Aneka Keistimewaan Yang Didapat Oleh Orang Berpuasa (1)

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam karyanya Syarfu al-Ummati al-Muhammadiyah menuturkan: “Di antara beberapa keistimewaan yang khusus dianugerahkan Allah ﷻ pada orang-orang yang berpuasa dari umat ini adalah:

1- Allah ﷻ memberikan pintu masuk khusus di hari kiamat pada orang-orang yang berpuasa di surga sebagai bentuk penghormatan karana kemulian dan keutamaan yang dimiliki mereka. Mereka akan dipanggil di muka orang banyak dengan panggilan spesial “Di mana orang-orang yang ahli puasa?”. Mereka yang berada di kejahuan dan yang terdekat melongok dan memandang iri pada orang-orang yang ahli berpuasa. Andai mereka bisa bersama orang-orang yang ahli puasa, duduk dalam tunggangan keberuntungannya. Pada saat itu mereka baru tersadar pada semua kesempatan dan kesungguhan amal yang ditinggalkan serta menyesali hilangnya waktu yang berharga dibuang sia-sia saat di dunia. Rasulullah ﷺ menggambarkan situasi ini dalam hadistnya:

إِنَّ فِي الجَنَّة بَابًا يُقَالُ لَهُ: الرَّيَّانُ، يدْخُلُ مِنْهُ الصَّائمونَ يومَ القِيامةِ، لاَ يدخلُ مِنْه أَحدٌ غَيرهُم، يقالُ: أَينَ الصَّائمُونَ؟ فَيقومونَ لاَ يدخلُ مِنهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فإِذا دَخَلوا أُغلِقَ فَلَم يدخلْ مِنْهُ أَحَدٌ [متفقٌ عَلَيْهِ].

“Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.” (HR. Bukhari, 1763. Muslim, 1947).

Baca juga:

2- Allah ﷻ menjadikan puasa orang-orang dari umat ini sebagai tameng pelindung dari api neraka dan penyelamatkam mereka dari keinginan-keinginan yang jelek sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dalam hadistnya:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ حَصِيْنَةً مِنَ النَْارِ

“Puasa adalah perisai yang membentengi orang yang berpuasa dari api neraka”. (HR. Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi di dalam Syu’abi al-Iman).

Kemudian Rasulullah ﷺ menjelaskan pada kita tentang bagaimana puasa itu bisa menjaga pemiliknya dari api neraka dengan sabdanya:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَْارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ مَالَمْ يَخْرِقْهَا بِكَذِبٍ أَوْ غِيْبَةٍ

“Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan selagi tidak membakar perisai itu dengan kebohongan atau menggunjing orang lain”. (HR Ahmad: 16278, Nasai: 4/167, dan Ibnu Majah: 1639, dengan sanad shahih).

Waalahu A’lamu
——————

✍ Disadur dari kitab Syarfu al-Ummati al-Muhammadiyah karya as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani hal 137-138 Cet. Dunia Mega Barokah Utama-Jakarta.

Oleh: Ust. Abdul Adzim (Pengajar di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan)
Bangkalan, 4 Ramadhan 1441 H

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas