Refleksi HUT ke-74 RI; Peran Ulama Dalam Merebut Kemerdekaan Indonesia (2)

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Satu-satunya Bangsa di Asia Tenggara yang menyatakan kemerdekaannya dengan bahasa sendiri hanyalah Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki Bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari jasa para Ulama. Agama Islam masuk dari Makkah ke Indonesia, dengan cara yang damai dan melalui jalan laut niaga, pada abad ke-7. Di pasar yang menggunakan nama hari-hari Islam: Pasar Senin, Rabu, Kamis, Jum’at dan Ahad, berbahasa komunikasi dengan Bahasa Melayu Pasar.

Rasulullah SAW sejak usia 8 hingga 40 tahun, sebelum menjadi Rasul, sebagai wiraniagawan. Karena ulama sebagai warosatul ambiya’, maka berpenghidupan sebagai wiraniagawan pula. Sebagai eksportir dan importer, seperti Wali Songo menetapkan wilayah dakwahnya dipantai-pantai.

Bahasa Melayu ini di Pesantren dikembangkan menjadi Bahasa Ilmu. Setelah berdiri kekuasaan politik Islam atau Kesultanan, digunkan sebagai diplomatik yang dituliskan dengan Huruf Arab Melayu. Walaupun dalam hubungan diplomatik dengan kerajaan asing lainnya.

Di saat Gerakan Nasional (1900-1942), berubah pula menjadi Bahasa Jurnalistik yang dipelopori dengan terbitnya Bulletin Taman Pewarta (1902-1915) dari Sarikat Dagang Islam (SDI). Di tengah gerakan budaya akan mengutamakan Bahasa Jawa dan Nasionalisme Jawa, timbullah reaksi Sumpah Pemuda, lahirlah pernyataan anatara lain menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan.

Baca juga:

Dari kenyataan sejarah yang demikian, George Mc Tuman Kahin, dalam Nasionalism and Revolution Indonesia penggerak utama timbulnya Gerakan Nasional Indonesia artinya gerakan cinta agama, bangsa dan tanah air, dipelopori ulama yang menjadikan Islam sebagai dasar pengikat kesatuan dan persatuan bangsa. Hal ini sebagai jawaban terhadap penjajahan Barat yang menggunakan agama Katolik dan Protestan sebagai motivasi gerakan imeperialisme dan kapitalismenya.

Syekh Abbas – Ir. Soekarno – Syekh Mustaf

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Republik Indonesia berwilayah terbentang dari Barat (Sabang) hingga Timur (Merauke). Sebenarnya sama jarak dari Barat; Greenwich London hingga Timur; Baghdad Irak. Dari Utara; Kepulauan Talaud hingga Selatan; Pulau Rote, sama dengan dari Utara; Jerman hingga Selatan; Aljazair.

Negara Eropa sebenarnya terdiri dari Negara yang kecil-kecil; Inggris dan Itali serta sama dengan Sumatra dengan pulau disekitarnya. Francis, Spanyol, Norwegia, hanya sama dengan Kalimantan Indonesia, dan Negara Gereja Katolk Vatikan, hanya seluas 0,442 km2. Sedangkan kerajaan Protestan Belanda, Belgia, Swiss hanya sama dengan Provinsi Jawa Barat. Di Asia Tenggara, Singapura hanya seluas dengan DKI Jakarta.

Matahari untuk menyinari seluruh Nusantara Indonesia, harus terbit tiga kali. Dampaknya terjadi perbedaan tiga waktu: Waktu Indonesia Barat (WIB) dan WAktu Indonesia Tengah (WIT), 1 jam dari Waktu Indonesia Barat. Selain pasti disyukuri, Indonesia memiliki laut terbesar dari pada Negara manapun di dunia.

Sumber: Suryanegara, Ahmad Mansur. 2005. Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia. Majlis Al-Ihya Bogor.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas