Belada Cinta Ibnu Hazm (1)

Tidak ada komentar 51 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Berbicara tentang cinta memang tak akan ada habisnya. Kapanpun dibicarakan, lidah tak akan kaluh mengucapkan. Itulah cinta yang dirasakan oleh setiap anak munusia. Penuh kesyahduan, intrik dan tragedi. Hingga pena para pujangga pun tak mampu melukiskan semua keindahannya.

الحب – أعزك الله – أوله هزل وآخره جد. دقت معانيه لجلالتها عن أن توصف، فلا تدرك حقيقتها إلا بالمعاناة. وليس بمنكر في الديانة ولا بمحظور في الشريعة، إذ القلوب بيد الله عز وجل

Cinta, kiranya Allah senantiasa memuliakannya, mulanya adalah canda, dan akhirnya adalah kesungguhan. Cinta memiliki makna yang dalam, indah dan agung. Tiada kata yang kuasa melukiskan keindahan dan keagungannya. Hakikatnya tidak dapat ditemukan kecuali dengan segenap kesungguhan penjiwaan. Cinta tidak dilarang atau dimusuhi oleh syariat karena hati manusia berada di tangan Allah yang Maha Agung.

Difinisi cinta di atas adalah salah satu goresan tinta Ibnu Hazm seorang ulama pendukung Mazhab adh-Dhahiri yang menguasai banyak sekali disiplin ilmu mulai dari tafsir, hadis, ushul fikih, falsafah hingga sastra. Konon karyanya tentang cinta dianggap paling representatif mengulas persoalan ini dibandingkan yang lainnya. Tulisan itu terangkum rapi dalam sebuah buku (kitab) yang berjudul Thauq al-Hamamah fi al-Ulfah wal Ullaf (Sekepak Merpati di Bawah Naungan Cinta dan Sejuta Rindu) berisikan syair-syair, cerita-cerita, kaidah, dan nasehat-nasehat cinta.

Melalui karya masterpiece-nya ini Ibnu Hazm menjadikan dirinya sastrawan yang cukup disegani di kawasan Eropa khususnya di negeri Matador-Spanyol. Bukunya ini menjadi buku Big Saller sepanjang abad pertengahan. Buku itu tidak hanya menarik bagi umat Islam, tetapi juga bagi kaum Nasrani dan Yahudi.

Karya sastera ini dianggap fenomenal karena uraiannya yang luas tentang permasalahan cinta dan lebih jauh lagi dalam kehidupan manusia secara umum. Didukung oleh kemampuan penulis dalam membaca corak karakter manusia dan rahasianya yang paling dalam.

Meski pada intinya buku ini berisikan biografi penulisnya yang menggambarkan perasaannya dalam hidup. Tapi Ibnu Hazm telah berhasil menggabungkan antara pemikiran cinta dalam mata filsafat dan realita sejarah. Oleh karena itu, buku tersebut sejatinya mengupas pemikirannya dan murni dari pengalaman yang dilaluinya.

Sangat berani, lugas, dan bebas dari perasaan takut kepada penguasa. Pemikirannya didukung oleh kisah-kisah yang ia dengar atau ia alami, kemudian karya tersebut ia bumbui dengan sejumlah syair-syairnya yang kontekstual nan indah.

Beliau bernama lengkap Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm bin Galib bin Shalih bin Khalaf bin Ma’dan bin Sufyan bin Yazid bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abd Syams al-Umawi Andalusiy al-Qurtubi Spanyol (994 M/384 H-1064/456 H).

Penulis: Abdul Adzim

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas