Abdurrohman, Bukti Nyata Pengabdian Santri Pada Negeri

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Abdurrohman asal Desa Kombangan Geger Kab. Bangkalan merupakan salah satu santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, dia masuk pesantren sekitar tahun 2003 yang menempati asrama/daerah B yang pada saat itu terkenal dengan sebutan pondok sepuh.

Rohman sapaan akrabnya, merupakan anak muda dari keluarga yang sederhana, kesehariannya hidup dengan kesederhanaan seperti santri yang lain dan hal itu merupakan ciri khas dari kehidupan di pesantren, dia nyantri di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil mengikuti pendidikan Madrasah Diniyah dalam mendalami ilmu agama dan memperkuat keimanannya, disamping itu dia juga masuk sekolah formal SMA MA’ARIF yang merupakan satuan pendidikan dibawah naungan Yayasan Ma’arif Syaichona Moh. Cholil.

Pada tahun 2006 Polres Bangkalan mengadakan seleksi rekrutmen Anggota Polri yang bekerjasama dengan lembaga Pendidikan SMA sederajat se-Kabupaten Bangkalan termasuk juga SMA Ma’arif, Rohman muda pun ikut seleksi tersebut atas inisiatif serta ajakan temannya dan dinyatakan lulus seleksi pada saat itu.

Setelah dinyatakan lulus seleksi, Rohman kemudian masuk Sekolah Polisi Negara di Mojokerto Jawa Timur yang sekarang sudah berubah namanya menjadi Pusdik Sabhara Polda Jawa Timur.

Sekolah Polisi Negara (SPN) ia tempuh 6 bulan, kemudian 6 bulan magang dan 1 bulan pembulatan di Polwil dan dilanjut dengan penempatan dinas.

Pada saat diinterview oleh crew Asschol Media, Rohman menceritakan proses penempatan tugasnya mulai awal dia terpilih sebagai abdi negara sebagai POLISI hingga tugas sekarang yang ia emban.

“Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah, saya berterimakasih kepada segenap Masyayikh Demangan karena barokah beliaulah saya bisa seperti ini, saya sudah lima kali pindah tugas dan sekarang saya di bagian SATTAHTI Polres Bangkalan yang merupakan unsur pelaksana tugas pokok dibawah naungan Kapolres yang bertugas menyelenggarakan pelayanan perawatan dan kesehatan tahanan, termasuk pembinaan jasmani dan rohani, serta menerima, menyimpan dan memelihara barang bukti, yang didukung dengan penyelenggaraan administrasi” tegasnya.

Rohma juga berharap kepada pesantren khususnya, ada generasi dari pesantren (baca: santri) yang mengikuti jejaknya menjadi abdi Negara sebagai Polisi.

“Harapan saya semoga ada bibit-bubit dari pesantren yang bisa meneruskan saya, menurut saya menjabat sebagai Polisi merupakan tempat mengabdi yang baik, karena bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Hafsin
Redaktur: Zainal Arifin

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas