Syaichona Cholil Sebagai Konseptor Kemerdekaan Indonesia

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Ditetapkannya hari Santri sebagai Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama. Banyak hal yang dilaksanakan untuk merefleksi hari sakral itu, termask Apel Akbar Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober di seluruh penjuru Nusantara, Istighasah kubro, pagelaran santri nasional, tabligh akbar dan lain sebagainya.

Begitu juga di Kota Bangkalan Madura, sebagai kota Dzikir dan Sholawat tentu tidak akan ketinggalan pula memperingati HSN 2020 ini yang bertema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Dalam Rangka memperingati Hari Santri Nasional, masyarakat Bangkalan bersama-sama menghadiri acara Takbir Akbar Dzikir dan Sholawat yang bertempat di Martajasah, Maqbarah Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Jum’at, (22/10) malam. Pembacaan Sholawat bersama Jam’iyyah Ahbabul Mustofa Bangkalan, dipimpin oleh RKH. Fakhrillah Aschal (Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan). Peringatan HSN ini dimeriahkan pula dengan pawai obor oleh santri-santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil berjalan kaki menuju Martajasah.

Suasana acara malam Takbir Akbar di Martajasah Bangkalan, Masyarakat umum dan santri tampak memadatai area acara.

Pada sambutannya, RKH. Makki Nashir menyampaikan bahwa sejak diresmikannya Hari Santri Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo pada tahun 2015 lalu, ini merupakan penghargaan pemerintah kepada santri atas jasanya pada Negeri yang telah mengorbankan jiwa raganya, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Ditengah-tengah ribuan masyarkat umum dan santri yang telah memadati lokasi acara, Ketua PCNU Kabupaten Bangkalan ini menegaskan pula bahwa Syaichona Moh. Cholil Bangkalan sebagai konseptor menuju kemerdekaan Republik Indonesia.

Karena menurutnya, kecerdasan dan keahlian yang dimiliki seseorang itu masih belum cukup jika tanpa diorganisir dengan baik. Atas konsep dasar inilah, para ulama yang dikomandoi oleh KH. Hasyim Asy’ari Jombang berhasil memperjuangkan merebut kemerdekaan RI melawan penjajah Belanda.

Dari sumbangsih Syaichona Moh. Cholil Bangkalan inilah akhirnya dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat Bangkalan, tokoh pemuda, akademisi, partai hingga organisasi terbesar di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga turut mendukung dan bersepakat untuk dianugerahi gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional. Tak ketinggalan pula, persetujuan dan dukungan ini juga datang dari Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. selaku Gubernur Jawa Timur.

Menurut Ra Nasih Aschal, sebagaimana di lansir di https://jatim.nu.or.id (salah satu cicit Syaichona Cholil dan sekaligus anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi NasDem), nama besar Syaichona Cholil sebenarnya sudah diakui di masyarakat terutama di kalangan Santri dan Nahdliyyin. Termasuk kiprah Syaichona Cholil saat menggerakkan santrinya, KH. Hasyim Asy’ari Jombang (pendiri NU) untuk melawan penjajah. Sejarah perjuangan Syaichona Cholil terekam begitu kuat, ketika perjuangan santri-santri beliau mendapatkan gelar pahlawan dan berjasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bangkalan Tamar Djaja juga sangat setuju gelar pahlawan disematkan kepada Syaichona Moh. Cholil bin KH. Abdul Latif. Sebab, pada 1927 atas prakarsa KH. Abdul Manan Hamid, Persyarikatan Muhammadiyah di Bangkalan berdiri. ”KH Abdul Manan Hamid itu merupakan murid Syaichona Moh. Cholil. Bahkan KH. Abdul Manan Hamid (AMH) itu bukan hanya murid biasa. Melainkan, murid utama Syaichona Moh. Cholil. Dia mendapat kepercayaan tinggi dan berhasil masuk di ring 1 keluarga sang guru. Setelah dari Syaichona, kemudian KH. Abdul Manan Hamid belajar kepada KH Hasyim Asy’ari di Jombang.

Setelah dari Jombang, KH. Abdul Manan Hamid mengasah ilmu bidang keagamaan lagi di Pondok Al-Irsyad Surabaya. Artinya, cikal bakal berdirinya Muhammadiyah di Bangkalan itu tidak lepas dari sentuhan Syaichona Moh. Cholil melalui muridnya, KH Abdul Manan Hamid. Karena itu, Muhammadiyah Bangkalan sangat mendukung Syaichona Moh. Cholil mendapat gelar pahlawan nasional. (Dikutip dari https://radarmadura.jawapos.com)

Penulis: M. Rofi’i

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas