Nabi Musa As Pun Membaca Sholawat Pada Nabi Muhammad SAW

Asscholmedia.net – Sudah banyak kisah yang dihikayatkan tentang pertemuan Nabi Musa as dengan Allah ﷻ dan dapat mendengarkan langsung firman-Nya yang diabdikan al-Qur’an:

Bacaan Lainnya

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sedia kala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman” (QS. Al-‘Araf: 143).

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيماً

”…Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”. (An-Nisa: 164).

Sekaligus dua Ayat al-Qur’an ini membuktikan kapasitas Nabi Musa as hingga beliau dijuliki Kalimullah. Namun ada kisah lain yang menarik dibalik peristiwa agung ini yang disampaikan oleh Syaikh al-Qusyari (w.465 H) dalam kitab ar-Risalah al-Qusyairiyah dari riwayat Ibnu Abbas ra dan ulama lain dari referensi yang berbeda. Simak kisahnya:

ﺃﻭﺣﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﻮﺳﻰ ﻋﻠﻴﻪ الصلاة وﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺇﻧﻲ ﺟﻌﻠﺖ ﻓﻴﻚ ﻋﺸﺮﺓ ﺁﻻﻑ ﺳﻤﻊ ﺣﺘﻰ ﺳﻤﻌﺖ ﻛﻼﻣﻲ، ﻭﻋﺸﺮﺓ ﺁﻻﻑ ﻟﺴﺎﻥ ﺣﺘﻰ ﺃجبتني، ﻭﺃﺣﺐُّ ﻣﺎ ﺗﻜﻮﻥ ﺇﻟﻲ ﻭﺃﻗﺮﺑﻪ ﺇﺫﺍ ﺃﻛﺜﺮﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Allah ﷻ membari wahyu pada Nabi Musa as: Sesungguhnya Aku menjadikan dalam dirimu 10 ribu pendengaran hingga kau bisa mendengar kalam-Ku dan Aku menjadikan 10 ribu lisan hingga Aku mengabulkan (permintaaanmu) pada-Ku. Aku senang pada suatu yang ada pada-Ku dan Aku dekat dengannya, (yaitu) bila kau memperbanyak sholawat pada Muhammad ﷺ.

Ash-Shafwari dalam kitabnya Nazhatu al-Majalis Muntakhabi an-Nafais menambahkan:

وفي غيرها ﺃﻭﺣﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﻮﺳﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ: ﺃتحب ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﺃﻗﺮﺏ ﺇﻟﻴﻚ ﻣﻦ ﻛﻼﻣﻚ ﺇﻟﻰ ﻟﺴﺎﻧﻚ، ﻭﻣﻦ ﺭﻭﺣﻚ ﺇﻟﻰ ﺑﺪﻧﻚ، ﻭﻣﻦ ﻧﻮﺭ ﺑﺼﺮﻙ ﺇﻟﻰ ﻋﻴﻨﻴﻚ وأن لاينال عطش يوم القيامة؟ ﻗﺎﻝ : ﻧﻌﻢ ﻳﺎ ﺭﺏ، ﻗﺎﻝ : ﻓﺄﻛﺜﺮ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

Dalam kitab yang lain dikatakan: “Allah ﷻ membari wahyu pada Nabi Musa as: “(Wahai Musa!) apakah kau senang bila Aku lebih dekat padamu dari pada kalammu pada lisanmu, dari ruhmu pada badanmu, dari cahaya mata hatimu pada mata penglihatanmu dan tidak akan merasa dahaga saat hari kiyamat? Nabi Musa as menjawab: “Iya wahai Tuhanku.” Allah ﷻ bersabda: “Maka perbanyaklah sholawat pada Muhammad ﷺ.”

Ash-Shafwari (w. 894 H) melanjutkan: Aku pernah membaca dalam kitab al-Milladz wa al-I’tisham bi ash-Shalawati ‘ala Muhammad ﷺ:

أن موسى ﻋﻠﻴﻪ الصلاة وﺍﻟﺴﻼﻡ ضرب بعصاه البحر فلم ينفلق فأوحى الله يا موسى صل على محمد فصلى عليه وضربه فنفلق بإذن الله تعالى

“Sesungguhnya Nabi Musa as (saat pertama) memukul lautan dengan tongkatnya tidak mau terbelah, lalu Allah ﷻ memberikan wahyu pada Nabi Musa: “Wahai Musa! Bacalah sholat pada Muhammad ﷻ.” Lantas Nabi Musa as bersholawat pada Nabi Muhammad ﷻ kemudian kembali memukul lautan, maka dengan idzin Allah ﷻ lautan itu terbelah.”

Waallahu A’lamu

📌Referensi:

📒Syaikh al-Qusyairi| al-Risalah al-Qusyairiyah| Darul al-Kutub al-Ilmiyah hal 377

📒Syaikh al-Imam Ibnu Utsman ash-Shafwariy| Nuzhatu al-Majalis wa Muntakhabu an-Nafais| Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 1 hal 58
_________
Oleh: Ust. Abdul Adzim (Pengajar di PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.