Kisah Sholawat Al-Munjiyat dan Faaedahnya

Tidak ada komentar 117 views
banner 160x600
banner 468x60

❤ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الأَهْوَالِ وَالآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتْطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ، ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ❤

“Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan (kesalahan). Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati”.

**

Shalawat ini dikenal dengan sebutan Sholawat al-Munjiyat (bahasa Arab, الصلاة المنجية). Munjiyat secara bahasa bermakna “menyelamatkan”, berarti dengan berdoa memakai Sholawat al-Munjiyat ini, maka pembacanya berharap agar dapat selamat dari segala musibah yang sedang atau akan menimpanya dan dikeluarkan dari kesulitan yang sedang dihadapinya. Baik kesulitan materi dan ekonomi atau kesulitan mental dan fisik.

Asy-Syeikh Yusuf Isma’il An-Nabhani dalam kitabnya Afdholu as-Sholawatu ‘ala Sayyidi as-Saddah menyatakan: Telah mengutip dari riwayat Hasan bin ‘Ali Al-Aswani dalam syarah (komentar) kitab Dalailu al-Khairot bahwa beliau berkata: “Barang siapa yang membaca shalawat ini dalam setiap perkara penting atau bencana sebanyak seribu kali (1000 X) , niscaya Allah ﷻ akan melepaskan bencana itu darinya, dan memenuhi apa yang diinginkannya.”

Dalam kitab Nuzhat Al-Majalis wa Muntakhabu An-Nafais, Syaikh Abdu ar-Rahman bin Abd as-Salam Ash-Shuduri dan Syaikh Umar bin ‘Ali bin Salim Ibn Al-Fakihani, dalam kitab Al-Fajrul Munir yang diriwayatkan dari Asy-Syaikh As-Solih Musa Ad-Dharir ulama sufi dari tariqat Asy-Syadzili. Beliau bercerita: “Aku pernah berlayar di sebuah lautan. Tiba-tiba angin (angin taufan) telah melanda kami. Dalam situasi seperti ini, sedikit sekali manusia yang dapat selamat dari karam dan orang-orang telah menjerit-jerit dalam rasa ketakutan. Tiba-tiba aku dilanda kantuk kemudian terlelap tidur. Dalam tidurku, aku bermimpi melihat Baginda Nabi ﷺ dan berkata: “Katakanlah kepada segenap penumpang kapal ini agar mereka mengucapkan:

الَّلهـُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّـدٍ صَلاَةً تُنْـجِـنَا بِهَا–

Hingga lafadz
–وَبَعْدَ الْمَماَتِ

Sebanyak seribu kali.

Setelah terjaga dari tidurku. Aku memberitahu pada para penumpang tentang mimpiku itu, dan kami semua pun bersolawat dengan (sholawat yang perintahkan Nabi ﷺ) kurang lebih tiga ratus kali (300 X) banyaknya. Alhamdulillah akhirnya Allah ﷻ menyelamatkan kami dari petaka itu.

As-Sayyid Muhammad Afandi `Abidin berkata dalam buku catatannya bahwa Al-`Allamah Al-Musnid Ahmad Al-‘Attor telah menyebutnya sebagai Solawat Al-Munjiyat, dan beliau mengungkapkan bahwa Al-`Arif Al-Akbar telah menambah di akhir bacaan Sholawat al-Munjiyat dengan kata-kata:

ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ يَااللهُ

Kemudian Asy-Syeikh Yusuf Isma’il An-Nabhani menambahkan, ada sebagian masyayikh yang mengatakan: Barang siapa yang mengucapkan sholawat ini sebanyak seribu kali ketika ada kesulitan atau ketika turunnya musibah, Allah ﷻ akan melapangkan perkara itu dan akan mengabulkan segala hajatnya. Dan baranh siapa yang memperbanyak membacanya pada waktu datang penyakit ta’un (wabah penyakit menular), maka dia akan aman dari penyakit itu. Barang siapa yang memperbanyak membacanya ketika berlayar dilautan, maka dia akan diselamatkan dari karam. Barang siapa yang membacanya sebanyak lima ratus kali (500 X) maka insya-Allah segala keinginannya akan terkabulkan, baik menyangkut urusan pelancar rezeki atau kekayaan dan lainnya. Amalan ini telah terbukti dan benar-benar mujarrab. Dan Allah ﷻ jualah yang lebih mengetahui.

