Pesan Pengasuh PP. Syaichona Moh. Cholil: Santri Harus Membiasakan Baca Surat Waqi’ah

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan RKH. Fakhrillah Aschal berpesan kepada santri PP. Syaichona Moh. Cholil dan semua alumninya untuk terus istiqomah membaca surat Al-Waqi’ah.

Cara mengamalkan surat Al Waqi’ah, sebagaimana yang pernah di ijazahkan pada Alumni PP. Syaichona Moh. Cholil oleh RKH. Fakhrillah Aschal.

Berikut keutamaan Surat Al Waqiah dan penjelasannya dari ayat pertama hingga akhir, serta beberapa dalil yang diterangkan dalam Hadis.

Surat Al-Waqi’ah terdiri atas  9  bagian utama yaitu:

Bagian pertama ayat 1 – 6 menceritakan tentang dahsyatnya peristiwa kiamat, ketika bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat dan gunung dihancurkan hingga menjadi debu yang beterbangan.

Bagian kedua ayat 7 – 14 menceritakan bahwa manusia dihari berbangkit akan terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu golongan kanan, golongan kiri dan al muqorrobun (orang yang dekat disisi Allah). Golongan al muqarrobun ini sebagian besar orang dahulu dan sebagian kecil orang diakhir zaman.

Bagian ketiga ayat 15 – 26 menceritakan tentang berbagai kenikmatan yang didapat oleh golongan al muqarrobun, mereka duduk di atas dipan yang bertahtakan emas dan berlian, dikelilingi para bidadari yang membawa gelas dan cerek berisi minuman dari mata air ditaman syurga. Mereka tidak pernah mabuk meminum minuman syurga, meraka mendapat buah buahan dan daging burung, serta didampingi bidadari yang bermata jeli bagai mutiara tersimpan rapi.

Bagian keempat  ayat 27 – 40 menceritakan tentang berbagai nikmat yang didapat oleh golongan kanan. Mereka berada ditengah kebun dan taman serta mata air dengan buah-buahan berlimpah beraneka ragam. Mereka didampingi gadis jelita sebaya umur yang diciptakan khusus bagi mereka. Golongan kanan ini sama banyak antara orang dahulu dan orang diakhir zaman.

Bagian ke lima ayat 41 – 56 menceritakan tentang azab dan siksa yang dialami oleh golongan kiri, mereka berada ditengah naungan asap hitam yang meniupkan angin yang amat panas. Mereka memenuhi perut mereka dengan makanan dari pohon zaqqum, mereka minum air mendidih bagai untuk yang kehausan, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan selama hidup didunia.

Bagian ke enam ayat 57 – 62 menceritakan tentang proses penciptaan manusia dari setetes nutfah. Allah telah menetapkan kematian diantara  manusia dan kelak akan menghidupkannya kembali. Allah kuasa menghidupak dan mematikan manusia, dan Dia kuasa untuk menghidupkan kembali dihari berbangkit kelak.

Bagian ke tujuh  ayat 63 – 74, menceritakan tentang bagaimana Allah menumbuhkan tanam-tanaman, menurunkan hujan, dan menciptakan api untuk keperluan manusia. Allah memerintahkan agar manusia memikirkan dan mensyukuri  semua itu serta bertasbih mensucikan namanya yang maha agung.

Bagian ke delapan ayat 75 – 82, menceritakan tentang keutamaan kitab Al Qur’an yang diturunkan dari Allah tuhan sekalian alam. Tidak ada yang menyentuh Al Qur’an itu melainkan orang yang disucikan.

Bagian ke sembilan ayat 83 – 96, menceritakan proses sakratul maut, dan Allah menyatakan jika manusia  benar-benar kuasa mengapa ia tidak menahan ruh itu ketika ia keluar dari tubuh manusia. Alllah juga menceritakan tentang  keadaan ruh orang yang dekat padanya (almuqarrobun), golongan kanan dan golongan kiri. Semua yang disampaikan dalam Al Qur’an ini adalah suatu yang pasti, karena itu Allah SWT mengingatkan agar kita semua bertasbih mensucikian nama Allah SWT yang agung.

Beberapa keutamaan Surat Al-Waqi’ah yang termaktub dalam Hadits.

Hadis Pertama

“ﻣﻦ ﻗﺮﺃ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻮاﻗﻌﺔ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﻟﻢ ﺗﺼﺒﻪ ﻓﺎﻗﺔ ﺃﺑﺪا”. (اﺑﻦ اﻟﺴﻨﻲ ﻫﺐ) ﻭاﺑﻦ ﻋﺴﺎﻛﺮ ﻋﻦ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ.
Hadis: “Barang siapa membaca surat Waqiah tiap malam, maka tidak akan mengalami kemiskinan selamanya” (HR Ibnu Sunni dan Baihaqi Ibnu Mas’ud)

Hadis kedua

“ﻋﻠﻤﻮا ﻧﺴﺎءﻛﻢ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻮاﻗﻌﺔ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻐﻨﻰ”. (اﻟﺪﻳﻠﻤﻲ) ﻋﻦ ﺃﻧﺲ.
Hadis: “Ajarkan anak-anak wanitamu surat Waqiah. Sebab surat Waqiah adalah surat untuk kaya” (HR Dailami dari Anas)

Hadis ketiga

ﻗﺎﻝ: ﺇﻧﻲ ﻗﺪ ﻋﻠﻤﺘﻬﻢ ﺷﻴﺌﺎ ﺇﺫا ﻗﺎﻟﻮﻩ ﻟﻢ ﻳﻔﺘﻘﺮﻭا، ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ” ﻣﻦ ﻗﺮﺃ اﻟﻮاﻗﻌﺔ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ ﻟﻢ ﻳﻔﺘﻘﺮ ”
Ibnu Mas’ud berkata: “Saya telah mengajarkan sesuatu pada mereka, jika mereka membacanya tidak akan miskin. Saya mendengar Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa membaca surat Waqiah tiap malam maka ia tidak akan miskin” (HR Al Baihaqi)

Atsar Shahabat

ﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ: ﻭﻛﺎﻥ اﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻳﺄﻣﺮ ﺑﻨﺎﺗﻪ ﺑﻘﺮاءﺗﻬﺎ ﻛﻞ ﻟﻴﻠﺔ
Al Baihaqi berkata: “Ibnu Mas’ud menyuruh anak-anak wanitanya membaca surat Waqiah tiap malam” (Syuabul Iman)

Amalan Ulama

ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻐﺰاﻟﻲ: ﻳﻌﺘﺎﺩ ﺃﻭﻟﻴﺎﺅﻧﺎ ﻣﻦ ﻗﺮاءﺓ ﺳﻮﺭﺓ اﻟﻮاﻗﻌﺔ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ اﻟﻌﺴﺮﺓ.
Al Ghazali berkata: “Wali-wali kita membiasakan membaca surat Waqiah di hari-hari yang sulit” (Fath Qadir, 6/201)

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas