allah SWT yang tiada tara. Nyamuk meski fisiknya kecil tapi memiliki organ tubuh yang lengkap, mulai dari jantung, limpa usus dan hati bahkan mempunyai 100 mata yang berbentuk seperti sarang lebah, mempunyai 48 gigi dan lain sebagainya. Bisakah seorang pemahat terhebat atau ahli pembuat robot dari golongan manusia menciptakan seperti nyamuk?

Maka dari itu Allah SWT tidak pernah merasa malu membuat perumpamaan dalam kitab sucinya sebagaimana yang telah difirmankan-Nya:

إن الله لا يستحيي أن يضرب مثلا ما بعوضة فما فوقها

“Sesungguhnya Allah tidak malu memberi perumpamaan sesuatu seperti seekor nyamuk lalu yang lebih besar darinya” (QS. Al-Baqarah ayat 26).

Dalam penggalan ayat tersebut al-Allamah syekh Ahmad bin Muhammad ash-Showi al-Malikiy dalam kitabnya, Hasyiyah As-Showiy ala Tafsir al-Jalalain menjelaskan, Ayat tersebut jika menggunakan lafazd ”يضرب” maka akan memberi pengertian: Bahwasannya Allah SWT tidak malu memberi perumpamaan sesuatu seperti seekor nyamuk lalu yang lebih besar darinya. Namun, jika lafazd ”يضرب” ditafsiri dengan lafazd ”يجعل” maka dapat memberi pengertian berbeda, yaitu: Bahwasannya Allah SWT tidak malu memberi perumpamaan seekor nyamuk lalu yang lebih besar darinya.

Penulis: Muhammad Rosul

Referensi:

Hasyi’ah As-Showi Ala Tafsir Jalalain, Juz 1, Hal 25, cetakan Darul Kutub Ilmiyah

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas