Aneka Keistimewaan Yang Didapat Oleh Orang Berpuasa (4)

Asscholmedia.net – Masih dalam catatan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam kitab Syarfu al-Ummati al-Muhammadiyah seputar keistimewaan yang diberikan Allah ﷻ pada orang-orang yang berpuasa dari umat ini:

Bacaan Lainnya

7- Allah ﷻ menjadikan setiap keadaan dan perilaku orang-orang yang berpuasa sebagai ibadah dan ketaatan. Diam mereka dari ucapan yang tidak berguna dan tidur mereka untuk bisa qiyamul lail adalah ibadah dan ketaatan seperti yang disabdakan Rasulullah ﷺ:

« صَمْتُ الصَّائِمِ تَسْبِيْحٌ، وَنَوْمُهُ عِبَادَةٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ »

Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya ibadah, do’anya dikabulkan, dan amalnya dilipat gandakan. (HR. Ad-Dailami dari Ibnu Umar).

Berbuka puasanya merupakan kebahagian syukur yang juga termasuk ibadah dan waktu berbuka puasa adalah waktu istijabah (dikabulkan doa) sebagaimana yang sebutkan dalam hadits:

« لِلصَائِمِ عِنْدَ إِفْطَارِهِ دَعْوَةٌ مُسًتَجَابَةٌ »

“Bagi orang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang dikabulkan .” [HR. Ibnu Majah, al-Hakim Abu Daud, al-Baihaqi dan lainnya).

Maka betapa batapa bahagia orang-orang yang berpuasa saat berbuka puasa setelah segala dahaga dan lapar sirnah serta doanya terkabulkan. Allah ﷻ di waktu itu juga mencatat mereka sebagai orang yang dibebaskan dari panasnya api neraka sebagaimana yang dijanjikan dalam hadist Rasulullah ﷺ:

« ﺇِﻥَّ ﻟِﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟﻰٰ ﻋِﻨْﺪَ ﻛُﻞِّ ﻓِﻄْﺮٍ ﻋُﺘَﻘَﺎﺀَ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ »

“Sesungguhnya Allah ﷻ memiliki pada setiap berbuka puasa memerdekakan (orang-orang yang berpuasa dari api neraka) dan itu di setiap malam.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, ath-Thabrani dan al-Baihaqi).

Begitu juga makan sahurnya barokah sebagaimana yang disebutkan Rasulullah ﷺ dalam haditsnya dan setelah semua itu Allah ﷻ akan memberikan mereka pahala berupa surga.

Waalahu A’lamu
————————-

✍ Disadur dari kitab Syarfu al-Ummati al-Muhammadiyah karya as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani hal 140 Cet Dunia Mega Barokah Utama-Jakarta.

Oleh: Ust. Abdul Adzim (Pengajar di PP. Syaichona Moh. Cholil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.