SENANDUNG PUISI IBNU FARID

 

 

فكل الذى شاهدته فعل واحد بمفرده لكن بحجب الأكنة
إذا ما أزال الستر لم تر غيره ولم يبق بالأشكال إشكال ريبة

Segala sesuatu yang kau saksikan adalah Maha Karya Dzat Yang Esa dengan ketunggalan-Nya, tetapi terhalang oleh penutup yang tersembunyi.

Ketika penutup itu telah lenyap, maka yang lain tidak akan tampak dan segala keraguan akan sirnah berganti wujud yang nyata.

…………………………………
*Ibnu Farid, yaitu Imam Abu Hafsh Umar ibnu ‘Ali ibnu al-Mursyid al-Hamawi, lahir di Mesir pada tahun 1181 M/576 H. Ia merupakan seorang penyair dan salah seorang tokoh sufi. Penganut Madzhab Safi’i dan meriwayatkan hadits dari Ibnu ‘Asakir. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Antologi Diwan Ibn al-Farid, sebuah puisi cinta kepada Allah SWT. Ia wafat di Mesir pada tahun 1235 M/632 H, dimakamkan di masjidnya di dekat gunung al-Muqtam.

Penulis : Abdul Adzim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.