Misteri Hari Jum’at 15 Ramadhan

614 views
banner 160x600
banner 468x60

Sumber foto: http:fitnahfitnahakhirzaman.blogspot.com

Asscholmedia.net – Sampai detik ini kehebohan berita tentang akan terjadinya “sesuatu” di pertengahan Ramadhan masih belum berakhir, tiap harinya pasti ada saja yang menanyakan masalah ini kepada saya. Kita tau sendiri, kehebohan ini awalnya diviralkan oleh ustadz-ustadz akhir zaman yang memprediksi bahwa pada Ramadhan kali ini akan terjadi dentuman keras diiringi Dukhon akibat meteor yang menabrak bumi. Sebenarnya tidak masalah jika itu memang didasari imajinasi pribadi mereka, tapi masalahnya mereka justru membawa-bawa nama hadits dan mengklaim prediksi mereka itu sebagai ramalan suci Rasulullah Saw, itu yang membuat banyak orang ketakutan, resah dan kalang kabut.

Apakah statement mereka yang memprediksi akan terjadi sesuatu pada 15 Ramadhan 1441 kali ini bisa dibenarkan? Mari kita bahas dalam beberapa point:

  1. Tentang status Hadits; Hadits yang menjelaskan tentang hal ini lumayan banyak dengan bermacam-macam lafadz dan riwayat, meskipun kebanyakan riwayat bermasalah bahkan dihukumi palsu oleh ulama Hadits sekelas Al-Imam Ad-Dzahabi, saya masih tidak berani menarik kesimpulan karena ya gitu, Riwayat Hadits 15 Ramadhan bermacam-macam dan mempunyai banyak jalur, apalagi Al-Habib Abu Bakar Al-Masyhur mengatakan bahwa peristiwa 15 Ramadhan ini memang benar disebutkan dalam sebuah hadits.
  2. Dalam Hadits tersebut hanya disebutkan tentang dentuman keras dan huru-hara di pertengahan Ramadhan, sama sekali tidak disebutkan Meteor jatuh, Komet, apalagi Dukhon yang merupakan salah satu tanda utama kiamat (menurut banyak ulama, Dukhon akan datang setelah keluarnya Dajjal, Imam Mahdi dan Nabi Isa).
  3. Prediksi itu adalah kesimpulan prematur dan dangkal yang menafikan tanda-tanda kiamat lainnya yang berdasarkan hadits-hadits Shahih. Tanda-tanda kiamat (علامة الساعة) ibaratnya kumpulan potongan Puzzle yang saling melengkapi satu sama lain.
  4. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Habib Abu Bakar Al-Masyhur (Pakar “sejati” tanda-tanda akhir zaman, bukan pakar bohongan) syarat hari Jum’at 15 Ramadhan yang menjadi tanda akan dekatnya kiamat harus didahului dengan dua gerhana pada bulan yang sama. Sedangkan di Ramadhan kali ini sama sekali tidak ada gerhana.
  5. Prediksi tersebut menurut Habib Abu Bakar timbul akibat ketidakpahaman akan ilmu “tanda-tanda akhir zaman”, kaidah-kaidah dan istilah-istilahnya. Mereka hanya mengambil hadits tersebut lantas mencocok logikannya sesuai dengan akal dan pemikiran mereka layaknya mereka meracik makanan atau minuman.

Dari ulasan diatas, penulis menambah keterangan lagi dengan komentar-komentar ilmiahnya. Berikut penjelasannya;
Pertama, jika mereka memaksakan bahwa “pemanasan kiamat akan terjadi pada 15 Ramadhan kali ini, itu jelas bertentangan dengan Hadits Shahih yang disabdakan Rasulullah Saw:

لا تقوم الساعة حتى لا يقال في الأرض الله الله

“Tidak akan terjadi kiamat kecuali jika di bumi ini sudah tidak ada lagi yang menyebut nama Allah”.

Sedangkan di zaman kita, Masjid-masjid justru makin bertambah, orang sholat masih banyak, Pesantren dimana-mana, nama Gusti Allah juga masih ramai disebut diseluruh penjuru bumi. Jadi kenapa harus ‘kesusu’ kiamat datang sebentar lagi?

Kedua, pada akhirnya saya sangat setuju sekali dengan nasehat dan arahan Habib Abu Bakar Al-Masyhur yang memang sudah lama saya tunggu komentarnya terkait masalah ini:

Saya tidak melarang seseorang untuk membaca dan memahami tentang tanda-tanda akhir zaman ini tapi jika ia mulai menakut-nakuti, membuat orang-orang resah dan terlalu terburu-buru di dalam menyimpulkan akan datangnya peristiwa (yang disebutkan dalam hadits) lantas ia menyatakan atau bahkan memastikan bahwa tahun ini adalah tahun yang Rasulullah maksud, maka itu adalah kesimpulan dangkal yang sangat tergesa-gesa, kita harus berhati-hati di dalam menyimpulkan hal semacam ini.

Suka atau tidak, kita bicarakan atau tidak, janji-Janji Allah pasti akan terjedi. Betul kita harus bersiap dan waspada ketika melihat tanda-tanda kiamat mulai bermunculan, tapi (tanda kiamat) bukan hanya dentuman keras di pertengahan Ramadhan. Kita juga harus waspada ketika sudah banyak para muslimah yang tidak menutup aurat karena itu juga tanda kiamat, ramainya orang yang minum bir juga pertanda, tersebarnya zina juga pertanda. Semua itu adalah pertanda kiamat, akan tetapi orang-orang hanya takut dan mewaspadai peristiwa tertentu padahal setiap harinya tanda-tanda kiamat yang disebutkan Rasulullah mulai bermunculan satu persatu.

Pada intinya tanda kiamat bukan hanya setu saja, banyak sekali pertanda kiamat yang harus dipelajari, dipahami benar-benar, tidak disimpulkan dengan tergesa-gesa dan disampaikan oleh orang -orang yang memiliki rasa takut kepada Allah.

Itu yang saya harapkan sehingga orang-orang tidak terjebak dalam ketakutan dan kehebohan seperti yang terjadi saat ini, ini penting saya jelaskan agar orang-orang tidak terkecoh oleh pemikiran yang mengatasnamakan ilmu padahal itu bukan ilmu. Mereka mengklaim tu adalah ilmu padahal dasar yang mereka gunakan hanyalah prasangka saja.

Oleh: Lora Muhammad Ismael Amin Kholil
Bangkalan, 2 Mei 2020

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas