Puasa Menyehatkan, Jangan Takut Puasa Karena Wabah Corona

Asscholmedia.net – Di tengah maraknya wabah covid-19 yang belum mereda, beberapa hari lagi umat Islam akan menjalankan Ibadah puasa Ramadhan.

Bacaan Lainnya

Banyak rumor beredar bahwa puasa dapat melemahkan tubuh dan imunitas kekebalan tubuh manusia. Bagi yang imanya lemah dan pengetahuan agamanya yang dangkal tentu rumor tersebut akan menjadi bomerang dan moster yang menakutkan dari pada covid-19 namun bagi mereka yang iman kuat dan pengetahuannya yang mendalam tetang manfaat puasa dalam Islam tentu hadirnya Ramadhan adalah berkah Allah ﷻ untuk meningkat keimanan dan ketakwaan serta menjaga kesehatan tubuh sekaligus penangkal ampuh dari serangan virus corana.

Sayyida Ali bin Abi Thalib ra mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

إنّ اللهَ عزّ وجلّ أَوْحَى إلى نَبِيٍّ من أَنْبِيَاءِ بَنِي إسرَائِيْل: أنْ أَخْبِرْ قومَك، أن لَيْسَ عبدٌ يَصُوْمُ يَومًا، ابْتِغَاءَ وَجْهِيْ، إلاّ أَصْحَحْتُ جِسْمَه، وأَعْظَمْتُ أَجْرَه

“Sesungguhnya Allah ﷻ mewahyukan kepada sebagian Nabi dari bani Israil: Kabarkanlah kepada kaummu, tidak ada seorang hamba yang berpuasa sehari karena mengharapkan-Ku kecuali Aku sehatkan tubuhnya dan Aku agungkan pahalanya.” [HR. al-Baihaqi dalam kitab Sya’bi al-Iman dalam Bab Puasa 214/3 no. 3923].

Dan dari riwayat Abu Hurairah ra Rasulullah bersabda :

صُوْمُوا، تَصِحُّوْا

“Berpuasalah, maka kalaian akan sehat”. [HR. At-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir no. 1190 dan al-Mu’jam al-Awsath no. 8312, Abu Nu’am dalam ath-Thibbu an-Nabawi no. 113].

Al-Imam Ahmad Ibnu Hajar al-Haitami ra dalam karyanya Itahafu Ahli Islam bi Khushushiati ash-Shiami setelah menyebut hadist terakhir menuturkan:

أن للصوم تأثيرا عجيبا في حفظ الأعضاء الظاهر وقوي الجواهر الباطنة، وحميتها من التخليط الجالب المواد الفاسدة، واستفراغ المواد الرديئة وذلك من أكبر العون على التقوى

“Sesungguhnya efek positif puasa dalam menjaga kesehatan tubuh dan menguatkan organ bagian dalam sangat luar biasa. Puasa mampu menjaga organ tubuh dari timbunan nutrisi makan yang merusak serta mampu menghilangkannya dan puasa adalah merupakan penyokong yang paling utama atas takwa.”

Hujjatu al-Islam Abu Hamid al-Ghazali ra dalam karyanya Ihya’ Ulumiddin terut memberi catatan mengenai hadist ini, menurut Beliau:

ففي الصوم والجوع وتقليل الطعام صحة الأجسام من الأسقام وصحة القلوب من سقم الطغيان والبطر وغيرهما

“Dalam puasa, lapar dan sedikit makan dapat menyehatkan (menjaga) badan dari segala penyakit juga dapat menyihatkan (menjaga) hati dari sifat dzaliman dan kesombongan.”

Baca juga:

Syaikh Abdur Rauf al-Munawi (w 1031 H) atau yang dikenal dengan sebutan al-Munawi dalam kitab Faidu al-Qadir Syarah al-Jami’ ash-Shaghir menambahkan:

قال الحرالي : فيه إشعار بأن الصائم يناله من الخير في جسمه وصحته ورزقه حظ وافر مع عظم الأجر في الآخرة . ففيه صحة للبدن والعقل بالتهيئة للتدبر والفهم وانكسار النفس إلي رتبة المؤمنين والترقي إلي رتبة المحسنين ، وللمؤمن غذاء في صومه من بركة ربه بحكم يقينه فيما لا يصل إليه من لم يصل إلي محله ، فعلي قدر ما يستمد بواطن الناس من ظواهرهم يستمد ظاهر المؤمن من باطنه كما ظهر ذلك في أهل الولاية والديانة . وفي الصوم غذاء للقلب كما يغذي الطعام الجسم ، ولذلك أجمع مجربة أعمال الديانة من الذين يدعون ربهم بالغداة والعشي يريدون وجهه علي أن مفتاح الهدي والصحة الجوع ، لأن الأعضاء إذا وهنت لله نور الله القلب وصفي النفس وقوي الجسم ليظهر من أمر الإيمان بقلب العادة جديد عادة هي لأولياءه أجل في القوي من عادته في الدنيا لعامة خلقه.

Al-Haraliy mengatakan: Hadist tersebut memberikan pemahaman bahwa orang yang berpuasa akan memperoleh kebaikan dan kesehatan tubuhnya. Disamping itu dia akan memeroleh rezeki yang sempurna berupa pahala yang agung di akhirat. Puasa dapat menyehatkan badan dan akal dengan rileksasi tubuh dan fikiran untuk beristirahat sejenak serta mampu meredam gejolak hawa nafsu untuk bisa naik pada derajat mutaqin dan Muhsinin.

Makanan orang mukmin dalam puasanya adalah berkah dari Allah ﷻ dengan sebuah kenyakinan bahwa sesuatu tidak akan sampai pada seorang kecuali sudah sesuai dengan kedudukannya. Jika prinsip hidup kebanyakan orang berdasar suatu apa yang tampak di mata, seorang mukmin malah menjadikan getaran jiwanya sebagai pedoman hidupnya sebagaimana yang telah dipraktikan para ahli agama (ulama) dan para kakasih-kekasih Allah ﷻ.

Dalam puasa ada nutrisi spritual yang baik untuk jiwa sebagaimana nutrisi makanan untuk kebaikan tubuh buktinya orang-orang yang (shaleh) senantiasa berdoa pagi dan sore berharap agar Allah ﷻ membukakan pintu petunjuk dan sehat dalam keadaan lapar sebab anggota tubuh bila telah lapar dan lemah karena Allah ﷻ, maka Allah ﷻ akan menerangkan hati, membersihkan jiwa dan menguatkan jasmani agar Allah ﷻ bisa menampak aura iman dalam kalbu para kekasihnya di dunia yang tidak diperoleh kebanyakannya makluk-Nya.”

Allah ﷻ berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ , الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ . أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (segala sesuatu milik Allah ﷻ dan kembali kepada Allah ﷻ). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS: Al-Baqarah: 155-157).

Waallah A’lamu

☕Referensi:

📚Syaikh Ahmad Ibnu Hajar al-Haitami al-Makki| Itahafi Ahli Islam bi Khushushiati ash-Shiami hal 32| Maktabah ath-Thaibah-Madinah al-Muwwarah

📚Syaikh Abu Hamid Mumammad al-Ghazali ath-Thusi| Ihya’ Ulumuddin juz 3 hal 85| Thaha Putra Semarang

📚Syaikh Abdur Rauf al-Munawi| Faidu al-Qadir Syarah al-Jami’ ash-Shaghir min Ahadisti al-Basyiri an-Nadzir juz 4 hal 272| Daru al-Kutub al-‘ilmiyah

———————————————–
Bangkalan 28 Sya’ban 1441 H
Abdul Adzim (Staf Pengajar PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.