KH. Nasih Aschal: Sanad Keilmuan di Pesantren Bersambung Dengan Rasulullah SAW

banner 160x600
banner 468x60

KH. Nasih Aschal foto bersama dengan Asschol Banjarmasin

Asscholmedia.net – Selang beberapa minggu setelah menggelar acara Dzikir dan Sholawat bersama RKH. Fakhrillah Aschal, Pengurus Wilayah Asschol Kalimantan Selatan kembali mengadakan acara silaturrahim antarrr Alumni dan Simpatisan baik putra maupun putri yang hal ini dihadiri oleh Ketum Pengurus Pusat Asschol RKH. Moh. Nasih Aschal.

Acara tersebut bertempat di Kantor Asschol Banjarmasin yang juga baru diresmikan oleh Pengasuh PP. Syaichona Moh. Cholil Bangkalan. Alamat Lokasi 4 atau dikediaman Ust. Anam, Selasa (07/01/20) malam.

Baca juga:

Pada acara silaturrahim ini, beliau menegaskan bahwa siapapun yang keluar dari pesantren masih punya kewajiban untuk menjaga identitas pesantrennya.

“Kekompakan alumni itu tergantung dari sudut kita memandang ketidak hadirannya alumni ke sebuah acara alumni mungkin dikarenakan ada suatu kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan”. Imbuhnya

Beliau juga menuturkan bahwa dengan adanya pertemuan ini bisa menjadikan sesuatu yang awalnya terbatas menjadi tanpa batas.

Selain itu, Ra Nasih juga menyampaikan apa sebenarnya tujuan silaturrahim ini, “Bahwa kita berkumpul untuk bersilaturrohim ini bukan hanya untuk memperluas rezeki dan memperpanjang umur sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, tetapi perkumpulan kita pada malam ini juga untuk memperkuat ikatan yang terjalin antara santri dan guru, juga untuk mencari wasilah keberkahan hidup yang kita dapat dari guru kita. Wasilah itu tidak hanya penting tetapi sambungan itu menjadi sebuah pembenaran turun firman Allah dan sabda Nabi, apa lagi zaman skarang diajarkan ilmu tanpa Sanad yaitu kalau sekedar ingin tahu cukup belajar sama Mbah Google, karena ajaran semua itu ada sanadnya yang sambung sampai Rosulullah.

Baca juga:

Beliau juga menganjurkan pada Asschol Banjarmasin agar rutinannya diadakan satu bulan 2 kali, karena menurut beliau rutin ke alumni itu sederhananya untuk mengingat-ngingat apa yang sudah hilang.

“Nasib santri itu ketemunya kalau sudah keluar dari pondok”, tuturnya.

Kedatangan Beliau ke Kota Seribu Sungai juga dalam rangka mensosialisasikan program Asschol dan perkembangan ekonomI Asschol kedepannya.

Reporter: Rofi
Redaktur: Ahmad Hafsin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas