Faedah Mengucapkan Alhamdulillah Ketika Mendengar Orang Bersin

Asscholmedia.net – Salah satu sunnah dan etika yang diajurkan Nabi Muhammad ﷺ pada umatnya adalah mengucapkan Alhamdulillah ketika bersin dan bagi orang yang mendengarnya dianjurkan menjawab dengan Yarhamukallahu. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam hadits bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

((إِذَا عَطسَ أحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: الحَمْدُ للهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ الله، فإذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بالَكم))

“Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Alhamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum”. (HR. Bukhari, 6224)

Dalam Raddu al-Mukhtar ala ad-Darri al-Mukhtar Syarhi Tanwiri al-Abshor Syaikh Muhammad Amin yang dikenal dengan sebutan Ibni ‘Abidin mengatakan: “Dalam kitab Fushuli al-‘Alamiyyi di sebutkan: ‘Disunnahkan bagi siapa yang mendengar orang yang bersin mendahului mengucapkah Alhamdulillah karena ada Hadits yang memerintahkan:

«مَنْ سَبَقَ الْعَاطِسَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ أَمِنَ مِنْ الشَّوْصِ وَاللَّوْصِ وَالْعِلَّوْصِ»

“Barang siapa mendahului membaca Alhamdulillah ketika mendengar seseorang bersin, niscaya ia tidak akan terkena sakit gusi (gigi), sakit telinga dan sakit perut (lambung).

Faidah-faidah dalam hadits ini sempat diabdikan oleh sebagian ulama dalam sebuah kalam Nadzam:

مَنْ يَبْتَدِي عَاطِسًا بِالْحَمْدُ يَأْمَنُ مِنْ … شَوْصٍ وَلَوْصٍ وَعِلَّوْصٍ كَذَا وَرَدَا
عَنَيْت بِالشَّوْصِ دَاءَ الرَّأْسِ ثُمَّ بِمَا … يَلِيهِ ذَا الْبَطْنِ وَالضِّرْسِ اتَّبِعْ رَشَدًا

“Barang siapa yang mendahului mengucapkan al-Hamdulillah ketika ada orang bersin, maka ia diamankan dari //
Sakit gusi (gigi), sakit telinga dan sakit perut,demikian keterangan hadits yang telah sampai

Yang aku maksud dengan “Syaushi” adalah sakit gusi (gigi) kemudian //
Yang dimaksud dengan lafadz setelahnya (Laushi dan ‘Ilaushi) adalah sakit telinga dan sakit perut, maka ikutilah dengan cerdas

Dalam kitab al-Awsath karya Imam ath-Thabraniy terdapat hadits mar’fu’ dari Sayyidina Ali ra menyebutkan:

«مَنْ عُطِسَ عِنْدَهُ فَسَبَقَ بِالْحَمْدُ لَمْ يَشْتَكِ خَاصِرَتَهُ»

“Barang siapa mengucapakan Alhamdulillah didekat orang yang bersin, niscaya tidak akan sakit pinggang.”

Dalam hadits lain dari riwayat Ibnu ‘Asakir juga disebutkan:

«مَنْ سَبَقَ الْعَاطِسَ بِالْحَمْدُ وَقَاهُ اللَّهُ وَجَعَ الْخَاصِرَةِ وَلَمْ يَرَ فِي فِيهِ مَكْرُوهًا حَتَّى يَخْرُجَ مِنْ الدُّنْيَا» ”

“Barang siapa mendahului orang yang bersin dengan ucapan Alhamdulillah, niscaya Allah ﷻ akan menjaganya dari sakit pinggang dan tidak akan pernah merasakan sakit lagi hingga ia meninggalkan dunia.”

Dalam kutib Bughiyah al-Mustarsyidin juga dijumpai keterangan Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar yang dikenal dengan sebutan Ba’alawiy mengatakan:

ﻭﻭﺭﺩ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻋﻄﺲ ﺃﻭ ﺗﺠﺸﺄ ﻓﻘﺎﻝ : ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺣﺎﻝ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﺩﺍﺀ ﺃﻫﻮﻧﻬﺎ ﺍﻟﺠﺬﺍﻡ ﺍﻫـ ﺑﺎﻋﺸﻦ .

“Dan terdapat sebuah keterangan yang mengatakan: Bahwa orang yang bersin atau sendawa, kemudian ia membaca “Alahamdulillah Ala Kulli Halin”, niscaya allah ﷻ akan mengangkat atau menghilangkan darinya 70 macam penyakit dan penyakit paling ringan dari 70 macam penyakut tersebut adalah kusta”.

Wallahu A’lamu

Penulis; Abdul Adzim

Referensi:

🚩Syaikh Ibni ‘Abidin| Raddu al-Mukhtar ala ad-Darri al-Mukhtar Syarhi Tanwiri al-Abshor| Darul al-Kutub al-Ilmiyah juz 9 hal 594.

🚩Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar| Bughiyah al-Mustarsyidin| Darul al-Kutub al-Ilmiyah hal 105.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.