Flashback; Warna Sang Saka “Merah Putih” Sudah Tertuang Dalam Hadits Nabi

banner 160x600
banner 468x60

Asscholmedia.net – Dakwah ulama di darat dan di laut tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an dan Hadits sebagai ritualnya melainkan dengan Al-Qur’an dan Hadits itu pula, mengajarkan pembudayaan warna bendera Sang Merah Putih yang bermula dari bendera Rasulullah SAW.

Sebagai umat Islam sukar mengerti bahwa Bendera Rasulullah SAW terdiri dari dua unsur warna Merah Putih. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya sistem deislamisasi dalam penulisan sejarah Indonesia.

Dampaknya dapat dikisahkan bahwa Merah Putih bukan warna bendera Rasulullah SAW, penulisan yang demikian itu untuk mendiskreditkan umat Islam dan dinyatakan bahwa tidak memiliki andilnya dalam upaya dan perjuangan Indonesia Merdeka. Termasuk dalam penentuan piranti persatuan dan kesatuan yakni Bahasa Indonesia dan Sang Saka Merah Putih.

Baca juga:

Padahal Sang Saka Merah Putih berasal dari Rasulullah SAW yang dikembangkan oleh umat Islam Indonesia, sejak abad ke-7 hingga menjadi milik Bangsa dan Negara Indonesia. Tentu sukar memahaminya, baiklah disini kita kaji kembali penuturan Imam Muslim dalam Shahihnya Kitab Al Fitan, Jilid X halaman 340: “Dari Hamisy Qasthalani yang memperoleh beritanya dari Zubair bin Harb, Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna, Ibnu Basysyar, Mu’adz bin Hisyam, Qatadah, Abu Qalah, Abu Asam ‘Ar Rahabiy, Tasuban bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِىَ الأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِىَ لِى مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الأَحْمَرَ وَالأَبْيَضَ

“Sesungguhnya Allah SWT telah memperlihatkan dunia kepadaku, aku ditunjukkan pula Timur dan Baratnya. Kerajaan dunia akan sampai kepada umatku seperti apa yang diperlihatkan kepadaku dan aku dianugrahi warna yang Merah dan Putih”.

Tentu umat Islam Indonesia mengenal ajaran Merah Putih diatas, sejak awal masuknya agama Islam ke Nusantara pada abad ke-6 M. Sejak itu pula umat Islam akrab sekali dengan warna merah.

Document: Ibu Fatmawati ketika sedang menjahit bendera Merah-Putih yang akhirnya menjadi Bendera Pusaka, bulan Oktober 1944

Islam juga mengajarkan bahwa istri Nabi dari Nabi Adam AS, hingga Rasulullah SAW disebut merah. Misalnya Siti Hawa RA artinya Merah. Menurut Ismail Haqqi Al Buruswi dalam Tafsir Ruhul Bayan, menjelaskan bahwa Hawa sama dengan Hautun artinya Merah dan Siti Aisyah RA sering dipanggil oleh Rasulullah SAW dengan Humairoh artinya juga Merah. Oleh Karena itu, para ulama terdahulu di Indonesia, dalam membudayakan dan mengabdikan Merah Putih, antara lain melalui tiga upacara:

Setiap pembangunan rumah, pada kerangka atap suhunan dikibarkan Merah Putih dengan harapan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.
Pada setiap tahun baru Islam atau tahun Hijriyah diperingati dengan membuat bubur Merah Putih.
Pada saat pemberian nama anak juga dengan disertai pembuatan Bubur Merah Putih. Mengapa?
Bubur Merah Putih saat bayi dilahirkan sebagai lambang dari ibu,

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

“Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS 96:2)

Selama 9 bulan 10 hari dalam Rahim, mengkonsumsi darah ibu, merah warnanya. Setelah lahir masih tetep membutuhkan darah ibu, ASI selama 20 bulan 20 hari warnya putih. Dengan demikian seorang anak bayi membutuhkan darah ibu yang berwarna merah dan putih selama 30 bulan (QS. 46:115).

Dengan pengertian 9 bulan 10 hari ditambah 20 bulan 20 hari, sama dengan 30 bulan lamanya. Bagi ibu-ibu yang akan menyempurnakan pemberisan ASI dapat diperpajang dari 20 bulan 20 hari menjadi 24 bulan atau 2 tahun (QS. 2:233).

Warna busana Rasulullah SAW yang rangkap dua atau Al-Hullah berwarna merah. Peristiwa ini dilihat oleh Sayyidina Al Barra RA disebutkannya: “Sungguh ku saksikan Rasulullah SAW berbusana merah warnanya dan aku belum pernah melihat busananya Rasulullah SAW yang seindah itu.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Abu Daud, dan Turmudzi. Kalau kita perhatikan lebih lanjut warna sarung pedang Rasulullah SAW, Sayyidina Ali Ra dan Khalid bin Walid Ra juga merah.

Semoga bermanfaat…

Sumber: Suryanegara, Ahmad Mansur. 2005. Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia. Majlis Al-Ihya Bogor.

author
Sebagai Admin Asschol Media kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan kerja keras dan profesionalisme tinggi kami berharap informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat pada masyarakat luas