Riwayat yang sama juga telah disampaikan oleh Asy-Syaikh As-Sowi dalam (syarah) komentar mengenai Wird Ad-Dardir (wirid-wirid yang telah digubah oleh Asy-syaikh Ahmad seorang guru bagi At-Toriqah Al-Khalwatiyyah, yang amat terkenal di negara Mesir pada zamannya) yang dikutib dari As-Samhudi dan Al-Malawi .

Asy-Syaikh Al-‘Arif Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili dalam kitabnya Khazinah Al-Asror juga berkomentar : “Ketahuilah bahwa semua bacaan sholawat itu terbagi menjadi empat ribu jenis, dan di sebagian riwayat yang lain, terbagi dua belas ribu. Satu dari semua sholawat-sholawat itu telah dipilih oleh satu kelompok (jamaah) dari ahli Timur dan Barat, sesuai dengan apa yang telah mereka temui di dalam menjalin ikatan rohani di antara mereka dengan Baginda Nabi Muhammad ﷺ dan dari apa yang mereka fahami perihal keistimewaan-keistimewaan, manfaat-manfaat, serta berdasarkan apa yang telah mereka temukan tentang rahasia-rahasia, yang setengahnya telah menjadi masyhur melalui pembuktian dan penyaksian seseorang bisa terlepas dari segala kesulitan dan memperoleh apa yang diinginkan, seperti Solawat Al-Munjiyat ini.

Masih menurut Asy-Syaikh Al-‘Arif Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili, bahwa yang lebih utama dalam mengucapkan Sholawat al-Munjiyat adalah dengan menyebut sertakan keluarga Nabi. Seperti ucapan:

الَّلهـُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّـدٍ وآل عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّـدٍ صَلَاة تُنْـجِـنَا بِهَا–

Hingga akhir bacaan, kerana Baginda Nabi ﷺ pernah bersabda: “Apabila kalian semua bersholawat kepadaku, jadikanlah sholawat itu umum (tidak dikhususkan untuk diri Baginda Nabi ﷺ seorang, tetapi juga mencakup semua ahli keluarga Baginda Nabi ﷺ)”. Manfaat yang dapat diperoleh dengan mengikut sertakan keluarga Baginda Nabi ﷺ dalam bacaan sholawat ini adalah akan lebih sempurna, lebih umum, lebih banyak pahala, dan lebih cepat untuk dikabulkan. Begitulah yang telah diwasiatkan dan diijazahkan oleh sebagian para masyaikh kepadaku.

Asy-Syaikh al-Akhbar dalam sirru al-Asrar juga telah menjelaskan bahwa mengikut sertakan keluarga Nabi ﷺ dalam bacaan Sholawat al-Munjiyat merupakan satu perbendaharaan dari segala perbendaharaan Al-‘Arsy (singgahsana Allah). Barang siapa yang berdoa dengannya sebanyak seribu kali (1000 X) saat tengah malam agar hajat terkabul. Maka Allah ﷻ akan menunaikan semua hajatnya (hajat dunia atau hajat akhirat). Sungguh terkabulnya sholawat ini, lebih cepat dari pada sambaran kilat, dan ia adalah tambang emas yang besar dan penawar yang ampuh. Maka dari itu hendaklah sholawat ini disembunyikan dan dijauhkan dari orang-orang yang bukan ahlinya.

Tidak ketinggalan Asy-Syaikh Al-Buni dan Al-Imam Al-Jazuli setelah memaparkan mengenai keistimewaan-keistimewaan dan rahasia-rahasia yang terkandung dalam Sholawat Al- Munjiyat berpesan, hendaknya tidak menceritakan keistimewaan-keistimewaan dan rahasia-rahasia tersebut agar tidak jatuh ke tangan orang-orang yang jahil. Cukuplah isyarat ini menjadi pengingat untukmu.

Wallahu A’lamu

ذكر جميع ما ذكرنا الشيخ يوسف بن إسماعيل بن يوسف بن إسماعيل بن محمد ناصر الدين النبهاني المتوفى سنة (ت 1350هـ) في كتابه أفضل الصلوات على سيد السادات (ص/77-78)، والمؤرخ الأديب عبد الرحمن بن عبد السلام الصفوري ، المتوفى سنة (ت 894هـ) في كتاب ” نزهة المجالس ومنتخب النفائس ” (ص/284)، والشيخ عمر بن علي بن سالم الفاكهاني النحوي الفقيه المالكي (ت 734هـ) في كتابه ” الفجر المنير ” (ص/31-32) وغيرها.

Oleh: Ust. Abdul Adzim (Pengajar di PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan)

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas