Aneka Keistimewaan Yang Didapat Oleh Orang Berpuasa (3)

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Masih seputar keistimewaan yang diberikan Allah ﷻ pada orang-orang yang berpuasa dari umat ini dalam kitab Syarfu al-Ummati al-Muhammadiyah. Edisi kali ini Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani memaparkan:

6- Allah ﷻ memberikan keistimewaan pada orang-orang yang berpuasa dengan beberapa panggilan inisial khusus yang disebut abadi dalam al-Qur’an al-Karim di antaranya:

• As-Saihun” dalam firman Allah ﷻ:

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ [التوبة: ١١٢]

Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (menuju Allah), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman. (QS. At-Taubah: 112).

Kata ayat “As-Saihun” dalam Ayat di atas secara leksikal diartikan orang-orang yang mengembara namun menurut sebagian besar ulama menafsiri atau mengartikan kata “As-Saihun” sebagai orang-orang yang berpuasa karena sejatinya orang-orang yang berpuasa itu mengembara menuju Allah ﷻ dengan cara keluar dari kebiasaan dan karakter mereka (yang asli) menuju perihnya lapar dan seraknya dahaga meski sebagian ulama yang lain mengartikan kata ash-Shaimun” dengan arti orang-orang yang mengembara (demi ilmu dan agama).

• “Ash-Shabirun” dalam firman Allah ﷻ:

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ [الزمر: ١٠]

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

kata “Ash-Shabirun” dalam ayat di atas menurut sebagian ulama diartikan orang-orang yang berpuasa karana kata “ash-Sabru” merupakan nama sebutan dari nama-nama puasa karena itulah orang-orang yang berpuasa akan diberi kesempurnaan pahala berupa gedung keutamaan, demawan dan kemulian yang tiada tara dan tidak ada yang bisa mengtahui kadarnya kecuali Allah Tuhan dari segala Tuhan.

Baca juga:

• Amal kebajikan yang akan mendapat balasan kebahagian tersembunyi dari Allah ﷻ dalam firman Allah ﷻ:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍۢ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ [السجدة: ١٧]

“Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17).

Menurut sebagaian ulama, amal mereka yang mendapat balasan (kenikmatan) tersembunyi yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas dibenak manusia adalah puasa.

Waalahu A’lamu
————————-

✍ Disadur dari kitab Syarfu al-Ummati al-Muhammadiyah karya as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani hal 139-140 Cet Dunia Mega Barokah Utama-Jakarta.

Oleh: Ust. Abdul Adzim (Pengajar di PP Syaichona Moh. Cholil)
Bangkalan, 5 Ramadhan 1441 H

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas