Orang yang Lahir di Dalam Ka’bah

Tidak ada komentar 488 views
banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Ka’bah merupakan poros utama atau sentral alam semesta. Ka’bah adalah satu-satunya bangunan megah yang menjadi kiblat bagi orang-orang islam terletak di kota Makkah. Ka’bah dimuliakan Allah dengan perintah-Nya terhadap oarng yang menunaikan ibadah haji untuk melakukan Thawaf di Makkah. Orang-orang Islam tidak diperbolehkan melakukan di selain Baitul-Makmur (Ka’bah), seperti thawaf di batu besar di Baitul Maqdis, kubah yang ada di bukit Arafah dan tidak pula di tempat yang lainnya.

Ka’bah yang menjadi pusat berkumpulnya umat Islam sedunia ini tidak sembarang orang bisa memasuki ke dalamnya. Hanya sebagian manusia tertentu yang bisa melihat pemandangan yang ada di dalamnya. Meski itu, ada juga beberapa orang yang terlahir di tempat yang dimuliakan Allah ini.

Suatu hari, ketika dalam keadaan hamil tua Fathimah binti Asad, Istri Abu Thalib, datang ke Ka’bah untuk berdo’a. Memohon agar dapat melahirkan bayinya dengan selamat. Ketika di dekat pintu Ka’bah, tiba-tiba dinding Ka’bah retak dan terbuka lebar. Fathimah pun memasukinya. Setelah ia berada di dalam Ka’bah, celah itu secara ajaib tertutup kembali, sehingga Fathimah terjebak di dalam Rumah Allah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim itu.

Sebagian orang yang melihat kejadian tersebut segera menceritakan kepada orang lain. Mereka membawa kunci pintu Ka’bah dan berusaha membukanya. Anehya, pintu Ka’bah tidak dapat dibuka. Tak seorangpun yang bisa membukanya. Pada akhirnya, dengan izin Allah, Nabi Muhammad SAW-lah yang bisa membukanya. Fathimah yang berada di dalam segera keluar dan membawa bayinya yang baru saja dilahirkan. Bayi mungil itu kemudian disodorkan kepada Nabi Muhammad SAW. Fathimah memberinya nama Haidar (Singa), sementara Rasulullah memberinya nama Ali.

Selain Ali, hal serupa juga dialami oleh Hakim bin Hazam bin Khuwailid, anak laki-laki dari saudara Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid.

Pada hari ka’bah dibuka untuk umum, kira-kira 5 tahun sebelum kelahiran Rasulullah SAW, seorang ibu tengah mengandung bersama rombongan wanita wanita seusianya memasuki Ka’bah. Di saat berada dalam Ka’bah, tiba-tiba ia merasakan perutnya mules dan tidak sanggup berjalan keluar. Beberapa temannya segera membentangkan tikar, dan lahirlah bayi yang kemudian diberi nama Hakim.

Hakim bin Hamzah yang terlahir dari keturunan bangsawan dan hartawan itu tidak tergolong orang Muslim, padahal sejak kecil ia sudah sering bergaul dengan Nabi. Ia baru mendapat hidayah setelah pembebasan Kota Makkah dari kekuasaan Quraisy, kira-kira 20 tahun setelah Rasulullah SAW diangkat menjadi Nabi, tepatnya pada tahun 8 H.

Sumber: Majalah Lazizwa Sidogiri. Edisi 49. Juli 2013.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas