Ketika Nabi Musa Sangat Mendambakan Menjadi Umat Nabi Muhammad SAW (2)

Asscholmedia.net – Masih seputar keistimiwaan umat Nabi Muhammad ﷺ dan kekaguman Nabi Musa as pada mereka. Abuya Sayyid al-Imam al-Habib Abdullah bin ‘Alawiy Al-Haddad al-Hadharamiy ra dalam kitab Sabilu al-Iddar wa al-I’tibar bima yamurru bi al-Insan wa Yunqadhiya Lahu min al-A’mar dengan narasi yang berbeda, Beliau menuturkan. Berikut redaksi singkatnya:

Bacaan Lainnya

Wahhab bin Munabbih mengatakan: “Tatkala Nabi Musa as membaca Kitab Suci Taurat, Ia menemukan di dalamnya keutamaan-keutamaan umat Nabi Muhammad ﷺ, sehingga Ia begitu kagum dan mendambakan sebagian dari keutamaan-keutamaan umat Nabi Muhammad agar diberikan kepada umatnya.

Nabi Musa as berkata: “Ya Rabb! Siapa umat Muhammad ini yang aku temukan dilembaran-lembaran Taurat?”

Allah berfirman: “Mereka adalah Umat Ahmad (Muhammad ﷺ). Mereka ridho pada-Ku dengan sedikitnya rezeki yang Aku beri pada mereka, dan Aku ridho pada mereka dengan sedikitnya amal. Aku akan memasukkan salah satu dari mereka ke surga dengan bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang wajib disembah) selain Allah ﷻ.”

Nabi Musa as berkata: Maka sungguh aku menemukan dilembaran-lembaran Taurat, mereka akan dibangkitkan di hari kiamat dengan wajah seperti bulan di malam purnama. Maka jadikan mereka umatku.

Allah berfirman: “Mereka adalah umat Ahmad (Muhammad ﷺ). Aku akan membangkitkan mereka di hari kiamat dalam keadaan tangan dan kaki yang bercahaya dari bekas berwudhu dan sujud mereka.

Baca juga: Ketika Nabi Musa Sangat Mendambakan Menjadi Umat Nabi Muhammad SAW (1)

Setelah Nabi Musa as bertanya panjang lebar pada Allah tentang umat Nabi Muhammad ﷺ disertai permohonan, akhirnya Nabi Musa as berkata:

“Ya Rabb! Kau telah menganugerahkann (semua) kebaikan ini pada Ahmad (Muhammad ﷺ) dan umatnya, maka jadikan aku bagian dari umatnya.

Allah ﷻ lalu berfirman: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegang-teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 144). Wahai Musa! Tidakkah kau tahu bahwa sesungguhnya Muhammad ﷺadalah paling mulia makhluk dari seluruh makhluk-makhluk-Ku. Dan Aku lihat dari seluruh hati hamba-hamba-Ku, ternyata tidak ada yang lebih tawadlu’ (merendahkan diri) dari hatimu. Maka sebab itulah, Aku pilih dirimu dengan Risalah dan kalam-Ku dari pada manusia yang lain. Maka matilah kau atas tauhid (pada-Ku) dan mencintai Muhammad ﷺ}

Nabi Musa berkata: “Ya Rabb! Adakah umat (para Nabi) yang paling mulia di sisi-Mu dibanding umatku yang pernah dinaungi awan dan diturunkannya makanan Manna dan Salwa?”

Allah ﷻ lalu berfirman: “Wahai Musa! Tidak kau tahu keutamaan umat Muhammad dibanding umat-umat yang lain seperti keutamaan-Ku dibading semua makhluk ciptaan-Ku”.

Nabi Musa berkata: “Ya Rabb! Apakah aku bisa melihat mereka?”

Allah ﷻ lalu berfirman: “Kamu tidak akan bisa melihat mereka, tetapi apabila kau senang mendengarkan kalam (ucapan) mereka maka lakukanlah.”

Nabi Musa berkata: “Sungguh aku senang hal itu (mendengarkan kalam ucapan mereka).”

Allah ﷻ lalu berfirman : “Wahai umat Muhammad!. Maka mereka semua menjawab dengan serentak dan lantang:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu”.

Pada saat itu meraka masih berada di tulang rusuk bapak-bapak mereka

Kemudian Allah ﷻ berfirman: “shawat dan salam-Ku untuk kalian, belas kasih-Ku lebih dahulu dari murka-Ku, ampunan-Ku lebih dahulu dari siksa-Ku. Aku telah mengampuni kalaian sebelum kalian meminta ampunan pada-Ku. Aku mengabulkan semua doa kalian dan sebelum kalian berdoa pada-Ku. Aku memberikan apa yang kalian minta sebelum kalian meminta pada-Ku. Barang siap dari kalian yang menemuiku dengan bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang wajib disembah) selain Allah ﷻ dan sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah ﷻ, maka akan mengampuni dosanya. Lalu Allah ﷻ berfirman: ”

وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّورِ إِذْ نَادَيْنَا ﴿القصص : ۴۶﴾

Dan engkau (Muhammad ﷺ) tidak berada di dekat Tur (gunung) ketika Kami menyeru (QS. Al-Qasas: 46) pada umatmu sehingga aku memperdengarkan kalam mereka pada Musa.

Tulisan ini telah dipaparkan oleh Syaikh al-‘Arif billah Abdul Aziz ad-Dairaniy dalam kitab Thaharatu al-Qulub.

Waallahu A’lamu

Referensi:

📙Sayyid al-Imam al-Habib Abdullah bin ‘Alawiy Al-Haddad al-Hadharamiy| Sabilu al-Iddar wa al-I’tibar bima yamurru bi al-Insan wa Yunqadhiya Lahu min al-A’mar| Daru al-Halwah hal 22-26

_________
Oleh: Ust. Abdul Adzim (Pengajar di PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.