Bahaya Gadget Bagi Pertumbuhan Anak

Asscholmedia.net – Dari berbagai sumber sudah kami analisis tentang bahaya/dampak negatif gadget bagi pertumbuhan anak, mungkin tidak perlu kami jelaskan apa itu gadget?. Karena memang sudah sangat populer sekali. Namun, akan sangat tampak dampak negatifnya gadget dikarenakan kurangnya pendampingan secara biologis dari orang tua sehingga dapat menghambat kembang tumbuh otak, mental, fisik dan lain-lainnya.

Islam sebagai agama yang mengatur segala aspek kehidupan mulai dari ubududiyah (ibadah), muamalah (transaksi), munakanah (nikah), siyasah (politik), sampai hal-hal yang paling remehpun diatur oleh agama islam, apalagi tentang masalah pertumbuhan anak. Imam al-Ghazali pun dalam kitabnya telah menerangkan secara detail tentang bagaimana metode mendidik anak mulai dari awal pertumbuhannya sampai dewasa, berikut akan kami uraikan terutama yang berkaitan dengan gadget baik dari sisi positif atau negatifnya.
Pertama, akan kami bahas terkait hukum orang tua yang memfasilitasi gadget kepada anak. Sesuai hasil keputusan FMPP ke-35 di Wonosobo Kom-A hukumnya adalah diperbolehkan, dengan catatan:

•Memberikan edukasi kepada anak atau sekedar menghilangkan kejenuhan sekiranya tidak berdampak buruk pada kesehatan, karakter, psikis, tumbuh kembang dan sosialisasi anak.

•Ada indikasi/qorinah bahwa si anak tidak menyalahgunakan gadget tersebut untuk hal-hal / konten negatif.

•Memberikan edukasi dan pengajaran terkait hal-hal yang akan menjadi fardlu ‘ain seperti: sholat, puasa dsb, dan juga hal-hal yang muharromat seperti keharaman mencuri minuman keras , zina dll.

•Mampu merangsang kemampuan anak untuk berfikir kreatif, melatih cara berfikir anak lebih kritis, membantu anak dalam merangsang kemampuan motorik dll.

Terakhir dari kami bahwa Allah SWT juga telah menegaskan di dalam al-Qur’an tentang tanggung jawab orang tua pada anak:

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا (التحريم : 06 )

“Wahai oran-orang yang beriman jagalah diri kalian, dan keluarga kalian dari api neraka”
Syekh Nawawi al-Bantani menafsiri ayat di atas:

“عَلِّمُوْا اَنْفُسَكُمْ وَنِسَاءَكُمْ وَاَوْلاَدَكُمْ الْخَيْرَ ، وَاَدِّبُوْا بِاَنْ تَاْمُرُوْهُمْ بِالْخَيْرِ وَتَنْهَوْهُمْ عَنِ الشَّرِّ تَقُوْهُمْ بِذَلِكَ نَارًا”

“Ajarilah diri kalian, istri kalian, dan anak kalian kebaikan. Dan juga ajari mereka tatakrama dengan memerintahkan mereka melakukan hal baik dan menjahui hal yang buruk, dengan itu kalian menjaganya terjerumus dari api neraka.”
Berangkat dari ayat diatas, tentu bisa di jadikan landasan agar orang tua bisa lebih hati-hati lagi dalam mendidik anak, memberi fasilitas anak dll, karena semua itu akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Terlebih zaman sekarang banyak di temukan anak yang buruk perangainya seperti tidak menuruti perintah orang tua, bermalas-malasan, makan tidak teratur dan lain-lain, hal ini tidak lain karena pengaruh dari gadget yang di fasilitasi orang tua tanpa ada pendampingan, pemantauan terhadap pertumbuhan anak secara konten.

Wallahu A’lam Bishawab.

Oleh: Rido An-Nafis

Referensi:

📑Ihya’ Ulumuddin, juz 3, hal 73

📑Al Fiqhul Islami, juz 4, hal 215

📑Al Mawahib Ad Diniyah ‘Alas Samailil Mahmudiyah, hal 392-393

📑Al Minhaj Fi Sa’bil Iman, hal

📑Ihya’ Ulumuddin, juz 3, hal 72

📑Al Majmu’, Juz 1, hal 26

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.