EKSPEDISI SEJARAH KEBERADAAN UWAIS AL-QARNI [2]

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Setelah Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra menjelaskan sabda Rasululullah ﷺۢ bahwa dia, adalah Sayyidu at-Tabi’in (gustinya para Tabi’in) yang dapat memberi syafaat sebagaimana jumlah syafaat yang dimiliki Rabbiah dan Mudhar.

Uwais al-Qarni berkata: “Mungkin dia orang lain bukan saya”.

“Aku yakin orang itu adalah engkau”. Tegas Ali bin Abi Thalib ra.

Ibnu Umar ra perawi hadist ini mengatakan: “Setelah itu Uwais al-Qarni mengangat kepalanya kelangit kemudian berdoa :

“Ya Allah ﷻ! Kedua orang laki-laki ini mencintaiku karena-Mu. Apunilah (dosa-dosa) keduanya, orang mukmin laki atau perempuan dan semua orang Islam laki-laki atau perempuan, yang masih hidup atau yang sudah mati”.

Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra mengamini pun doa Uwais al-Qarni, kemudian Umar Ibnu al-Khattab ra berkata: “Wahai Uwais! Di mana aku bisa menemuimu? Sungguh aku melihat keadaanmu yang dekil dan kotor hingga aku bisa memberimu baju dan menafkahimu dengan rezekiku”.

“Sungguh sangat jauh perbedaanku denganmu, diantara kita ada pengalang yang terjal dan berkelok, yang tidak bisa dilewati kecuali bagi dia yang kurus biasa lapar dan dahaga. Wahai Sayyidina Umar! Apakah kau tidak melihat pada Sayyidan Ali sahabatmu itu memakai dua pakaian yang terbuat wol (pakian mahal) dan dua sandal yang menutupi tubuhnya. Bila aku menerima nafkah (dari seseorang) maka aku akan dimintai pertanggung jawabannya. Kapan aku bisa sempat memakan dan memperdulikannya?”. Jawab Uwais al-Qarni sembari mengingatkan Umar Ibnu al-Khattab ra.

Mendengar hal itu Umar Ibnu al-Khattab ra mengeluar sebuah mutiara dari sakunya lalu berkata: “Wahai orang-orang Islam! Siapakah yang akan mengambil jabatan khalifah dan segala urusannya dariku?”

“Siapakan yang Allah ﷻ potong hidungnya (kiasan dari kata kesulitan) wahai Amirul Mukminin?. Sahut Uwais al-Qarani.

Umar Ibnu al-Khattab ra berkata: “Demi Allah ﷻ aku tidak pernah menangis di waktu kecil, tidak pernah melakukan kedhaliman saat telah dewasa dan aku tidak pernah makan dari hasil bumi yang dilarang”.

Akhir Uwais al-Qarni berkata: “Wahai Umar! Semoga Allah ﷻ membalasmu kebaikkan dari umat ini. Wahai Ali semoga Allah ﷻ juga membalasmu kebaikkan dari umat ini. Kalian berdua semoga diberi kehidupan yang terpuji dan mati dalam keadaan syahid.”

Lalu Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra berkata pada Uwais al-Qarni: Berilah kami berdua pesan yang sesuai dengan keinginanmu”.

“Perbanyaklah takwa, berbuatlah ketaatan pada Allah ﷻ, sabar dari segala musibah yang menimpa kalian kerena semua itu adalah paling mulianya suatu perkara. Bila kalian bertemu dengan Harim bin Hayyan sampaikan salamku dan katakan kepadanya bahwa aku sangat berharap dia menjadi temanku di surga”. Pesan Uwais al-Qarni pada Umar Ibnu al-Khattab ra dan Ali bin Abi Thalib ra. Bersambung…

Waalahu A’lamu

Oleh: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas