Siaga Covid-19; Wali Santri Ponpes Syaichona Moh. Cholil Tetap Bisa Mengunjungi Putra-putrinya

Tampak dari arah Timur: Gerbang utama masuk Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Asscholmedia.net – Meluasnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ke berbagai negara termasuk Indonesia, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutuskan memperpanjang status keadaan tertentu darurat wabah bencana penyakit akibat virus Corona di Indonesia. Keputusan tertera dalam Surat Keputusan BNPB Nomor 13.A Tahun 2020 yang ditandatangani Kepala BNPB Doni Monardo pada 29 Februari 2020.

Keputusan no Dua yang beredar pada Selasa (17/3/2020) berbunyi “Kedua: Perpanjangan Status Keadaan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU berlaku selama 91 (sembilan puluh satu) hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020”.

Bacaan Lainnya

Dari adanya kasus ini sangat berdampak ke berbagai elemen seperti lembaga pendidikan mulai dari tingkat Paud hingga Perguruan Tinggi untuk sementara waktu diliburkan. Tidak hanya itu, pemerintah di banyak Kabupaten melakukan berbagai pencegahan di tempat-tempat lembaga, sekolah, kantor-kantor daerah, Masjid, dan Pondok Pesantren.

Salah satunya di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Madura. Rabu (18/03) siang, petugas gabungan TNI, Polri dan Dinas Kesehatan Kab. Bangkalan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan pondok pesantren untuk mengantisipasi Virus Corona.

Baca juga:

Selain itu, upaya yang dilakukan pengurus Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil untuk tetap menjaga santri-santri agar tetap sehat dengan memperkatat penjagaan di pintu masuk pesantren dan juga membentuk Tim Satgas Virus Corona untuk memantau kesehatan seluruh santri putra maupun putri.

Sebagaimama telah dilansir oleh https://timesindonesia.co.id/, Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, RKH. M Nasih Aschal, Rabu (18/3/2020). Menegaskan bahwa “Siapapun yang ingin memasuki lingkungan pesantren harus menjalani tes suhu badan pakai thermo gun”

Pintu masuk dari arah Barat / Sisi Selatan Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil

Beliau juga mengatakan, menerapkan prosedur sterilisasi demi melindungi penghuni pesantren dari paparan virus mematikan tersebut. Seluruh santri juga dilarang keras keluar dari pesantren, kecuali sangat mendesak.

Namun demikian, wali santri di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan tetap bisa mengirim atau menjenguk dengan membawa makanan dan sejenisnya untuk putra putrinya.

“Wali santri tetap diperbolehkan berkunjung ke pesantren, tapi harus dites dulu suhu badannya dan wajib mencuci tangan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Rofi
Redaktur: Ahmad Hafsin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.