Terkabulnya Doa Pada Hari Jum’at Adalah Keistimewaan Umat Nabi Muhammad ﷺ

Asscholmedia.net – Menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ adalah suatu anugrah yang patut disyukuri, bahkan banyak umat terdahulu yang ingin menjadi umatnya nabi Muhammad ﷺ sebab banyaknya keistimewaan dan fadhilah yang diberikan Allah ﷻ pada umat ini. Salah satunya, hari jum’at disebut sebagai hari rayanya umat nabi Muhammad ﷺ.

Bacaan Lainnya

Pada hari ini banyak sekali keutamaan yang diberikan Allah ﷻ. Ada Sa’atu al-Istijabah (waktu dikabulnya segala doa) ketika diisi dengan kegiatan ibadah dibanding pada hari-hari lainnya.

Namun, dalam beberapa literatur ulama terdapat perselisihan tentang kapan waktu tersebut terjadi, disebabkan beragam dalil hadits yang mendasari hal ini. Sebut saja, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan selainnya dari riwayat Abu Burdah Ibnu Abi Musa mengatakan: “Bahwa waktu tersebut terjadi ketika imam duduk diatas mimbar hingga mengerjakan shalat.

وَعنْ أَبي بُردةَ بنِ أَبي مُوسى الأَشعَرِيِّ، قَالَ: قَالَ عَبْدُاللَّهِ بنُ عُمرَ رضَيَ اللَّه عنْهُمَا: أَسَمِعْت أَبَاكَ يُحَدِّثُ عَن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في شَأْنِ ساعَةِ الجُمُعَةِ؟ قَالَ: قلتُ: نعمْ، سَمِعتُهُ يقُولُ: سمِعْتُ رسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: هِيَ مَا بيْنَ أَنْ يَجلِسَ الإِمامُ إِلى أَنْ تُقضَى الصَّلاةُ (رواه مسلم).

Dari Abi Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari, ia berkata, ‘Abdullah bin Umar ra berkata: “Apakah kau pernah mendengar ayahmu bercerita dari Rasulullah ﷺ tentang waktu istijabah di hari Jum’at?’ Aku menjawab: “Iya, Aku pernah mendengar ayahku mendengar dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda: “Waktu istijabah di hari Jum’at adalah waktu di antara duduknya imam sampai selesainya shalat Jumat,’” (HR Muslim).

Juga terdapat hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Umar Ibnu Auf ra yang menjelaskan bahwa waktu istijabah di hari Jum’at terjadi ketika hendak melaksanakan shalat hingga selesai mengerjakannya.

عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يَسْأَلُ اللَّهَ الْعَبْدُ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاه قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيَّةُ سَاعَةٍ هِيَ؟ قَالَ: حِينَ تُقَامُ الصَّلَاةُ إِلَى الِانْصِرَافِ مِنْهَا. (أخرجه الترمذي وابن ماجه)

Dari Amr bin Air al-Muzaniy dari Ayahnya dari kakeknya dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Sesungguhnya di hari Jum’at terdapat waktu, tidaklh seorang hamba memohon sesuatu kecuali Allah ﷻ kabulkan untuknya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Kapan waktu itu?”. Rasulullah ﷺ menjawab: “Waktu itu, ketika hendak melaksanakan shalat (Jum’at) hingga selesai mengerjakannya.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Selain itu juga ditemukan keterangan hadits senada yang diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi berupa hadist hasan dan gharib, dari Anas Ibnu Malik ra yang menjelaskan bahwa waktu tersebut terjadi setelah melaksanakan shalat ashar hingga terbenam matahari.

عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ : التَمِسوا السَّاعةَ الَّتي تُرجَى في يومِ الجمُعةِ بعدَ العصرِ إلى غَيبوبةِ الشَّمسِ (أخرجه الترمذي وقال : حسن غريب).

Dari Anas bin Malik ra beliau berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: “ Carilah waktu yang diharapkan ( waktu mustajab ) pada hari Jum’at, yaitu ba’da Ashar sampai terbenamnya matahari.“ ( HR. at-Tirmidzi, Hasan Gharib).

Demikianlah beberapa hadist yang membahas kapan terjadinya Sa’atu al-Ijabah yang menyebabkan perselisihan para ulama. Hal ini menjadi kelonggaran bagi kita yang ingin memanfaatkan waktu spesial tersebut, kapanpun diwaktu yang diinginkan. Setelah ashar, ketika imam duduk diatas mimbar, atau ketika hendak mengerjakan shalat jum’at.

Waallahu A’lamu

Oleh: Muhammad Rosul

Referensi:

Khasois Al-Ummat Al-Muhammadiyah hal: 97

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.